Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Terminologi dan Manfaat Susu Ikan

Terminologi dan Manfaat Susu Ikan

KESEHATAN redaksi03/10/2024 - 12:00 WIB

Topik terkait ‘susu ikan’ menjadi pembahasan hangat di media dan kalangan masyarakat. Banyak anggapan bahwa produk inovatif ini sebagai salah satu alternatif pangan yang menawarkan berbagai manfaat bagi kesehatan. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu masyarakat perhatikan lagi mengenai istilah dan pemahaman tentang ‘susu ikan’.

Menurut Prof Dr Ir Annis Catur Adi MSi, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) Universitas Airlangga (UNAIR), istilah ‘susu ikan’ sebenarnya tidaklah tepat. Ikan tidak memiliki kelenjar mamae yang menghasilkan susu, seperti mamalia pada umumnya.

“Susu bisa kita definisikan sebagai cairan bergizi berwarna putih yang dihasilkan oleh kelenjar susu mamalia, seperti sapi, kuda, dan domba. Oleh karena itu, produk dari ikan tersebut lebih tepat kita sebut susu analog atau minuman berprotein dari ikan,” ujarnya.

Prof Annis menekankan bahwa penggunaan istilah yang tidak tepat dapat membingungkan masyarakat, apalagi jika pemberitaannya berasal dari pihak-pihak yang bukan ahlinya.

“Sebagai cendekia, kita harus berupaya memberikan informasi yang akurat dan jujur, apalagi terkait dengan kesehatan. Terlebih, kita harus mencegah pihak-pihak tertentu mempolitisasi istilah-istilah ini, terutama di tahun-tahun politik,” tambahnya.

Meskipun begitu, Prof. Annis tetap mengapresiasi inovasi susu ikan analog karena menawarkan berbagai manfaat kesehatan. Ia menyebut, kandungan nutrisinya sangat kaya, terutama karena produksi susu melalui proses hidrolisis protein dari berbagai jenis ikan.

“Kandungan utama dalam susu ikan analog yang bisa kita dapatkan dari berbagai jenis ikan adalah protein, asam lemak omega-3, selenium, dan vitamin D, yang sangat bermanfaat untuk pertumbuhan, perbaikan sel, serta kesehatan tulang dan otak,” jelasnya.

Selain itu, Prof Annis juga menekankan manfaat susu ikan analog dalam memenuhi kebutuhan gizi masyarakat. Sebagai sumber protein tinggi, susu ikan analog bisa menjadi alternatif bagi individu yang memerlukan tambahan asupan protein, baik sebagai minuman harian maupun untuk memperkaya kandungan nutrisi makanan. “Produk ini sebaiknya dianggap sebagai pelengkap, bukan pengganti susu sapi,” tegasnya.

Dalam perbandingan antara susu ikan analog dan susu sapi, Prof. Annis menjelaskan bahwa profil nutrisi keduanya sangat berbeda dan tidak dapat disamakan. Susu sapi, katanya, kaya akan kalsium, vitamin D, protein, dan karbohidrat, terutama laktosa, yang merupakan komponen penting bagi kesehatan tulang. “Sementara itu, susu ikan analog lebih fokus pada asupan protein dan omega-3, yang baik untuk otak dan kesehatan jantung,” ungkapnya.

Namun, Prof. Annis juga menggarisbawahi bahwa ada potensi risiko alergi pada susu ikan analog. “Produk dari ikan laut, termasuk susu ikan analog, memiliki risiko menimbulkan alergi, terutama bagi anak-anak atau individu dengan sensitivitas tinggi terhadap histamin. Oleh karena itu, konsumsi susu ikan analog harus dilakukan dengan hati-hati, terutama pada kelompok rentan,” tutupnya. (ita)

susu ikan
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.