Wacana Ganjar Penjarakan Koruptor di Nusakambangan
KOMUNITAS PERISTIWA

Wacana Ganjar Penjarakan Koruptor di Nusakambangan

Calon presiden (capres) nompr urut 3, Ganjar Pranowo mewacanakan narapidana korupsi akan dipenjarakan di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Nusakambangan, Cilacap, Jawa Tengah. Hal itu diharapkan mampu memberikan efek jera bagi pelaku korupsi.

Pakar hukum pidana dari Universitas Trisakti, Yenti Garnasih mendukung gagasan Ganjar yang dinilai akan memberikan efek jera bagi terpidana kasus korupsi.

“Saya analogikan dengan saat ini, sepertinya memang koruptor tidak jera, tidak takut menjalani pidananya, karena penempatan yang eksklusif di Sukamiskin, yang terpisah dari napi lain. Adil juga kalau diwacanakan, bagaimana kalau dipidana di tempat (LP) yang paling menakutkan yaitu Nusakambangan,” kata Yenti kepada JawaPos.com, Minggu (10/12).

Menurut Yenti, tidak cukup hanya sekadar wacana. Tetapi membutuhkan regulasi yang matang untuk menempatkan narapidana korupsi di Lapas Nusakambangan.

“Artinya tidak cukup hanya wacana dipindah atau dipidana di Nusakambangan saja, tapi juga harus diperlakukan seperti napi yang serius kejahatannya atau yang pidananya berat,” tegas Yenti.

Yenti tak memungkiri, Indonesia saat ini darurat korupsi. Sehingga butuh pidana berat untuk koruptor agar jera, yakni ditempatkan di Nusakambangan.

“Kita coba saja penjeraan para koruptor dgn penempatan di Nusakambangan dan upaya perampasan hasil korupsi tetap jadi prioritas,” ucap Yenti.

Komitmen Ganjar yang akan memberikan efek jera terhadap pelaku korupsi disampaikan saat berdialog bersama ribuan mahasiswa dalam Kuliah Kebangsaan di Convention Hall Universitas Muhammadiyah Cirebon (UMC), Kabupaten Cirebon, Jawa Barat (Jabar), Jumat (08/12).

Awalnya, Ganjar memaparkan data Transparency International tahun 2022 yang menunjukkan Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia berada di urutan 110 dari 180 negara dengan skor 34.

Merujuk data tersebut, Ganjar menyebut pemberantasan korupsi mesti diperkuat lewat tindakan tegas pemimpin negara. Salah satunya dengan menahan koruptor di lapas Pulau Nusakambangan.

“Maka teman-teman, kalau kalau kita melihat kondisi ini, setuju tidak kalau Nusakambangan itu tempat terbaik yang kita pilihkan untuk pejabat yang korupsi? Setuju tidak?” ujar Ganjar yang disambut positif dan antusias oleh para mahasiswa.

Lebih lanjut, Ganjar menambahkan, ketika masyarakat sudah jengah dengan tindakan koruptif para pejabat di negeri ini, maka pimpinan negara mesti turun tangan agar mereka tidak lagi melakukan perbuatan serupa.

Oleh sebab itu, Ganjar punya misi untuk memperkuat Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam rangka menciptakan pemerintahan yang bersih, bebas korupsi, dan berintegritas.

“Penguatan KPK, membikin KPK makin independen, dan kita bawa pejabat yang koruptor ke Nusakambangan agar kemudian dia bisa memahami, mengerti untuk tidak melakukan,” tuturnya.

Ganjar pun berharap dapat terus menekan kasus korupsi dan membuat Indonesia semakin unggul di mata dunia. Dengan mewujudkan pemerintahan bersih, kata Ganjar, pertumbuhan ekonomi pun akan turut meningkat.

“Saya kira itu (menahan napi korupsi ke Nusakambangan) yang bisa kita dorong agar orang bisa tobat untuk tidak melakukan itu. Rakyat marah betul dan pasti situasi ekonomi akan memburuk kalau korupsi,” pungkasnya. (gp)