Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Fakultas Kedokteran Gigi (FKG) Universitas Airlangga (UNAIR). Tiga mahasiswa berhasil meraih juara pertama dalam ajang Moestopo Dentistry Scientific Program (MDS Pro) 2026 melalui inovasi di bidang kesehatan gigi yang berfokus pada lansia.
Kompetisi yang berlangsung pada 18 April 2026 di Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Prof. Dr. Moestopo (Beragama), Jakarta, tersebut menjadi salah satu ajang bergengsi di bidang kedokteran gigi. Beragam kategori dilombakan, mulai dari karya tulis ilmiah hingga kompetisi klinis, yang mempertemukan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi.
Tim FKG UNAIR yang terdiri dari Felice Kanaya Chandra, Akmal Umara Adli, dan Bayu Cahyo Bintoro tampil unggul melalui gagasan inovatif berupa oral exercise. Konsep ini merupakan pendekatan non-invasif yang dirancang untuk membantu menjaga dan meningkatkan fungsi oral pada kelompok lanjut usia.
Inovasi tersebut dilatarbelakangi oleh meningkatnya jumlah populasi lansia yang kerap mengalami penurunan kemampuan fungsi mulut, seperti melemahnya tekanan lidah dan berkurangnya efektivitas mengunyah. Kondisi ini berpotensi berdampak pada asupan nutrisi hingga kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Felice Kanaya Chandra menjelaskan bahwa ide tersebut berangkat dari kebutuhan nyata di masyarakat. Timnya kemudian mengembangkan konsep berbasis kajian ilmiah dengan pendekatan meta-analisis dari berbagai jurnal kesehatan gigi.
Selain menyusun karya tulis ilmiah, tim juga menghadirkan alat peraga sederhana untuk memvisualisasikan konsep oral exercise. Pendekatan ini dinilai efektif dalam membantu juri memahami implementasi inovasi secara lebih konkret.
Proses menuju kemenangan tidak berlangsung tanpa tantangan. Di tengah persiapan lomba, tim juga harus menghadapi agenda akademik berupa Ujian Tengah Semester (UTS). Kondisi tersebut menuntut manajemen waktu yang ketat serta koordinasi tim yang solid.
Felice mengungkapkan bahwa keberhasilan tim tidak lepas dari kerja sama yang baik serta dukungan dari berbagai pihak. Ia menilai bahwa kolaborasi menjadi kunci utama dalam menghadapi tekanan akademik dan kompetisi secara bersamaan.
Lebih dari sekadar prestasi, inovasi oral exercise yang dikembangkan diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam meningkatkan kualitas hidup lansia. Pendekatan sederhana namun aplikatif menjadi nilai lebih dari gagasan tersebut.
Ajang MDS Pro 2026 sendiri mengusung tema Symphony of Smiles: The Rhythm of Happiness, Transforming Lives, One Smile at a Time. Tema ini mendorong peserta untuk menghadirkan solusi inovatif yang berdampak langsung terhadap kualitas kesehatan gigi dan mulut.
Keberhasilan mahasiswa FKG UNAIR ini sekaligus mempertegas komitmen institusi dalam mendorong riset berbasis kebutuhan masyarakat. Inovasi di bidang kesehatan gigi diharapkan tidak hanya berhenti pada tataran akademik, tetapi juga dapat diimplementasikan secara luas.
Melalui capaian ini, mahasiswa UNAIR menunjukkan bahwa generasi muda memiliki potensi besar dalam menciptakan solusi inovatif di bidang kesehatan. Dengan pendekatan ilmiah dan kreativitas, kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat dapat terus dikembangkan. (tas)

