Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Kisah Nauris Mahasiswa Unair Penerima LPDP

Kisah Nauris Mahasiswa Unair Penerima LPDP

PERISTIWA redaksi11/03/2025 - 15:00 WIB

Banyak anggapan LPDP sekadar bantuan finansial untuk pendidikan tinggi, namun bagi M Nauris Firdaus Rofaudin, awardee LPDP dari FIB UNAIR, beasiswa ini lebih dari itu. Ia beranggapan, LPDP sebagai wadah bagi mereka yang memiliki visi linier dan komitmen untuk berkontribusi bagi negeri.

“Menurutku bukan LPDP yang mengubah jalan pikiran kami sebagai awardee, tapi LPDP memilih orang-orang dengan pola pikir linier dan kontribusi nyata bagi dalam negeri,” jelasnya.

Nauris sudah lama menekuni dunia desain grafis, bahkan sejak masih di pesantren. Ia melihat potensinya bukan hanya sebagai keterampilan, tetapi sebagai media komunikasi yang bisa berdampak luas.

Berangkat dari pengalamannya menjalankan UMKM madu dan produk herbal, Nauris mulai berpikir bagaimana desain dan media bisa menjadi jembatan bagi UMKM untuk berkembang lebih modern dan kompetitif.

“Saya melihat UMKM masih condong ke cara tradisional, belum memiliki strategi komunikasi visual yang kuat. Inilah mengapa saya mengambil Global Media Communication, agar bisa membantu meningkatkan kualitas UMKM melalui desain dan media,” ungkapnya.

Perjalanan Nauris tidak selalu mulus, ia bukan tipikal mahasiswa yang unggul secara akademik sejak awal. Ia pernah merasa kurang percaya diri karena bukan siswa berprestasi di kelas.

“Saya itu bukan tipikal orang yang pintar banget. Saya intermediate, harus banyak belajar. Tapi saya percaya selama kita yakin, kita pasti bisa melampaui batas kita sendiri.”

Selain itu, tantangan terbesar lainnya adalah ekspektasi sosial dan imposter syndrome atau perasaan tidak cukup layak meskipun sudah bekerja keras. Namun, ia menemukan cara untuk menghadapinya dengan menghargai diri sendiri lebih dulu, tanpa menunggu apresiasi dari orang lain.

“Dan itu membuat saya sadar bahwa saya harus menghargai diri saya sendiri dulu. Akhirnya, itu yang memantik saya untuk terus maju.”

Ia percaya bahwa setiap individu bisa melampaui batasnya sendiri jika memiliki keyakinan kuat. “Ketika kamu percaya bisa mendapatkan angka 7, sebenarnya kamu bisa mencapai 9.”

Nauris menegaskan menjadi seorang akademisi atau praktisi bisa memulai dari hal-hal kecil yang bermakna. Baginya, yang terpenting adalah proses, selama jalan yang ditempuh baik, dampaknya pasti akan terasa.

Baginya, persiapan mendapatkan LPDP bukan hanya soal akademik, tetapi juga soal memahami posisi diri dan bagaimana kita bisa berkontribusi bagi negeri. Misalnya dengan melakukan refleksi diri, mempelajari relevansi studi, memaknai urgensi kontribusi dan mengembangkan sisi nasionalisme agar bisa berdampak bagi Indonesia. (ita)

Mahasiswa Unair
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.