Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Unair Ikut Tangani KLB Campak di Sumenep

Unair Ikut Tangani KLB Campak di Sumenep

KESEHATAN redaksi28/08/2025 - 14:00 WIB

Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (FK UNAIR) turut ambil bagian dalam pendampingan pelaksanaan Outbreak Response Immunization (ORI) campak di Kabupaten Sumenep, Jawa Timur. Kegiatan berlangsung mulai Senin (25/08) hingga Sabtu (06/09), menyusul penetapan Kejadian Luar Biasa (KLB) campak yang telah merenggut belasan korban jiwa di Kabupaten Sumenep.

Upaya penanganan KLB campak di Sumenep dilakukan secara kolaboratif antara Kementerian Kesehatan (Kemenkes), Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas Kesehatan Sumenep, FK dan FKM UNAIR. Wakil Dekan 3 FK UNAIR, Dr Sulistiawati dr M Kes pada Rabu (27/08) menyampaikan bahwa kebutuhan tenaga dokter dalam ORI mendorong keterlibatan UNAIR untuk memberikan pendampingan.

“Tim vaksinator di lapangan sudah lengkap, namun tetap dibutuhkan dukungan dokter, terutama untuk advokasi dan pendampingan. Karena itu, FK UNAIR menerjunkan tim, khususnya dari departemen pediatri,” jelasnya.

Tim FK UNAIR berangkat dalam tiga gelombang. Gelombang pertama dipimpin oleh dr Dwi Yanti Puspitasari DTMH MCTM Sp A(K) bersama dr Alpha Fardah Athiyyah Sp A(K) serta tim dokter PPDS lainnya. Mereka langsung berkoordinasi dengan Kemenkes dan Dinas Kesehatan setempat untuk memetakan wilayah dan cakupan imunisasi terendah.

“Pendampingan kami difokuskan pada daerah-daerah yang cakupan ORI masih di bawah 10 persen. Salah satunya di TK Qurrota Ayun dengan 200 anak yang menjadi sasaran imunisasi,” terang dr Alpha.

Selain memberikan vaksinasi, tim juga melaksanakan edukasi bagi orang tua dan tenaga kesehatan, sekaligus mendampingi proses screening hingga pasca vaksinasi.

Selain mendampingi proses vaksinasi, tim FK UNAIR turut memastikan kesiapan tenaga kesehatan dalam menghadapi kemungkinan Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI). Edukasi diberikan kepada masyarakat terkait pentingnya vaksinasi campak serta penanganan medis yang tepat.

“Pesan pentingnya adalah campak merupakan penyakit sangat menular dan berisiko mematikan jika tidak dicegah dengan imunisasi. Vaksin bukan hanya melindungi anak sendiri, tetapi juga orang-orang di sekitarnya,” tegas dr Dwi Yanti.

Berdasarkan laporan awal, jumlah pasien campak di RSUD Sumenep mulai berkurang, dari 22 kini tinggal 6 orang. Namun, angka kematian akibat komplikasi pneumonia masih menjadi perhatian serius. “Rata-rata pasien datang terlambat, dalam kondisi berat, sehingga sulit ditangani,” jelas dr Dwi Yanti.

Sementara itu, dr Dwi Yanti juga menegaskan bahwa ORI diberikan untuk semua anak sesuai rentang usia, tanpa memandang lengkap imunisasinya.

“Tujuan ORI adalah melindungi semua anak. Jadi tidak dilihat dari status imunisasinya, melainkan kondisinya saat akan divaksin. Kalau sedang sakit atau demam, tentu ditunda. Tetapi kalau sehat, maka tetap diberikan vaksin,” jelasnya.

Dengan pelaksanaan ORI secara serentak, diharapkan cakupan imunisasi meningkat dan penyebaran campak dapat ditekan. Melalui sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan perguruan tinggi, UNAIR meneguhkan perannya dalam mendukung kesehatan masyarakat, sekaligus berkontribusi dalam penanggulangan KLB campak di Indonesia. (ita)

Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.