Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menegaskan komitmennya untuk memastikan penyaluran zakat, infak, dan sedekah (ZIS) di Kota Surabaya tepat sasaran serta memprioritaskan warga miskin setempat. Penegasan itu disampaikan saat membuka kegiatan Garage Day yang digelar serentak di 31 kecamatan.
Dalam sambutannya, Eri menyoroti adanya potensi zakat yang dihimpun dari masyarakat Surabaya, namun penyalurannya justru tidak sepenuhnya kembali kepada warga yang membutuhkan di dalam kota. Padahal, menurutnya, masih terdapat keluarga kurang mampu yang memerlukan dukungan, terutama menjelang Ramadan dan Idulfitri.
“Kalau menghimpun dari warga Surabaya, maka utamakan dulu penyalurannya untuk warga Surabaya yang membutuhkan,” tegasnya.
Ia menilai zakat bukan sekadar kewajiban ibadah, tetapi juga instrumen penting dalam mengurangi kesenjangan sosial dan memperkuat solidaritas antarwarga. Oleh karena itu, lembaga amil zakat (LAZ) diminta menjalankan fungsi penghimpunan dan distribusi secara transparan, akuntabel, serta sesuai regulasi.
Pemkot Surabaya, lanjut Eri, telah berkoordinasi dengan Kementerian Agama Republik Indonesia guna memperketat pengawasan administrasi dan pelaporan penyaluran ZIS. Setiap LAZ diwajibkan menyampaikan laporan rinci mengenai jumlah dana yang dihimpun serta daftar penerima manfaatnya.
Menurutnya, apabila terdapat lembaga yang tidak mematuhi ketentuan atau tidak transparan dalam pelaporan, maka sanksi administratif hingga pencabutan izin operasional dapat diberlakukan sesuai aturan yang berlaku. Langkah ini ditempuh untuk menjaga kepercayaan publik terhadap pengelolaan dana umat.
Selain aspek pengawasan, Eri juga mengajak aparatur sipil negara (ASN) dan masyarakat mampu untuk meningkatkan kepedulian sosial. Ia menekankan bahwa sebagian harta yang dimiliki pada hakikatnya mengandung hak orang lain yang membutuhkan bantuan.
Momentum Garage Day, kata dia, menjadi bukti bahwa semangat berbagi di Surabaya terus tumbuh. Partisipasi donatur dan ASN tahun ini dinilai meningkat dibandingkan periode sebelumnya. Hal tersebut menunjukkan bahwa kesadaran kolektif untuk membantu sesama semakin menguat.
Pemkot Surabaya berharap pengelolaan zakat dapat semakin optimal dan terfokus pada pengentasan kemiskinan di tingkat lokal. Dengan distribusi yang tepat dan pengawasan yang ketat, manfaat zakat diharapkan benar-benar dirasakan oleh warga miskin di Kota Pahlawan secara berkelanjutan. (tas)
