Ketua Tim Penggerak PKK Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, menyoroti pentingnya peran perempuan dalam memanfaatkan perkembangan teknologi digital, khususnya media sosial, sebagai sarana pengembangan diri sekaligus peningkatan kesejahteraan ekonomi.
Dalam kegiatan bertema peran perempuan di era digital yang digelar di Graha Wartawan A. Aziz, Surabaya, Arumi menilai bahwa akses yang semakin terbuka terhadap internet memberikan peluang besar bagi perempuan untuk berdaya. Ia menegaskan bahwa kondisi saat ini memungkinkan perempuan dan laki-laki memiliki kesempatan yang setara dalam mengakses informasi dan membangun jejaring.
Menurut Arumi, transformasi digital telah menghapus batas ruang dan waktu, sehingga perempuan dapat memanfaatkan media sosial untuk berbagai tujuan produktif, mulai dari pengembangan kapasitas diri hingga membuka peluang usaha. Ia melihat media sosial sebagai alat strategis untuk memperluas relasi, meningkatkan literasi keuangan, hingga membangun bisnis berbasis digital.
Data yang disampaikan dalam forum tersebut menunjukkan bahwa perempuan kini mendominasi pengguna media sosial di Indonesia. Pada akhir 2025, persentase pengguna perempuan mencapai 56,3 persen. Tren ini bahkan telah terlihat sejak beberapa tahun sebelumnya, termasuk dominasi perempuan dalam penggunaan platform seperti Instagram.
Meski demikian, Arumi mengingatkan bahwa pemanfaatan media sosial harus disertai dengan kesadaran dan pengendalian diri. Ia menilai bahwa platform digital memiliki dua sisi, yakni memberikan manfaat besar sekaligus berpotensi menimbulkan dampak negatif jika tidak digunakan secara bijak.
Selain itu, Arumi juga menekankan peran perempuan sebagai ibu dalam keluarga untuk menjadi filter utama bagi anak-anak dalam mengakses informasi digital. Pendampingan dan edukasi dinilai penting agar anak-anak mampu memahami manfaat sekaligus risiko penggunaan media sosial sejak dini.
Ia menambahkan bahwa pengenalan media sosial kepada anak perlu dilakukan secara terarah, termasuk memberikan pemahaman bahwa akses digital bersifat terbuka dan dapat diakses oleh siapa saja, termasuk pihak yang memiliki niat tidak baik.
Melalui pendekatan tersebut, Arumi berharap perempuan tidak hanya menjadi pengguna media sosial, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan yang memanfaatkan teknologi secara positif. Dengan pengelolaan yang tepat, media sosial diyakini dapat menjadi sarana pemberdayaan yang mendorong peningkatan kualitas hidup dan kesejahteraan keluarga di era digital. (tas)

