Rumah Padat Karya (RPK) Viaduct by Gubeng terus menegaskan eksistensinya sebagai ruang publik kreatif yang inklusif dan berkelanjutan. Sepanjang tahun 2025, fasilitas ini berhasil membukukan omzet sebesar Rp725.629.834.
Berlokasi di Jalan Nias Nomor 110, Kecamatan Gubeng, RPK Viaduct tidak hanya menjadi tempat berjualan UMKM, tetapi berkembang menjadi ruang interaksi sosial, komunitas, dan kreativitas warga kota. RPK ini diresmikan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi pada 2022 dan kini memasuki tahun keempat operasional.
Camat Gubeng, Eko Kurniawan Purnomo, menyebut keberhasilan tersebut tidak lepas dari semangat kolaborasi dan konsistensi dalam membangun ekosistem ekonomi berbasis pemberdayaan.
“Prinsip kami maju bersama. UMKM berkembang dan keluarga miskin memiliki keterampilan untuk membawa penghasilan ke rumah,” kata Eko.
Lebih dari 60 pelaku UMKM terlibat aktif di RPK Viaduct. Untuk menjaga kualitas, pengelola menerapkan standarisasi rasa, kemasan, hingga kedisiplinan pelayanan. Kritik pelanggan justru dijadikan bahan evaluasi agar usaha terus berkembang.
Alih-alih mengandalkan promosi digital semata, RPK Viaduct memilih membangun basis pelanggan melalui aktivitas komunitas. Pelajar, mahasiswa, komunitas hobi, hingga kalangan profesional rutin berkegiatan di tempat ini.
Marketing Communication RPK Viaduct by Gubeng, Fredy Yunarto Sakti Wibowo, menyampaikan bahwa sejak 2023 Viaduct bertransformasi menjadi pusat aktivitas kreatif. Beragam kegiatan komunitas digelar, mulai dari kelas catur bersama Persatuan Catur Indonesia, pelatihan membatik, kerajinan tangan, hingga olahraga basket dan catur.
“Dalam sebulan, kami bisa mengakomodasi 10 hingga 30 agenda komunitas. Ini menggerakkan ekonomi UMKM sekaligus tenaga kerja MBR,” jelas Fredy.
Dengan dukungan delapan staf operasional dan jam layanan dari pukul 10.00 hingga 22.00 WIB, RPK Viaduct by Gubeng dinilai menjadi contoh nyata sinergi kebijakan Pemkot Surabaya dan semangat kewirausahaan warga dalam menciptakan ruang publik yang produktif dan berdaya guna. (tas)
