Kota Surabaya kembali mengukuhkan diri sebagai salah satu daerah dengan tata kelola terbaik di Indonesia. Dalam evaluasi SAKIP 2025, Pemerintah Kota Surabaya memperoleh predikat “AA” dengan nilai 91,83 dari Kementerian PANRB.
Penghargaan itu diserahkan Menteri PANRB, Rini Widyantini, dalam acara SAKIP dan Zona Integritas Awards 2025 di Jakarta.
Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyampaikan rasa syukur atas capaian tersebut. Ia menekankan bahwa penghargaan ini bukan sekadar angka evaluasi, tetapi harus menghadirkan manfaat konkret bagi masyarakat.
Menurutnya, berbagai inovasi yang dijalankan Pemkot Surabaya menjadi faktor kunci. Salah satunya Program Kampung Pancasila yang mendorong gotong royong dalam pembangunan berbasis komunitas hingga tingkat RW dan RT.
Selain itu, dashboard data kinerja daerah memungkinkan pemantauan program secara real time. Dengan sistem ini, intervensi kebijakan dapat dilakukan lebih cepat dan terukur.
Digitalisasi layanan melalui platform “Kantorku” dan “WargaKu” juga menjadi bagian dari transformasi birokrasi. Layanan internal pemerintahan menjadi lebih efisien, sementara pelayanan publik semakin responsif.
Pemkot Surabaya juga menerapkan evaluasi berbasis data by name by address untuk memastikan bantuan sosial dan program pemberdayaan tepat sasaran. Pendekatan ini membantu memvalidasi keluarga miskin dan mengukur dampak program secara lebih presisi.
Eri menegaskan, mempertahankan predikat AA bukan perkara mudah. Tantangan ke depan adalah memastikan setiap indikator kinerja tetap relevan dengan kebutuhan riil warga Surabaya.
“Predikat AA bukan tujuan akhir, melainkan motivasi untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Dengan capaian ini, Surabaya memperkuat posisinya sebagai kota yang mengedepankan akuntabilitas, inovasi, dan pelayanan publik yang berorientasi pada kesejahteraan warga. (tas)

