Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Mendikbud Beri Anugerah 47 Budayawan

Mendikbud Beri Anugerah 47 Budayawan

SENI BUDAYA redaksi02/10/2017 - 16:00 WIB

Sebanyak 47 budayawan menerima Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) tahun ini. Pemberian penghargaan pada Kamis (28/9) lalu di Plaza Insan Berprestasi Kemendikbud, Jakarta.

Direktur Warisan dan Diplomasi Budaya Kemendikbud, Nadjamuddin Ramly mengatakan, kegiatan penganugerahan bagi budayawan dan pegiat budaya ini merupakan kegiatan rutin tahunan Kemendikbud yang diselenggarakan sejak tahun 2012. “Ada tujuh kategori yang akan diserahkan langsung oleh Mendikbud pada malam penghargaan,” ujarnya saat konferensi pers.

Ketujuh kategori tersebut adalah Kategori Pencipta, Pelopor, dan Pembaru; Kategori Pelestari; Kategori Anak dan Remaja; Kategori Maestro Seni Tradisi; Kategori Komunitas; Kategori Pemerintah Daerah; dan Kategori Perorangan Asing.

Satu kategori lain telah diserahkan oleh Presiden Joko Widodo pada tanggal 17 Agustus lalu, yaitu Gelar dan Tanda Kehormatan dari Presiden RI berupa Bintang Budaya Parama Darma untuk tiga orang, dan Satyalancana Kebudayaan untuk delapan orang.

Total seluruh penerima Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi tahun 2017 berjumlah 47 orang.

Nadjamuddin mengatakan, untuk Kategori Perorangan Asing, ada tiga orang asing yang akan menerima penghargaan dari Kemendikbud. Mereka adalah Richard Harry Chauvel dari Australia, Ahli Bidang Sejarah dan Politik Indonesia, Hubungan Australia-Indonesia dan Kebijakan Luar Negeri Australia.

Ada Annabel Teh Gallop dari Inggris, Peneliti Manuskrip, Surat, Dokumen, dan Cap Melayu, serta seni Alquran di Asia Tenggara, khususnya Indonesia; dan Mitsuo Nakamura dari Jepang, Ahli Bidang Pengetahuan dan Permasalahan Komunitas Islam Indonesia dan aktif dalam berbagai kegiatan Dialog Antarperadaban Antarkeyakinan.

Anugerah Kebudayaan dan Penghargaan Maestro Seni Tradisi menjadi upaya pembinaan dan apresiasi terhadap sumber daya manusia kebudayaan yang memiliki komitmen kuat terhadap nilai-nilai kebudayaan melalui upaya pewarisan, pengembangan, dan pemanfaatan, khususnya terhadap seni tradisi.

Direktur Jenderal Kebudayaan Hilmar Farid berharap kegiatan ini tidak berhenti pada apresiasi terhadap objek pemajuan kebudayaan dan SDM kebudayaan saja, tetapi harus dikembangkan dan dimanfaatkan untuk mendukung pembangunan berkelanjutan berbasis kebudayaan.

Kegiatan penganugerahan ini merupakan komitmen pemerintah, dalam hal ini Kemendikbud, untuk mengapresiasi sosok atau tokoh yang memiliki komitmen kuat terhadap pewarisan nilai-nilai kebudayaan, baik benda maupun takbenda.

Melalui kegiatan ini, diharapkan dapat menginternalisasi nilai budaya dan membangun kesadaran masyarakat sekaligus meningkatkan kebanggaan dan motivasi generasi muda untuk lebih peduli terhadap pengembangan kebudayaan Indonesia dalam kerangka penguatan karakter bangsa. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.