Garuda Indonesia siap memberangkatkan calon jemaah Haji tahun 2019 (1440 H) dan telah menyiapkan 14 armada berbdan lebar (wide body) terbaiknya untuk memastikan layanan penerbangan haji pada tahun ini dapat berjalan dengan lancar seperti tahun-tahun sebelumnya.
Hal ini disampaikan Direktur Niaga Garuda Indonesia Pikri Ilham Kurniansyah usai menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara Direktur Utama Garuda Indonesia Ari Askhara dan Dirjen Penyelenggara Haji dan Umrah Kemenag RI Prof H Nizar, mengenai pengadaan transportasi udara penyelenggaraan haji tahun ini, beberapa waktu lalu.
“Berkaca dari pencapaian kinerja haji tahun lalu di mana kami berhasil mempertahankan capaian ketepatan waktu di atas 90 persen, kami optimistis kesiapan dan kelancaran layanan operasional haji dapat terus kami maksimalkan,” jelas Pikri Ilham Kurniansyah.
“Untuk memberikan layanan terbaik bagi para jemaah Haji, Garuda juga mempersiapkan layanan cabin crew terbaiknya yang sebagian kami rekrut khusus dari daerah embarkasi untuk memenuhi harapan Jemaah haji,” imbuhnya.
Sementara Prof H Nizar mengatakan, sangatlah penting dalam memastikan kelancaran operasional haji, termasuk peranan dari aspek transportasi udara, untuk itu, pihaknya berupaya memastikan seluruh proses pelaksanaan transportasi udara haji pada tahun ini dapat memberikan layanan transportasi udara terbaik bagi seluruh jemaah haji Indonesia.
Pada 2019 ini Garuda menyiapkaan sebanyak 14 pesawat haji yang terdiri dari tiga pesawat B747-400, lima pesawat B777-300ER, dan enam pesawat A330-300/200. Adapun jumlah pesawat yang dioperasikan pada musim haji 2019 tersebut menyesuaikan dengan trafik Jemaah haji pada tahun ini.
Tahun ini, Garuda akan menerbangkan sebanyak 104 ribu jemaah yang rencananya akan diberangkatkan dari sembilan embarkasi yang terdiri dari 267 kloter di seluruh Indonesia, meliputi Aceh, Medan, Padang, Jakarta, Solo, Banjarmasin, Balikpapan, Makassar, dan Lombok
Garuda juga meningkatkan jumlah awak kabin haji, serta turut menghadirkan putera-puteri daerah khususnya yang berasal dari daerah embarkasi tersebut. Hal ini dilakukan sebagai bentuk komitmen dari pelayanan Garuda, dengan tujuan mengatasi kendala komunikasi (bahasa), mengingat sebagian Jemaah hanya mampu berbahasa daerah.
Garuda juga menyediakan akses informasi secara real time untuk jemaah dan keluarga yang ingin memantau update perkembangan operasional waktu keberangkatan dan kedatangan setiap kloter haji. Masyarakat dapat mengakses website http://www.haji-ga.com. (sak)

