Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»CANGKIR KOPI»Kopi Indonesia Tarik Perhatian Clinton

Kopi Indonesia Tarik Perhatian Clinton

CANGKIR KOPI redaksi18/07/2017 - 10:00 WIB

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman bertemu Presiden Kolombia dan Presiden Bill Clinton sesaat di Sela-Sela World Coffee Producers Forum (WCPF). Amran memanfaatkan momentum emas kujungannnya ke Kolombia dalam rangka menghadiri WCPF pertama di kota Medellin, tanggal 10 hingga 11 Juli 2017. Kehadiran Menteri Pertanian pada forum ini mewakili Presiden Joko Widodo memenuhi undangan Presiden Kolombia, Juan Manuel Santos.

WCPF merupakan inisiatif Pemerintah dan sektor swasta Kolombia yang ditujukan untuk menjawab tantangan-tantangan terkini yang dihadapi lebih dari 25 juta penduduk dunia, yang menggantungkan hidupnya dari usaha produksi kopi.

Pada WCPF membahas upaya pengembangan kopi dengan sejumlah pemimpin dunia. Sesuai dengan tema yang diangkat yaitu One Coffee Chain, One Coffee Family. Agenda utama pertemuan WCPF membahas mengenai produktivitas, dampak perubahan iklim, serta rantai pasok yang berkelanjutan dari produsen ke konsumen.

Di sela-sela acara pembukaan WCPF pada 11 Juli 2017, Menteri Pertanian RI Amran didampingi Dubes RI untuk Kolombia, Bapak Priyo Iswanto berbincang-bincang hangat dengan Presiden Kolombia, mantan Presiden AS Bill Clinton, dan Wakil Menteri Pertanian Vietnam.

Pada kesempatan perbincangan dengan Presiden Kolombia, Menteri Pertanian RI menyampaikan salam dari Presiden Joko Widodo yang disambut hangat oleh Presiden Kolombia dengan menitipkan salam kembali kepada Presiden RI dan menyampaikan keinginannya untuk dapat berkunjung ke Indonesia dalam waktu dekat.

Amran sangat terkesan dengan statement Bill Clinton yang memberikan perhatian khusus pada sektor kopi di Indonesia. Selanjutnya Amran berdiskusi secara intensif dengan Wakil Menteri Pertanian Vietnam membahas upaya pengembangan perkopian.

Pada kesempatan perbincangan tersebut, Amran berkeinginan meningkatkan produktivitas kopi domestik menjadi 1,0 ton/ha sehingga dapat memposisikan Indonesia sebagai produsen kopi terbesar dunia setelah Brazil dan Vietnam.

“Peluang industri kopi di Indonesia sangat bagus dengan semakin dikenalnya kopi Indonesia di Eropa dan Amerika terutama kopi khusus (specialty coffee) yang menjadi tren dunia saat ini,” ungkap Amran.

Indonesia mempunyai kebun kopi 1,2 juta hektar dan memiliki specialty coffee seperti kopi gayo, kopi mandailing, kopi lampung, kopi bajawa dan lainnya. Saat ini sudah ada 14 jenis kopi indonesia yang mendapat sertifikat Geographical Indications sehingga memiliki keunikan dan berdaya saing di internasional.

Amran menyampaikan berbagai program yang akan dilakukan, yakni penyediaan bibit berkualitas tinggi, pemupukan tepat waktu, water manajemen, dan program replanting untuk mengganti tanaman kopi yang sudah tua. Lebih lanjut Amran akan memperluas areal kopi arabika yang bernilai ekonomi tinggi sehingga populasi kopi robusta dan arabika menjadi berimbang (50:50).

“Pengembangan kopi kedepan juga akan lebih memperhatikan aspek kearifan lokal, sehingga dapat dihasilkan jenis-jenis kopi specialty yang bernilai tinggi dari berbagai daerah. Dalam waktu dekat, Kementerian Pertanian akan mengirimkan beberapa tenaga ahlinya mempelajari kopi ke Vietnam,” demikian pungkas Amran. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.