Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»SENI BUDAYA»Karya Seniman Muda Jatim Sangat Potensial

Karya Seniman Muda Jatim Sangat Potensial

SENI BUDAYA redaksi11/10/2017 - 11:00 WIB

Wakil Gubernur (Wagub) Jawa Timur, H Saifullah Yusuf resmi membuka Biennale Jatim ke-7 di Taman Budaya Jawa Timur, Senin (9/10) malam. Pada kesempatan ini, Wagub menyebut Jatim patut berbangga karena memiliki seniman -seniman muda dengan karya sangat potensial.

“Kita punya potensi yang luar biasa, terutama perupa-perupa dan seniman yang masih muda, berbakat dan sudah memiliki karya. Mereka adalah masa depan Jawa Timur,” tutur Wagub yang akrab disapa Gus Ipul.

Gus Ipul mengapresiasi semangat para seniman yang tiada henti berkarya meski dalam kondisi terbatas. Menurutnya, hal itu yang membuat Taman Budaya Jawa Timur selalu penuh acara, mulai dari pementasan, pameran dan kegiatan seni lainnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, peluang yang harus dimanfaatkan di masa mendatang adalah industri kreatif. Seniman-seniman dapat mengambil peran untuk mengoptimalkan segala potensinya. “Seniman, pelukis, kurator adalah komunitas yang diharapkan untuk mendukung industri kreatif,” tandasnya.

Pameran besar seni rupa yang berlangsung dua tahunan ini dimulai 9-22 Oktober 2017 dengan mengusung tema “Word Is A Hoax”. Tema tersebut ingin mengampanyekan selektif dan cerdas dalam menerima informasi.

Selain Wagub, tampak hadir Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, Restu Gunawan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Jarianto dan Ketua Dewan Kesenian Jatim, Taufik.

Kemendikbud Terkesan

Secara terpisah Direktur Kesenian Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud Restu Gunawan menyatakan terkesan dengan kualitas karya seniman Jawa Timur. Seniman telah konsisten berproses kreatif melestarikan, menggali potensi, dan mengembangkan kesenian.

“Terima kasih perupa Jatim yang selalu bersemangat berkarya. Saya mengamati kualitas karya-karya pelukis asal Jawa Timur semakin bagus,” tuturnya.

Restu mengatakan, pihaknya mendukung penuh Biennale Jatim sebagai wujud hadirnya Pemerintah dalam kegiatan kesenian yang diinisiasi oleh masyarakat yang bertujuan untuk memetakan perkembangan seni rupa di Indonesia, sekaligus meningkatkan apresiasi seni oleh masyarakat sebagai media pendidikan karakter bangsa.

Seperti diketahui, Biennal Jatim pertama kali diinisiasi oleh para seniman yang disambut baik, dan difasilitasi Dinas Pariwisata dan Budaya Jawa Timur.

Kepala Disbudpar Jatim Jarianto mengatakan Biennale Jatim telah rutin digelar sejak 2005 atau ketujuh kalinya. Tahun ini terselenggara berkat kerja sama Disbudpar Jatim dan Direktorat Kesenian, Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud.

“Kami berharap dari ajang ini dapat menumbuhkan daya apresiasi masyarakat terhadap seni rupa,” tandasnya. Sejak dilaksanakan pada 2005, perbaikan selalu dilakukan untuk menampilkan sebuah pameran yang tidak hanya meningkatkan kreatiftas perupa, tapi juga memberikan informasi dan ide kepada masyarakat penikmatnya. (ist)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Reog Purbaya Surabaya Raih Juara 3 Nasional FNRP 2026, Lampaui Target dan Harumkan Kota Pahlawan

16/06/2026 - 12:59 WIB

Reog Purbaya Surabaya Tampil Memukau di Festival Nasional Reog Ponorogo 2026, Bidik Posisi Lima Besar

14/06/2026 - 14:05 WIB

Dedikasi Tiga Garda Terdepan Cagar Budaya

27/02/2026 - 10:43 WIB

Meriahkan Hari Guru, KGPS Luncurkan Buku Puisi

01/12/2025 - 11:00 WIB

Pos Bloc Medan, Simbol Transformasi Digital

18/11/2025 - 15:00 WIB

GeLORa Wadahi PT Tingkatkan Peran sebagai Pelestari Budaya

14/11/2025 - 13:00 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.