Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Sastra Siber, Inovasi Kreatif di Era Digital

Sastra Siber, Inovasi Kreatif di Era Digital

PERISTIWA redaksi13/03/2025 - 13:00 WIB

Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan di berbagai aspek kehidupan, termasuk dalam dunia sastra. Salah satu fenomena yang muncul akibat transformasi ini adalah sastra siber. Sastra siber merupakan karya sastra yang lahir dan berkembang melalui media digital.

Dosen Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (UNAIR) Rima Firdaus SHum MHum menerangkan bahwa sastra siber pertama kali muncul di Indonesia pada tahun 1990-an. Munculnya karya puisi siber berjudul Grafiti Gratitude (2001) dan Cyberpuitika (2002) oleh Yayasan Multimedia Sastra (YMS) merupakan tonggak awal perkembangan puisi siber di Indonesia.

Rima mengungkap bahwa sastra siber tidak lahir tanpa sebab. “Sastra siber ini kadang disebut sebuah perlawanan terhadap sastra koran dan bayang-bayang penerbit besar yang melegitimasi label pengarang sastra,” jelasnya.

Sebelum hadirnya sastra siber, proses penerbitan karya sastra konvensional memerlukan waktu dan prosedur yang cukup panjang. Terdapat proses penyuntingan yang ketat sehingga sering kali karya gagal terbit akibat tidak memenuhi standar kriteria penerbitan.

Hadirnya sastra siber memberi kelonggaran atas batasan-batasan yang penerbit ciptakan. Kini, pengarang dapat mempublikasikan karyanya secara langsung melalui blog, forum daring, media sosial, atau platform digital lainnya.

Namun, Rima mengatakan bahwa kebebasan dalam publikasi karya sastra ini menimbulkan diskursus antar masyarakat.

“Tidak sedikit pengarang yang tidak menyepakati awal mula lahirnya sastra siber karena dianggap kurang berkualitas, tetapi barang kali selama bertahun-tahun kini banyak pengarang yang mulai memanfaatkan media sosial dan menyediakan ruang ini sebagai bentuk komunikasi dengan pembaca,” ujarnya.

Dosen Bahasa dan Sastra Indonesia itu juga menekankan bahwa perbedaan antara sastra siber dan sastra konvensional tidak hanya terletak pada media publikasinya.

Namun, keduanya juga berbeda dari segi peran pembaca, di mana dalam sastra siber pembaca adalah subjek aktif, sementara dalam sastra konvensional pembaca adalah subjek pasif.

Sastra siber cenderung bersifat interaktif, hal ini memungkinkan pembaca untuk terlibat langsung dalam karya atau memberi umpan balik yang dapat mempengaruhi perkembangan cerita.

Sebaliknya, sastra konvensional lebih bersifat statis, pembaca hanya menerima cerita dalam bentuk final tanpa adanya keterlibatan langsung dalam proses penciptaannya.

“Hal ini yang menurut saya paling menarik, kalau ada karya sastra lahir sebelum era sastra siber maka interaksi pembaca dan pengarang akan tercipta melalui ruang-ruang diskusi langsung, seperti bedah buku, jumpa penggemar, dan sejenisnya. Namun, kini tidak sulit berkomentar langsung pada akun media sosial pengarang, bahkan pembaca dapat berinteraksi aktif, saling berbalas pesan, dan pengarang dapat bebas bertanya kepada pembaca mengenai karyanya,” tutup Rima. (ita)

sastra siber
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.