Pemerintah Kabupaten Banyuwangi kembali menerima kehadiran mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tahun ini, sebanyak 366 mahasiswa UNAIR diterjunkan untuk melaksanakan pengabdian masyarakat di wilayah Banyuwangi bagian selatan, Selasa (6/1/2026).
Kegiatan penerjunan berlangsung di Pendopo Sabha Swagata Blambangan dan mencakup enam kecamatan, yakni Purwoharjo, Tegalsari, Pesanggaran, Bangorejo, Gambiran, serta Siliragung, dengan total 41 desa sasaran. Seluruh kegiatan KKN diarahkan untuk mendukung implementasi Sustainable Development Goals (SDGs) sekaligus memperkuat program Banyuwangi Hijau.
Asisten I Sekretaris Daerah Kabupaten Banyuwangi, M. Yanuarto Bramuda, S.Sos., MBA., MM., mengapresiasi kepercayaan UNAIR yang kembali memilih Banyuwangi sebagai lokasi pengabdian mahasiswa.
“Enam kecamatan ini memiliki potensi ekonomi yang cukup baik, mulai dari pariwisata hingga pertanian. Mahasiswa KKN dapat berkolaborasi dengan masyarakat untuk membesarkan desa-desa tersebut,” ujarnya.
Ia juga menekankan peran strategis mahasiswa dalam mendukung pengelolaan lingkungan, khususnya edukasi pengelolaan sampah di wilayah pesisir selatan Banyuwangi.
“Persoalan sampah, terutama di kawasan pantai, membutuhkan kesadaran kolektif. Kami berharap mahasiswa dapat memberikan pencerahan kepada masyarakat dalam satu bulan ke depan,” jelasnya.
Selain dampak sosial dan lingkungan, Yanuarto menilai kehadiran mahasiswa UNAIR turut memberikan kontribusi ekonomi bagi masyarakat setempat.
“Kampus tidak hanya mencetak SDM unggul, tetapi juga menggerakkan ekonomi lokal. Kehadiran mahasiswa dari berbagai daerah memberi dampak nyata bagi Banyuwangi,” tambahnya.
Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah dan perguruan tinggi, program KKN UNAIR diharapkan menjadi mitra strategis dalam mewujudkan pembangunan berkelanjutan dan memperkuat komitmen Banyuwangi Hijau sebagai agenda jangka panjang daerah. (tas)
