Wakil AS Kunjungi Dosen ITS Penerima Hibah
KOMUNITAS PERISTIWA

Wakil AS Kunjungi Dosen ITS Penerima Hibah

Kuasa Usaha Ad-interim Kedubes AS, Brian McFeeters, Selasa (4/10) siang berkunjung ke Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Kehadirannya mengunjungi dua dosen ITS penerima hibah Program Partnerships for Enhanced Engagement in Research (PEER) untuk melakukan penelitian bersama dengan para ilmuwan AS.

Kehadiran Brian McFeeters tidak hanya mengunjungi dosen tersebut. Tapi juga menyempatkan diri berkunjung ke Bengkel Mobil Listrik Nasional (Molina). “Luar biasa. Saya berharap teknologi Indonesia lewat ITS akan terus maju,” katanya seperti dirilis Humas ITS.

Harapannya, hasil penelitian yang dilakukan civitas akademika ITS, termasuk penelitian dalam program PEER dapat dimanfaatkan untuk kepentingan nasional yang lebih besar. Sekaligus dikomersialkan.

Dua dosen yang berhasil memperoleh Program PEER tahun ini Dr Ria Asih A Soemitro MEng yang meneliti Proses Sidementasi Bengawan Solo. Serta Dr Heri Kuswanto yang melakukan penelitian tentang Permodelan Cuaca Ekstrim. Dana hibah yang diberikan Program PEER masing-masing 200 ribu dollar AS.

Rektor ITS Prof Joni Hermana mengatakan, melalui Program PEER, ITS ingin membangun jejaring penelitian dengan beberapa perguruan tinggi di Amerika. Sekaligus mencari pengalaman berkolaborasi dalam sebuah penelitian. “Kami berharap penelitian ini akan menghantarkan ITS menuju world class university,” katanya.

PEER merupakan program hibah untuk para ilmuwan dari 63 negara. Untuk mendapatkan dana penelitian melalui proses seleksi dengan prioritas pembangunan. Kolaborasi peneliti Indonesia dan Amerika ini untuk peningkatan bersama pembangunan Indonesia. Diharapkan, peneliti menemukan, menguji dan memperluas solusi terobosan yang dapat mengatalisis keputusan berbasis data dan kemajuan.

PEER sebelumnya mengucurkan dana sekitar 2,6 juta dollar AS untuk peneliti Indonesia. Tahun 2016, PEER memberikan dana untuk enam penelitian yang menjawab permasalahan mitigasi perubahan iklim, penyakit menular, dan pendidikan ilmu pengetahuan. Sehingga jumlah seluruh penelitian yang didanai di Indonesia 43 buah.

Menurut McFeeters, Amerika Serikat merasa gembira dapat mendukung kemitraan peneliti Amerika dan Indonesia yang menjawab tantangan penting di bidang kesehatan, lingkungan, dan lainnya.

“Penelitian bersama akan mencari solusi terobosan dengan memanfaatkan ilmu pengetahuan, teknologi, dan inovasi untuk memajukan pencapaian tujuan pembangunan Indonesia,” katanya panjang lebar.

Selain itu. Ketika di Bengkel Molina, McFeeters, memuji terobosan yang dilakukan ITS dalam menyiapkan motor listrik. Bahkan dia meminta difoto dengan latar belakang motor listrik dan mobil. “Luar biasa. Saya harus berfoto di sini. Soalnya, kalau nanti motor ini laris di pasaran saya sudah punya kenangan pernah berfoto di sini,” katanya berkelakar. (sak)