Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Peran Medang dalam Perjalanan Nusantara

Peran Medang dalam Perjalanan Nusantara

SENI BUDAYA redaksi14/10/2017 - 16:00 WIB

Untuk memperingati 1.285 tahun berdirinya kerajaan Medang, Masyarakat Pecinta Warisan Medang (Medang Heritage Society) bekerja sama dengan Departemen Arkeologi Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada akan menyelenggarakan Seminar Nasional Peran Medang Dalam Perjalanan Sejarah Nusantara.

Seminar diselenggarakan di Fakultas Ilmu Budaya, pada Sabtu (7/10) lalu dengan menghadirkan pembicara, diantaranya Prof Dr Timbul Harjono, Prof Dr Bambang Hidayat, Dr Niken Wirasanti MSc, Dr Budiono Santoso PhD, Dra Ania Nugrahani, Drs Marsis Sutopo MSi, Drs JSE Yuwono MSc, dan Dr Djoko Dwianto MHum.

Dr Budiono Santoso MSc, selaku ketua Medang Heritage Society mengatakan seminar digelar dengan tujuan untuk memahami peran Medang dalam perjalanan sejarah Nusantara, terutama dalam perkembangan teknologi, ilmu pengetahuan dan peradaban Nusantara.

Disamping itu, guna melakukan demistifikasi untuk meyakinkan bahwa peninggalan era Medang yang berupa bangunan candi dan bangunan kuno lain adalah karya teknologi dan ilmu pengetahuan di zamannya.

“Dengan seminar ini diharapkan bisa meningkatkan kepedulian para pemangku kepentingan dan masyarakat umum akan pentingnya melindungi dan melestarikan peninggalan kerajaan Medang,” ujarnya di Joglo Fakultas Kedokteran UGM.

Budiono menjelaskan Medang merupakan kerajaan kuno di Jawa Tengah yang berjaya antara abad kedelapan sampai kesebelas dan didirikan oleh Raka I Mataram Sang Ratu Sanjaya pada 6 Oktober tahun 732 Masehi.

Peradaban Medang meninggalkan berbagai peninggalan arsitektur kuno, terutama candi, dan terdapat lebih dari 150 candi dari berbagai ukuran tersebar di Jawa Tengah dan sebagian di Jawa Timur.

Peninggalan peradaban Medang tersebut, diantaranya candi Borobudur dan Prambanan dan diakui sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 1991.

Selain peninggalan bangunan fisik yang berupa candi, kata Budiono, peradaban Medang juga telah meninggalkan banyak warisan non fisik di berbagai bidang yang masih relevan dan dipakai sampai saat ini.

Seperti tata sosial dan pemerintahan, sistem pertanian dan irigasi, sistem kesejahteraan, arsitektur dan teknologi, sistem hari pasaran, peramalan iklim (pranata mangsa), sistem perpajakan dan sebagainya. Tidak berlebihan bila era Medang dapat dianggap sebagai awal kebangkitan teknologi, ilmu pengetahuan dan peradaban Nusantara.

“Sayangnya kebesaran peradaban Medang ini kurang banyak diketahui oleh generasi masa kini. Dengan begitu, sedikit banyak akan memengaruhi perlindungan dan pelestariannya,” jelasnya.

Budiono menambahkan masyarakat Pecinta Warisan Medang (Medang Heritage Society) adalah himpunan multidisiplin yang beranggotakan individu-individu yang mempunyai minat, kepedulian, dan keterikatan (commitment) untuk melakukan pengkajian ilmiah secara multidisiplin, menghimpun dan menyebarluaskan informasi serta melakukan penyuluhan dalam upaya pelestarian warisan budaya dan peninggalan peradaban Medang.

Oleh sebab itu, di tahun 2017, 1285 tahun sejak berdirinya kerajaan Medang menjadi momentum penting untuk menggali dan mengingatkan kembali akan kebesaran peradaban Medang dan peranannya dalam perjalanan sejarah Nusantara.

“Pemahaman mengenai kebesaran nenek moyang di masa lalu kita harapkan dapat memberikan sumbangan positif dalam memupuk rasa cinta warisan leluhur, serta memberikan motivasi dan percaya diri untuk menghadapi tantangan ke depan bangsa Indonesia, terutama menyangkut pluralisme dan etos budaya, disiplin dan kerja keras,” tambahnya. (sak)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.