Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi
  • Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral
  • RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas
  • Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik
  • Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang
  • ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi
  • Khofifah Tinjau SPMB 2026 di Surabaya, Antrean Lebih Tertib dan Layanan Meningkat
  • Khofifah Sambut Jemaah Haji Kloter I, Apresiasi Layanan Imigrasi Digital
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Prof Nirawati Soal Paradigma Baru Mikrobiologi Endodontik

Prof Nirawati Soal Paradigma Baru Mikrobiologi Endodontik

KESEHATAN redaksi31/10/2025 - 13:00 WIB

Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menambah jajaran guru besarnya melalui prosesi pengukuhan yang berlangsung pada Selasa (29/10) di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR-C. Prof Dr Nirawati Pribadi drg MKes SpKG(K) resmi dikukuhkan sebagai Guru Besar dalam bidang Ilmu Mikrobiologi Endodontik dari Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) UNAIR.

Prof Nirawati menyoroti pentingnya perubahan cara pandang terhadap peran mikroorganisme dalam keberhasilan terapi endodontik. Ia menjelaskan bahwa perkembangan teknologi molekuler seperti Polymerase Chain Reaction (PCR), Quantitative PCR (qPCR), dan Next-Generation Sequencing (NGS) telah menggeser paradigma lama menuju pemahaman yang lebih komprehensif mengenai infeksi saluran akar.

Paradigma Baru Mikrobiologi Endodontik
Prof Nirawati menjelaskan bahwa pemahaman terkini menempatkan infeksi endodontik sebagai infeksi polimikroba, bukan lagi infeksi tunggal (monomikroba) seperti yang diyakini sebelumnya. Infeksi primer umumnya disebabkan oleh bakteri anaerob obligat, sedangkan infeksi sekunder melibatkan bakteri gram positif fakultatif. Dalam konteks ini, biofilm menjadi faktor utama penyebab kegagalan terapi karena merupakan komunitas mikroorganisme yang saling berinteraksi dan terlindungi oleh matriks pelindung, sehingga lebih resisten terhadap agen antimikroba.

Menurutnya, biofilm tidak hanya memberikan perlindungan fisik, tetapi juga mengubah mikro lingkungan dan memungkinkan komunikasi antar sel atau quorum sensing yang memperkuat patogenisitas mikroba. “Pemahaman terhadap perilaku mikroba dalam biofilm sangat penting agar dokter gigi dapat menyesuaikan strategi perawatan yang lebih efektif dan menyeluruh,” jelasnya.

Pendekatan Terapi Modern Berbasis Mikrobiologi
Dalam paparannya, Prof Nirawati menyoroti berbagai strategi terapeutik inovatif yang kini dikembangkan untuk meningkatkan keberhasilan perawatan saluran akar. Ia menyebutkan peningkatan efektivitas irigasi dan disinfeksi kimiawi menggunakan kombinasi Natrium Hipoklorit (NaOCl), EDTA, dan agen antimikroba tambahan, serta penggunaan medikamen intrakanal bertarget seperti Kalsium Hidroksida (Ca(OH)₂) dan Triple Antibiotic Paste (TAP).

Selain itu, kemajuan teknologi turut menghadirkan metode modern seperti Photodynamic Therapy (PDT), nanoteknologi, dan plasma dingin (cold plasma), yang terbukti mampu meningkatkan efektivitas disinfeksi. “Pendekatan berbasis mikrobiologi bertujuan mengganggu struktur biofilm, menurunkan virulensi mikroba, dan memperkuat respons imun inang agar tercipta keseimbangan mikroba sehat di rongga mulut,” tuturnya.

Arah Penelitian dan Harapan ke Depan

Menutup pidato ilmiahnya, Prof Nirawati menyoroti sejumlah tantangan kontemporer di bidang mikrobiologi endodontik, seperti resistensi antimikroba, eliminasi total biofilm, variabilitas respons inang, serta kebutuhan diagnosis yang cepat dan prediktif. Tantangan-tantangan tersebut menuntut integrasi ilmu dasar, teknologi, dan praktik klinis yang lebih presisi dalam pengembangan strategi perawatan.

Ia menegaskan bahwa penelitian ke depan perlu difokuskan pada metode diagnostik molekuler yang cepat dan spesifik, sekaligus menemukan target terapi yang lebih presisi dalam menangani infeksi saluran akar. “Transformasi paradigma ini bukan sekadar perubahan konsep, tetapi langkah nyata menuju praktik kedokteran gigi berbasis bukti dan selaras dengan kemajuan ilmu pengetahuan,” pungkasnya. (ita)

Guru Besar Unair prof nirawati
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB

Comments are closed.

D-8 Youth Dialogue UNAIR Soroti Ketahanan Energi, Peran Anak Muda Dinilai Penting dalam Mendorong Inovasi

03/06/2026 - 19:21 WIB

Dishub Surabaya Tempuh Proses Hukum Usai Dugaan Pencurian Rambu Parkir di Satpas Colombo Viral

03/06/2026 - 19:05 WIB

RICH Pakal Jadi Ruang Belajar Bahasa Inggris Gratis, Ratusan Anak Antusias Ikut Kelas

03/06/2026 - 18:57 WIB

Chelsea Rilis Jersey Kandang 2026-2027 dengan Strategi Peluncuran Unik

02/06/2026 - 22:55 WIB

Cross Musea Pertiwi 2026 Resmi Dibuka, Hadirkan AI dan Wayang

02/06/2026 - 22:01 WIB

ITS Perluas Kerja Sama Global dengan HSE Rusia, Fokus Sains dan Teknologi

02/06/2026 - 21:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.