Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Rompi Pendingin Badan ala Mahasiswa

Rompi Pendingin Badan ala Mahasiswa

PERISTIWA redaksi19/11/2024 - 11:00 WIB

Mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) tak hentinya meraih berbagai prestasi membanggakan. Kali ini tim “Ocean Pulse Smart Vest” berhasil menyabet medali perak dalam kategori teknologi pada Second International Youth Summit di Kuala Lumpur, Malaysia pada Minggu (10/11).

Tim tersebut beranggotakan empat mahasiswa UNAIR yaitu Ririn Dwi Antari, Istighfar Rohmah, Fidella Rachmadiana Azra, Daniswara Zahra Anindita. Selain itu, tim ini juga berkolaborasi dengan satu mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS). Tim tersebut menggagas inovasi rompi pelampung pintar yang dapat memberikan sensasi dingin bagi pemakainya.

Dalam keterangannya pada UNAIR NEWS pada Kamis (14/11/24), Istighfar Rohmah, atau yang akrab disapa dengan Fafa menjelaskan terkait inovasi rompi pintar ini. Ocean Pulse Smart Vest merupakan rompi pelampung pintar yang memiliki teknologi yang dapat melepaskan sensasi dingin saat suhu lingkungan meningkat.

“Ide ini muncul dari banyaknya kasus heat stroke pada nelayan tradisional yang melaut di siang hari. Panasnya suhu di laut, dapat menyebabkan peningkatan suhu tubuh secara drastis. Hal ini dapat berbahaya bagi nelayan karena dapat menyebabkan heat stroke yang membuat nelayan pingsan, kejang sampai adanya pendarahan,” ungkapnya.

Rompi pelampung pintar ini memiliki cara kerja otomatis dengan mengandalkan sensor pendingin termoelektrik yang disebut peltier. Cara kerjanya yaitu sensor yang tertanam pada rompi akan mendeteksi kenaikan suhu di sekitar. Apabila suhu mencapai 38°C, sensor akan secara otomatis mengaktifkan peltier untuk melepaskan sensasi dingin pada rompi.

“Dalam penggunaannya sendiri, peltier pada rompi kami menggunakan energi matahari melalui panel surya untuk selanjutnya diubah menjadi sensasi dingin melalui reaksi termoelektrik. Sehingga dapat digunakan secara berkelanjutan tanpa perlu mengganti peltier secara berkala,” ujar Fafa.

Fafa menyebut bahwa peltier kadang menyebabkan adanya efek kejut listrik saat mengeluarkan sensasi dingin karena perbedaan arus listrik. Namun, timnya berusaha mengurangi efek kejut listrik ini pada rompi pintarnya supaya dapat dipakai dengan nyaman oleh nelayan. Serta menambahkan lapisan tahan air agar tetap bisa digunakan sebagai pelampung.

Inovasi ini harapannya dapat dipasarkan pada nelayan tradisional. Hal ini sesuai dengan fakta lapangan di mana nelayan tradisional sebagian besar memakai kapal tradisional yang tidak memiliki peneduh. Sehingga rawan terkena heat stroke di tengah cuaca terik di laut.

“Meskipun memang sasarannya nelayan, kami masih belum bisa menjual pada nelayan karena biaya pembuatannya yang cukup besar. Untuk dapat menekan harga, kami masih mencari sponsor dan stakeholder untuk dapat bekerja sama sehingga dapat menurunkan harga jual dan dapat dibeli oleh nelayan tradisional,” tutupnya. (ita)

Rompi Pendingin Badan
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.