Desember 2020, Jember Inflasi 0,36 Persen
EKONOMI BISNIS PERISTIWA

Desember 2020, Jember Inflasi 0,36 Persen

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi di Jember pada Desember 2020 sebesar 0,36 persen. Hal ini salah satunya dipicu kenaikan harga tomat.

“Komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi bulan Desember 2020 yakni tomat, cabai merah, cabai rawit, daging ayam ras, shampo, dan telur ayam ras,” ujar Kasi Statistik Distribusi BPS Jember, Candra Birawa, dalam rilisnya, pekan lalu.

Dari sebelas kelompok pengeluaran, ia menambahkan, lima kelompok pengeluaran tercatat menyumbang inflasi, empat kelompok pengeluaran mengalami deflasi, dan dua kelompok pengeluaran stabil.

Kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah kelompok makanan, minuman dan tembakau sebesar 1,23 persen, sedangkan kelompok yang mengalami inflasi terendah adalah kelompok penyedia makanan, dan minuman/restoran sebesar 0,06 persen.

“Selama 2020, komoditas yang memberikan andil terbesar terjadinya inflasi adalah rokok kretek filter, emas perhiasan, tarif air minum PAM, nasi dengan lauk, dan cabai merah,” tuturnya.

Sementaera kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi terbesar adalah kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,41 persen, sedangkan kelompok yang mengalami deflasi terkecil adalah kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar lainnya sebesar 0,02 persen.

Pada kesempatan ini, ia juga menyampaikan, inflasi tahunan (year on year) Kabupaten Jember pada 2013 sampai dengan 2020 secara umum lebih rendah bila dibandingkan dengan inflasi Jawa Timur dan nasional. Meski demikian, inflasi dari tahun ke tahun Kabupaten Jember pada 2020 tercatat sebesar 2,08 persen, atau lebih tinggi inflasi tahun ke tahun Jawa Timur sebesar 1,44 persen.

Menurut data catatan BPS, inflasi tahunan tertinggi Kabupaten Jember terjadi pada 2014 sebesar 7,52 persen dan inflasi tahunan terendah terjadi pada 2016 sebesar 1,93 persen.

Inflasi Desember 2020 pada delapan kota IHK di Jatim tercatat semua mengalami inflasi dengan inflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Sumenep sebesar 0,71 persen, diikuti oleh Kota Surabaya 0,50 persen, Kota Madiun dan Kota Probolinggo masing-masing 0,47 persen.

Disusul Kabupaten Banyuwangi 0,43 persen; Kabupaten Jember 0,36 persen, Kota Malang 0,34 persen; dan inflasi terendah terjadi di Kota Kediri 0,28 persen. Sementara Jawa Timur Pada Desemebr 2020 mengalami inflasi 0,46 persen. (jnr)