Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Masalah Sampah Jadi Swasembada Pangan

Masalah Sampah Jadi Swasembada Pangan

KOMUNITAS redaksi11/09/2025 - 13:00 WIB

Memanfaatkan hasil samping UMKM untuk swasembada pangan, tim UNAIR berhasil raih best presentation dalam perlombaan Esai Student Food Creativity Competition 2025. Perlombaan itu terselenggara di Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Rabu (03/09) lalu.

Tim tersebut terdiri dari tiga mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) yakni Mutiara Putih Gading (FISIP), Bindari Zyabillea Ligayufa (FKH), dan Ema Salsabilla Arinda (FISIP). Tim tersebut berhasil pukau juri dengan inovasi yang mereka bawakan.

Mutiara mewakili tim nya menjelaskan inovasi yang mereka bawakan adalah aplikasi bernama SisaJadi (Sisa Pangan Jadi Inovasi). “Aplikasi SisaJadi merupakan aplikasi yang memungkinkan pengguna untuk menjual atau mengolah limbahnya secara mandiri,” tuturnya.

Mutiara mewakili tim yang mengatakan bahwa timnya menyoroti data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) yang mendapati bahwa 41 persen sampah di Indonesia merupakan sisa makanan. “Selain data KLKH kami mendapati bahwa Indonesia juga merupakan penghasil sampah makanan terbanyak di Asia Tenggara,” ungkapnya.

Hal tersebut memicu sebuah ide untuk Mutiara dan timnya, apalagi Indonesia banyak memiliki UMKM yang menunjukkan potensi optimalisasi pangan. Berlatar belakang kondisi tersebut, mereka mengeluarkan inovasi yang bisa menjembatani pengelolaan sisa sampah dan kembali dalam produk yang bisa dimanfaatkan.

Miliki tiga tujuan utama yakni mengurangi food loss, memberdayakan UMKM lokal dan juga mendorong swasembada pangan. Aplikasi ini membantu UMKM dengan berbagai fitur, yakni halaman menu, scan sisa, pasar sisa, dan kreasi sisa.

Pada fitur halaman menu, fitur ini bisa melihat berapa banyak limbah yang sudah diolah oleh pengguna dan dampaknya terhadap lingkungan. Selain itu aplikasi ini bisa melihat berapa banyak jumlah emisi yang dikurangi pada setiap pemrosesan limbah samping UMKM.

Lebih lanjut, Mutiara menjelaskan mengenai fitur scan sisa yang dapat memindai hasil limbah sisa samping pangan. “Limbah yang dipindai bisa diidentifikasi merupakan limbah apa dan diarahkan untuk ke pasar sisa atau kreasi sisa,” jelasnya.

Limbah yang diarahkan ke pasar sisa bisa direkomendasikan untuk dijual ke berbagai mitra. Hal ini karena aplikasi tersebut mewadahi jual beli limbah atau produk dari limbah tersebut. Selain mendukung lingkungan, fitur ini juga memajukan ekonomi UMKM lokal.

Sementara itu, pada fitur kreasi sisa terdapat berbagai panduan pengelolaan limbah yang telah disesuaikan dengan limbah yang dipindai. Sehingga memungkinkan pengguna untuk mengolah limbahnya secara mandiri dengan bantuan tutor video yang tersedia. (ita)

Mahasiswa Unair masalah sampah
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.