Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Sukitman, Penunjuk Lokasi Korban G30S/PKI

Sukitman, Penunjuk Lokasi Korban G30S/PKI

KOMUNITAS redaksi30/09/2025 - 14:00 WIB

Sukitman mungkin nama yang tidak terlalu sering terdengar di seputar sejarah peristiwa G30S PKI. Ia merupakan salah satu tokoh kunci dalam penemuan korban-korban di Lubang Buaya.

Sukitman saat itu adalah Agen Polisi tingkat II yang disebut memberi petunjuk dalam proses pencarian korban G30S PKI. Kesaksian Sukitman dijabarkan melalui buku Pierre Tendean: Jejak Sang Ajudan, Sebuah Biografi oleh Ahmad Nowmenta Putra.

Sukitman pada saat itu masih berusia 22 tahun. Ia ikut diangkut ke dalam bus dan dibawa ke Lubang Buaya.

Sukitman dan rekannya bernama Sutarso sedang berjaga dan berpatroli pada 1 Oktober 1965,sekitar pukul 03.00 WIB. Keduanya kala itu bertugas di Seksi Vm Kebayoran Baru yang terletak di Wisma AURI, Jl Iskandarsyah, Jakarta.

Sukitman terkejut dengan suara tembakan di rumah DI Panjaitan di Jl Sultan Hasanudin. Insting membawanya menuju sumber kegaduhan menggunakan sepeda kumbang, sambil menenteng senjata.

Tiba-tiba terdengar teriakan dari tentara dengan seragam loreng dan baret merah. “Turun! Lempar senjata dan angkat tangan!”

Ia pun turun dari sepeda dan melempar senjatanya. Tangan Sukitman diikat dan kedua matanya ditutup kain merah.

Beruntung, polisi muda ini berhasil melarikan diri. Sukitman melaporkan ke pasukan keamanan, ia menyaksikan pembunuhan para korban.

Berdasarkan informasi Sukitman, ditemukan timbunan tanah dan sampah pada 3 Oktober 1965. Lokasi tersebut diduga tempat mengubur jenazah G30S PKI, lokasinya ada di lingkungan kebun karet, daerah Lubang Buaya.

Setelah digali, ternyata merupakan sumur tua. Kolonel Sarwo Edhie Wibowo sempat memerintahkan penghentian penggalian lantaran kesukaran teknis.

Esoknya setelah mendapat informasi perihal kemungkinan besar lokasi penguburan jenazah G30S PKI, Soeharto berangkat ke sumur tua. Ia dan anggota Kesatuan Intai Para Amphibi dari KKO-AL dan RPKAD kemudian menemukan para korban. (rri)

G30S/PKI:
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.