Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Etika di Media Sosial: Sebuah Fenomena

Etika di Media Sosial: Sebuah Fenomena

KOMUNITAS redaksi05/05/2018 - 16:00 WIB

Dewan Guru Besar UI menyelenggarakan diskusi bertema ‘Etika Berkomunikasi Melalui Media Sosial’. Tema ini dibahas dengan mengundang beberapa narasumber, yaitu Endah Triastuti (Ketua Program Studi Sarjana Departemen Komunikasi FISIP UI), Rosianna Silalahi (Jurnalis TV), dan Natasya Linsie Corona (Mapres UI 2012, Sarjana Farmasi UI).

Dalam pembahasannya, Endah Triastuti membahas tentang beberapa fenomena kekinian yang terjadi akibat penggunaan media sosial yang semakin meluas.Salah satunya adalah fenomena virtual fog.

Suatu fenomena dimana identitas yang terbentuk di media sosial dibentuk sedemikian rupa, sehingga menjadi sangat berbeda dengan identitas persona seseorang di dunia nyata.

Isu lain yang dibahas adalah isu penggunaan data pribadi. Menurutnya, banyak program aplikasi/laman media sosial yang menyimpan data pribadi kita untuk kemudian diperjualbelikan.

“Maraknya praktik ini juga karena ketidakpedulian masyarakat. Contohnya, ketika mengisi data pribadi untuk suatu laman, biasanya kita langsung menekan tombol “I agree”, atau “accept” tanpa membaca isinya,” tambah Endah.

Ketidakpedulian ini dimanfaatkan oleh beberapa pihak untuk menyusupkan pasal tertentu yang melegalkan jual beli data pribadi ke pihak ketiga tanpa sepengetahuan konsumen.

Ia mencontohkan, bila kita membuka halaman beranda Facebook, terdapat iklan-iklan yang sesuai dengan pola kebiasaan konsumsi kita.

Itu terjadi karen Facebook melakukan penelusuran data, untuk kemudian bekerja sama dengan suatu perusahaan bisnis tertentu sehingga iklan produk tersebut muncul di beranda kita.

Sedangkan Rosiana Silalahi, sesuai dengan pengalamannya sebagai praktisi media, memaparkan bahwa media sosial telah merubah cara media arus utama bekerja.

“Kami sekarang harus melihat apa yang sedang menjadi tren di media sosial. Tidak bisa kami menentukan tema sendiri begitu saja. Ditengah kebutuhan akan profit dan idealisme, kami harus mencari jalan tengah,” ujar Rosiana.

Menurutnya, media arus utama bertugas mengkonfirmasi dan melakukan verifikasi terhadap isu-isu yang sedang berkembang di media sosial.

Di akhir, ada beberapa solusi yang dipaparkan para narasumber untuk menjalankan etika yang baik di media sosial. Keduanya sepakat bahwa ketika kita membagi sesuatu di media sosial, bagilah/unggahlah sesuatu yang baik dan tidak bersifat memprovokasi.

Selain itu para narasumber menekankan kepada kehati-hatian. Selalu mengecek sumber berita/video adalah upaya preventif agar hoax (berita bohong) tidak menyebar dan mengakibatkan dampak yang lebih luas bagi bangsa dan negara. (sak)

medsos
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.