Terobsesi mengembangkan garmen di Jawa Timur, sejumlah desainer asal Jawa Timur bergabung menjadi satu dengan mengembangkan wadah baru bernama Persana. Organisasi kepanjangan dari Persatuan Pengusaha Busana ini diharapkan juga bisa bersinergi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Timur layaknya organisasi yang sudah ada.
Titin Wiyantini desainer dari brand Nabeela mengatakan, Persana terinspirasi dari gabungan pengusaha makanan dan minuman maupun lainnya yang lebih dulu lahir.
“Kebetulan khusus untuk pengusaha busana belum ada, maka kami bentuk untuk mewadahi pengusaha yang cukup banyak di Jawa Timur ini,” kata Titin kepada media di Surabaya.
Pengusaha garmen ini juga menjelaskan, jika sejumlah pengusaha dari TulungAgung, Sumenep, Sidoarjo, Jombang dan Madiun sudah menyatakan diri untuk ikut bergabung Persana. Mereka akan membentuk Persana di daerah masing-masing sebegai kepanjangan tangan dari provinsi.
Tujuan Persana tidak lain adalah menghimpun pengusaha busana di Jawa Timur, serta menciptakan iklim kerja dan usaha yang sehat di era globalisasi.
Juga melakukan kerjasama dengan pemerintah, swasta dan lembaga bisnis lainnya untuk mewujudkan kehidupan ekonomi yang lebih baik.
Menariknya, Persana yang mayoritas anggotanya perempuan itu telah memiliki brand masing-masing di wilayahnya. Diantaranya, Gamello dari Jombang, Ulfa Mumtaza (Madiun), juga ada desainer Yuke Tanaka, Riana Martasari, Laksmi Nungki serta masih banyak lagi. Para anggota organisasi baru ini kemudian sepakat memilih desainer Susie Soekotjo, pemilik brand Griya Diza sebagai ketua. (sak)

