Persatuan Artis Film Indonesia (PARFI) Jawa Timur siap mendukung pembuatan film nasional The Hostages Hero dengan terlibat langsung pada proses casting terbuka.
Dukungan itu diberikan PARFI Jawa Timur karena film The Hostages Hero dinilai bukan hanya film aksi penyelamatan biasa, tetapi juga kisah refleksi tentang keberanian, konflik batin, dan makna sejati dari sebuah perjuangan.
Ketua PARFI Jawa Timur, Wira Lina, mengataka dunia perfilman masional kembali mendapat warna baru lewat film aksi drama patriotik berjudul The Hostages Hero, yang terinspirasi dari kisah nyata penyanderaan di Selat Malaka tahun 2004.
Film ini, lanjutnya, mengangkat ketegangan antara semangat patriotisme dan ekstremisme, serta sisi kemanusiaan dalam konflik yang membara.
Karena itu dia menyampaikan dukungannya terhadap produksi film The Hostages Hero dan sekaligus turut berpartisipasi dalam kegiatan casting.
Tentang proses casting terbuka untuk film ini akan digelar di
Museum Pusat TNI AL Surabaya, Rabu (09/07) mulai pukul 08.00 WIB sampai selesai.
“Film ini bukan sekadar aksi militer, tapi juga refleksi perjuangan, kemanusiaan, dan nilai kebangsaan. PARFI Jawa Timur siap mendukung talenta lokal untuk turut ambil bagian,” ujar Wira Lina di Surabaya, Sabtu (05/07).
“The Hostages Hero akan menghadirkan tokoh-tokoh kuat seperti Letkol A. Taufik, Jalaludin, hingga sosok anak kecil bernama Cut Aisyah yang menjadi simbol harapan dalam badai konflik.”
Film ini, tambah Wira Lina, diharapkan mampu mengangkat semangat nasionalisme serta membuka ruang dialog tentang makna sejati perjuangan di tengah gempuran ideologi.
Film The Hostages Hero bukan hanya berkisah tentang aksi penyelamatan, tetapi juga kisah refleksi tentang keberanian, konflik batin, dan makna sejati dari sebuah perjuangan. (ita)
