Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya melalui Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya (DLH) menyiagakan tujuh rayon taman untuk mengantisipasi dampak cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi hingga pertengahan Maret 2026. Langkah ini difokuskan pada penanganan pohon tumbang dan perantingan di titik-titik rawan guna meminimalkan risiko korban maupun gangguan lalu lintas.
Kepala DLH Surabaya, Dedik Irianto, menjelaskan bahwa pembagian tujuh rayon dilakukan agar respons lapangan lebih cepat dan terkoordinasi. Setiap rayon dilengkapi personel dan peralatan, termasuk mesin gergaji (senso) serta armada pendukung untuk menangani genangan air dan batang pohon yang melintang di jalan.
“Jika hujan lebat, prioritas kami dua hal: penanganan genangan dan evakuasi pohon tumbang. Tim langsung bergerak ke lokasi agar akses jalan tidak terganggu terlalu lama,” ujarnya, Selasa (3/3/2026).
Berdasarkan laporan hujan deras disertai angin kencang pada Senin (2/3/2026), wilayah Surabaya Pusat dan Surabaya Timur menjadi kawasan yang paling terdampak. Sejumlah pohon trembesi berukuran besar dilaporkan tumbang di ruas Jalan Diponegoro hingga Jalan Tambaksari. Peristiwa tersebut sempat menyebabkan kemacetan arus kendaraan.
Dedik memastikan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, meski terdapat beberapa kendaraan roda empat yang tertimpa pohon. Proses evakuasi dilakukan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP).
Ia menambahkan, sesuai arahan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, seluruh peralatan telah dipersiapkan sejak dini sebagai langkah mitigasi. Selain respons darurat, DLH juga menjalankan upaya preventif melalui perantingan rutin di jalan protokol maupun berdasarkan aduan masyarakat.
Pada akhir pekan lalu, DLH melakukan perantingan besar di kawasan Injoko dengan dukungan pengamanan lalu lintas dari kepolisian. Langkah tersebut dilakukan untuk mengurangi beban tajuk pohon agar tidak mudah roboh saat diterpa angin kencang.
Menyikapi prediksi cuaca ekstrem pada 1–10 Maret 2026, DLH mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat berkendara. Warga diminta tidak berteduh di bawah pohon besar atau baliho ketika angin kencang. Masyarakat juga diharapkan segera melaporkan pohon yang terlihat rapuh atau condong agar dapat segera ditindaklanjuti.
Dengan kesiapsiagaan tujuh rayon taman, Pemkot Surabaya berharap penanganan pohon tumbang dapat dilakukan secara cepat, tepat, dan terukur demi menjaga keselamatan warga serta kelancaran aktivitas di Kota Pahlawan. (tas)
