Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Pendekatan Baru Membangun Keluarga

Pendekatan Baru Membangun Keluarga

KOMUNITAS redaksi28/02/2025 - 14:00 WIB

Perkembangan masyarakat digital, adalah sebuah keniscayaan. Hal tersebut membawa berbagai konsekuensi di berbagai bidang, termasuk pula pada struktur dan dinamika dalam level keluarga. Munculnya generasi Z dan derasnya arus informasi telah mengubah pola interaksi dalam keluarga, yang mendorong adanya konsep Alternating Family.

Konsep baru keluarga inilah yang Prof Dr Siti Mas’udah SSos MSi, Guru Besar Ilmu Sosiologi Keluarga Universitas Airlangga (UNAIR) bahas dalam orasi ilmiahnya.

Ia menyoroti pentingnya pendekatan baru dalam pembangunan keluarga berkualitas di Indonesia. Orasi ilmiah itu berlangsung dalam acara pengukuhan guru besar UNAIR di Aula Garuda Mukti, Kantor Manajemen, Kampus MERR-C UNAIR, pada Kamis (27/02).

“Masyarakat saat ini mengalami perubahan sosial yang begitu cepat. Teknologi informasi dan komunikasi tidak hanya mempercepat pertukaran informasi, tetapi juga memengaruhi nilai dan norma dalam keluarga,” ujar Prof Siti.

Keluarga merupakan institusi sosial pertama yang dapat membentuk karakter setiap individu. Namun, kehadiran teknologi informasi mengubah cara interaksi dan komunikasi dalam sebuah keluarga. Generasi Z sebagai kelompok yang tumbuh di era digital, memiliki karakteristik yang lebih terbuka, inklusif, dan mendambakan kesetaraan dalam hubungan keluarga.

“Relasi antar anggota keluarga semakin cair. Hubungan suami-istri dan interaksi antara orang tua dan anak menjadi lebih elastis. Media sosial kini tidak hanya digunakan sebagai alat komunikasi, tetapi juga sebagai sumber utama dalam memahami konsep perkawinan, keluarga, dan kehidupan,” paparnya.

Kondisi ini menuntut adanya paradigma baru dalam membangun keluarga yang berkualitas. Konsep Alternating Family hadir sebagai solusi dengan menekankan pada hubungan yang setara antara anggota keluarga, tanpa ada pihak yang dominan.

Berbeda dengan alternative family yang ada di barat, Alternating Family lebih relevan dengan konteks masyarakat Indonesia yang sedang mengalami perubahan sosial. Konsep ini menekankan kesetaraan hak setiap individu dalam keluarga, pengambilan keputusan dilakukan secara bersama, serta mendorong anggota keluarga untuk mengembangkan potensinya masing-masing.

“Selama ini, pembangunan keluarga lebih berorientasi pada ketahanan dan kesejahteraan secara kuantitatif. Namun, kita perlu pendekatan yang lebih holistik agar dapat memahami dinamika keluarga secara lebih mendalam,” jelas Prof Siti.

Konsep yang Prof Siti paparkan ini sejalan dengan fenomena liquid modernity, yang berarti kehidupan menjadi lebih fleksibel dan tidak kaku. Generasi Z menginginkan hubungan yang lebih terbuka dan dinamis dalam keluarga, sehingga mereka dapat berkembang secara maksimal.

Pembangunan keluarga yang berkualitas juga berkontribusi langsung pada kemajuan pembangunan nasional karena generasi yang unggul, inovatif, dan berdaya saing tinggi akan mampu menghadapi tantangan global. Selain itu, konsep ini juga mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), terutama dalam aspek Good Health and Well-Being serta Gender Equality.

“Kita harus menyadari bahwa perubahan dalam keluarga adalah sesuatu yang tak terelakkan. Dengan konsep Alternating Family, kita dapat membangun keluarga yang lebih adaptif terhadap perubahan zaman, sehingga mampu mencetak generasi masa depan yang lebih kuat dan siap bersaing di tingkat global,” tutupnya. (ita)

gubes unair
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.