Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak memastikan 261 penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terdampak dugaan keracunan massal di Kabupaten Mojokerto telah memperoleh penanganan medis secara baik dan terus dipantau perkembangannya.
Hal tersebut disampaikan Emil saat meninjau Posko Layanan Kesehatan (Yankes) bagi korban keracunan yang berlokasi di Pondok Pesantren Ma’had An Nur, Dusun Jurangrejo, Desa Singowangi, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto, Minggu (11/1/2026).
“Kejadian ini menjadi perhatian serius kita semua. Yang terpenting adalah memastikan seluruh penerima manfaat yang terdampak mendapatkan pelayanan medis terbaik dan tertangani secara maksimal,” ujar Emil Dardak.
Dalam peninjauan tersebut, Emil menegaskan pentingnya investigasi komprehensif terhadap seluruh rangkaian pelaksanaan program MBG, mulai dari pemilihan bahan pangan, proses pengolahan, kebersihan wadah makanan, hingga distribusi ke penerima manfaat.
“Kita ingin mengetahui secara menyeluruh apa yang menjadi penyebab kejadian ini agar sistem pelaksanaan MBG ke depan bisa diperbaiki dan diperkuat,” jelasnya.
Ia meminta semua pihak terkait, termasuk Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), untuk terbuka dan kooperatif dalam proses penelusuran. Secara khusus, Emil juga menginstruksikan Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur untuk turut mengawal dan mendampingi proses investigasi bersama pemerintah kabupaten.
“Harapannya, dari penelusuran ini kita bisa menemukan akar permasalahan yang jelas sehingga dapat menjadi bahan evaluasi dan perbaikan di masa mendatang,” tegas Emil.
Lebih lanjut, Wakil Gubernur memastikan bahwa seluruh biaya perawatan dan pengobatan korban keracunan akan ditanggung oleh pemerintah. Saat ini, para korban dirawat di beberapa fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Mojokerto, salah satunya RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari.
Emil juga mengimbau masyarakat yang sebelumnya menerima MBG dari SPPG Yayasan Bina Bangsa Semarang 03 Mojokerto dan merasakan keluhan seperti mual, muntah, demam, atau diare, agar segera melapor ke Posko Yankes di Pondok Pesantren Ma’had An Nur.
“Jangan menahan keluhan atau hanya berobat sendiri di rumah. Segera laporkan agar bisa ditangani secara medis dengan optimal,” imbaunya.
Selain meninjau posko kesehatan, Emil turut mengunjungi dan menjenguk para korban yang tengah menjalani perawatan di RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari sebagai bentuk empati dan dukungan moral.
Diketahui sebelumnya, ratusan pelajar dan santri dari tujuh lembaga pendidikan di Kabupaten Mojokerto mengalami gejala mual, muntah, demam, dan diare usai mengonsumsi menu MBG berupa soto ayam pada Jumat (9/1/2026). Dari jumlah tersebut, 160 santri Pondok Pesantren Ma’had An Nur tercatat ikut terdampak secara medis.
Di akhir kunjungan, Emil Dardak menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten Mojokerto, tenaga kesehatan, aparat, serta pihak pondok pesantren yang dinilai sigap dan cepat dalam merespons kejadian tersebut.
“Kami mengapresiasi seluruh elemen di Kabupaten Mojokerto atas kebersamaan dan respons cepatnya, termasuk pihak pesantren yang sangat kooperatif dalam penanganan peristiwa ini,” pungkasnya.
Peninjauan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Kabupaten Mojokerto, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Dandim 0815/Mojokerto, Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Timur, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Mojokerto, serta jajaran manajemen RSUD Prof. dr. Soekandar Mojosari. (tas)
