Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»15 Tahun Pasar Modal Syariah Bangkit, BEI Dorong Indonesia Jadi Pusat Investasi Syariah Dunia

15 Tahun Pasar Modal Syariah Bangkit, BEI Dorong Indonesia Jadi Pusat Investasi Syariah Dunia

PERISTIWA Ita Nasyi’ah19/05/2026 - 11:44 WIB
BEI bersama KPEI dan KSEI memperingati 15 tahun kebangkitan pasar modal syariah Indonesia melalui rangkaian kegiatan Elevate 2026.

PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) terus memperkuat pengembangan pasar modal syariah nasional melalui berbagai program edukasi, literasi, serta kampanye publik yang semakin luas dan masif. Upaya tersebut dilakukan seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap instrumen investasi berbasis syariah dalam beberapa tahun terakhir.

Berdasarkan data yang dihimpun dari AB-SOTS, jumlah investor saham syariah di Indonesia menunjukkan pertumbuhan signifikan. Dalam kurun waktu lima tahun terakhir sejak 2020, jumlah investor saham syariah meningkat sebesar 158 persen, dari 85.891 investor menjadi 221.714 investor per Maret 2026.

Tahun ini menjadi momentum penting bagi industri pasar modal syariah Indonesia karena bertepatan dengan peringatan 15 tahun peluncuran Indeks Saham Syariah Indonesia (ISSI), penerbitan Fatwa Dewan Syariah Nasional Majelis Ulama Indonesia (DSN-MUI) Nomor 80, serta implementasi Sistem Online Trading Syariah (SOTS). Ketiga aspek tersebut dinilai menjadi tonggak utama perkembangan pasar modal syariah nasional.

Untuk memperingati momentum tersebut, BEI bersama KPEI dan KSEI dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menggelar rangkaian kegiatan Elevate 2026 yang terdiri atas IFN Indonesia Forum dan Sharia Investment Week (SIW) 2026. Kegiatan tersebut akan berlangsung pada 20–23 Mei 2026 di Main Hall Bursa Efek Indonesia.

Mengusung tema “15 Years Rising – Heading Worldwide”, Elevate 2026 dirancang dengan skala internasional sebagai bagian dari strategi memperkenalkan pasar modal syariah Indonesia ke tingkat global.

Sebagai bagian dari penguatan branding internasional, BEI juga menjalin kerja sama dengan Redmoney Group dalam penyelenggaraan IFN Indonesia Forum 2026 yang menjadi pembuka rangkaian acara menuju Sharia Investment Week 2026.

SIW sendiri merupakan program unggulan pasar modal syariah BEI yang secara konsisten diselenggarakan sejak 2019. Kegiatan tersebut menjadi wadah edukasi dan silaturahmi bagi investor syariah melalui berbagai agenda seperti expo, talkshow, seminar, hingga program literasi investasi.

Kepala Divisi Pasar Modal Syariah BEI, Irwan Abdalloh, mengatakan bahwa pasar modal syariah kini semakin relevan sebagai pilihan investasi masyarakat Indonesia karena tidak hanya menawarkan potensi keuntungan finansial, tetapi juga memberikan rasa aman dan nyaman melalui penerapan prinsip-prinsip syariah.

“Pasar modal syariah bukan lagi sekadar alternatif investasi, tetapi sudah berkembang menjadi pilihan utama masyarakat yang ingin berinvestasi secara halal, transparan, dan berkelanjutan,” ujar Irwan.

Ia menjelaskan bahwa seluruh aktivitas dalam pasar modal syariah dilaksanakan berdasarkan prinsip Islam yang melarang unsur riba, gharar atau ketidakpastian, serta maysir atau spekulasi berlebihan. Selain itu, produk investasi yang diperdagangkan juga harus berasal dari kegiatan usaha yang sesuai syariah.

Menurut Irwan, penerapan prinsip syariah di pasar modal Indonesia mengacu pada regulasi OJK dan fatwa DSN-MUI sehingga seluruh proses investasi tetap berada dalam koridor syariah, mulai dari seleksi efek hingga mekanisme transaksi.

“Investor tidak perlu khawatir karena seluruh proses telah melalui pengawasan regulator dan mengacu pada prinsip syariah yang berlaku,” katanya.

Ia menambahkan, saham yang dapat diperdagangkan dalam pasar modal syariah merupakan saham yang masuk dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang diterbitkan secara berkala oleh OJK. Sistem perdagangan saham syariah di BEI juga dilakukan secara terbuka dan transparan.

Perkembangan pasar modal syariah Indonesia, lanjut Irwan, juga tercermin dari meningkatnya jumlah produk dan kapitalisasi pasar. Hingga Maret 2026, tercatat terdapat 673 saham syariah atau sekitar 70 persen dari total saham yang tercatat di Bursa Efek Indonesia.

Selain saham syariah, pasar modal syariah Indonesia juga menyediakan berbagai instrumen investasi lain seperti reksa dana syariah, sukuk, hingga exchange-traded fund (ETF) syariah yang dapat dipilih masyarakat sesuai kebutuhan investasinya.

“Pertumbuhan investor dan meningkatnya aktivitas transaksi menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan masyarakat terhadap investasi syariah terus meningkat,” ujarnya.

Tidak hanya berfokus pada keuntungan finansial, pasar modal syariah juga dinilai memiliki dimensi sosial yang kuat. Hal tersebut diwujudkan melalui berbagai inovasi seperti wakaf saham, zakat saham, dan sukuk berbasis wakaf yang memberikan manfaat sosial lebih luas kepada masyarakat.

“Pasar modal syariah memiliki kekuatan karena mampu menggabungkan aspek ekonomi dan sosial secara bersamaan untuk mendorong pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan,” kata Irwan.

Komitmen Indonesia dalam mengembangkan industri pasar modal syariah juga mendapat pengakuan internasional melalui berbagai penghargaan bergengsi pada ajang Global Islamic Finance Awards (GIFA).

BEI tercatat pernah meraih penghargaan The Best Supporting Institution for Islamic Finance pada 2016 hingga 2018, The Best Emerging Islamic Capital Market of the Year pada 2018, serta The Best Islamic Capital Market pada 2019, 2020, 2021, dan 2022.

Prestasi tersebut berlanjut dengan diraihnya GIFA Championship Award for Islamic Capital Market 2025 yang semakin memperkuat posisi Indonesia sebagai salah satu negara dengan perkembangan pasar modal syariah terbaik di dunia.

Menurut Irwan, capaian tersebut menjadi bukti bahwa pasar modal syariah Indonesia mampu tumbuh secara konsisten di tengah dinamika ekonomi global sekaligus menunjukkan besarnya potensi industri syariah nasional di masa mendatang.

Ke depan, BEI berkomitmen memperluas jangkauan edukasi dan memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam investasi syariah.

“Edukasi menjadi fondasi utama. Ketika masyarakat semakin memahami pasar modal syariah, maka tingkat kepercayaan akan meningkat dan industri ini akan berkembang semakin pesat,” pungkasnya. (ita)

BEI investasi syariah ISSI KPEI KSEI OJK pasar modal syariah saham syariah Sharia Investment Week 2026
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.