Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Seniman Indonesia di Festival Musik Elektroakustik

Seniman Indonesia di Festival Musik Elektroakustik

PERISTIWA redaksi06/05/2025 - 14:00 WIB

Dalam pesatnya perkembangan lanskap musik kontemporer dunia, seniman Indonesia mendapat peran penting dalam BEAST FEaST 2025. Salah satu festival musik elektroakustik paling bergengsi di dunia.

Kali ini, bukan hanya suara musik elektronik konvensional yang mengisi panggung. Melainkan, tubuh manusia itu sendiri yang diolah menjadi musik elektroakustik melalui karya Panjago: ‘Body, Sound, dan Improvisation’.

Panjago adalah karya kolaborasi pasangan suami istri seniman lintas disiplin ilmu dari Indonesia. Mereka adalah, Hario Efenur dan Rani Jambak, bersama Prof. Scott Wilson, seniman dan profesor musik elektroakustik University of Birmingham, Inggris.

Karya ini berupa performance musik elektroakustik yang memadukan seni bela diri tradisional Minangkabau (silek), improvisasi musik digital. Sekaligus, teknologi suara imersif.

Pertunjukan komposisi musik eksperimen kolaborasi ini dipentaskan Jumat (02/05) di The Dome Bramall Music Building, University of Birmingham. Yakni, dalam event tahunan BEAST (Birmingham Electroacoustic Sound Theatre) FEaST 2025.

“Di Panjago, kami bukan hanya memainkan musik, kami menghidupkan tubuh sebagai sumber bunyi, sumber pengetahuan dan spiritualitas. Hentakan kaki, desah napas, dan gerak tubuh diamplifikasi serta diolah menjadi ritme dan nada,” kata Hario dalam keterangannya, dikutip Minggu (04/05).

Seniman asal Lasi, Sumatera Barat ini mengaku, sedang meriset silek sebagai basis musik tubuh dalam studi doktoralnya. Diketahui, Hario mengambil studi doktoralnya di ISI Surakarta.

Ia dikenal berkat pendekatan inovatifnya dalam menggunakan tubuh sebagai instrumen musik. Dan telah membawakan pertunjukan serupa ke berbagai panggung di Indonesia maupun dalam kolaborasi-kolaborasi internasional.

Istilah musik elektroakustik mungkin belum populer di Indonesia. Genre musik ini muncul sekitar tahun 1940-an di Prancis, menggunakan teknologi untuk memproses dan memanipulasi suara akustik.

Yakni, baik dari suara alam, instrumen tradisional, maupun tubuh manusia. Ini agak berbeda dari genre musik elektronik murni yang lahir di Jerman tahun 1950-an.

Sedangkan, Rani Jambak merupakan salah satu komposer dan musisi yang intens mengeksplorasi musik elektroakustik melalui karya-karya soundscape kreatifnya. Ia banyak merekam bunyi-bunyian di alam dan suara aktivitas manusia, kemudian diolahnya dengan teknologi digital menjadi komposisi musik kreatif.

Rani adalah pemenang The Oram Award 2022, di Inggris. Ia dikenal karena karyanya yang banyak mengangkat lanskap bunyi Indonesia, kritik terhadap perubahan ekologis, dan penciptaan instrumen musik.

“Dalam karya Panjago, instrumen utama berasal dari suara yang dihasilkan oleh setiap gerakan silek yang dilakukan Hario. Yang ditangkap oleh sensor kamera, dan diolah menjadi nada dan ritme,” kata Rani, yang sering dijuluki sebagai seniman perempuan pemburu bunyi, karena berbagai aktivitasnya dalam merekam suara-suara. (rri)

Festival Musik Elektroakustik
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.