Wisata Bersepeda di Bandung 25 September
JALAN-JALAN PERISTIWA

Wisata Bersepeda di Bandung 25 September

Tanggal 25 September 2016 Kota Bandung akan dicanangkan sebagai Kota Wisata Sepeda. Hal tersebut disampaikan Walikota Bandung Ridwan Kamil, bertepatan dengan Hari Jadi Kota Bandung ke-206.

Berbagai persiapan telah dilakukan walikota, dengan menggelar pertemuan bersama jajaran Dinas Perhubungan Kota Bandung, Kepolisian Resort Kota Bandung dan perwakilan hotel-hotel berbintang di Kota Bandung.

Pertemuan dihadiri pula oleh beberapa komunitas pesepeda diantaranya In Harmonia Gowesio-ITB’89, Bike To Work, Federal Bandung dan Komunitas Aleut.

Ridwan Kamil memiliki keyakinan program wisata sepeda ini akan mendapat sambutan yang baik dari wisatawan yang datang ke Bandung. Dia beralasan, Bandung memiliki sarana yang cukup mendukung untuk program ini seperti udara sejuk, jalanan yang rindang, dan beberapa ruas jalan dengan trotoar yang lebar, sehingga tidak akan mengganggu pejalan kaki.

Daya tarik dan background sejarah Bandung sendiri diyakini akan menjadi tema yang menarik untuk dieksplorasi para wisatawan. “Kami menyiapkan 30 titik penyewaan sepeda yang disebar di seluruh kota, juga 32 titik di hotel-hptel berbintang,” ujar Ridwan Kamil.

Selain disediakan Pemerintah Kota, hotel-hotel juga akan siap melayani tamu yang ingin berwisata sepeda di Bandung. Ridwan Kamil berharap pihak hotel setidaknya menyiapkan sepeda sebanyak 10 persen dari total jumlah kamarnya. Hal tersebut mendapat respon yang positif dari pihak hotel. “Kami sangat antusias dengan ide kreatif ini,” Kata Restina, Ketua Himpunan Humas Hotel Kota Bandung.

Berbagai tema sudah dipersiapkan untuk mengantar wisatawan menikmati Bndung. Diantaranya wisata kota tua, arsitektur art deco, kuliner tradisional dan yang paling menarik adalah menelusuri jejak Sukarno muda. Kota yang dijuluki kota kembang ini memang banyak tersebar situs-situs sejarah yang berkaitan dengan masa muda Proklamator RI tersebut.

Tempat-tempat bersejarah seperti rumah yang pernah ditinggali bersama istrinya Inggit Ganarsih, Kampus ITB sebagai tempat Sukarno kuliah, Gedung Landraad ketika Sukarno diadili pemerintah Kolonial Belanda dan lokasi penjara Banceuy tempat Sang Proklamator menghabiskan waktu selama 8 bulan sebagai tahanan politik. Di penjara ini, Bung Karno menyusun pledoinya yang terkenal ‘Indonesia Menggugat’.

Guna mendukung program Wisata Sepeda ini, Dinas Perhubungan Kota sudah menyiapkan 350 sepeda. Untuk tahap awal pengadaan sepeda akan menggunakan anggaran APBD. Dinas Perhubungan juga sudah menjajajki kerjasama dengan PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk pengadaan gerbong khusus sepeda. “Nanti wisatawan asal Jakarta tinggal membawa sepeda masuk kereta dan sampai di Bandung langsung gowes”, kata Kadishub Didi Ruswadi.

Mengenai keamanan bersepeda, Pemkot Bandung akan memperluas penandaan jalur sepeda di jalanan kota terutama terkait rute wisata. Selain itu, diupayakan penerapan jalur khusus sepeda dengan menggunakan separator yang bersifat temporer, yang dipasang saat akhir pekan di jalan-jalan protokol dengan tingkat kepadatan lalu lintas tinggi. (sak)