Latar belakang pendidikan di bidang sains tidak selalu membatasi seseorang pada dunia akademik atau laboratorium. Hal itu dibuktikan oleh Indryati Widjasena, alumni Program Studi Kimia Universitas Airlangga (UNAIR), yang berhasil menapaki karier hingga posisi strategis di berbagai sektor industri dan bisnis.
Ketertarikan Indryati terhadap ilmu kimia telah tumbuh sejak masa sekolah menengah. Lingkungan keluarga yang memiliki kedekatan dengan bidang teknik kimia turut memperkuat minatnya untuk mendalami disiplin tersebut secara akademis. Pilihannya untuk melanjutkan studi di Kimia UNAIR menjadi langkah awal dalam membangun fondasi keilmuan yang kemudian berperan besar dalam perjalanan profesionalnya.
Karier Indryati dimulai dari posisi staf Quality Control di PT Vitapharm. Pengalaman tersebut menjadi pintu masuk untuk memahami proses produksi dan standar kualitas dalam industri kosmetik. Seiring waktu, ia memperluas pengalaman dengan berkarier di sejumlah perusahaan lain seperti PT Nardevchem, PT Menjangan Sakti, hingga PT Bsk Tijala.
Transformasi signifikan terjadi ketika Indryati mulai mengembangkan peran sebagai pelaku usaha. Ia sempat menjadi pemilik sekaligus komisaris di PT Marga Dwi Kencana selama lebih dari sepuluh tahun. Pengalaman ini menjadi titik penting dalam pergeseran peran dari profesional menjadi pengusaha.
Memasuki periode terbaru dalam kariernya, sejak 2024 Indryati aktif mengembangkan berbagai lini bisnis. Ia mendirikan dan terlibat dalam sejumlah perusahaan yang bergerak di bidang layanan kesehatan, properti, hingga investasi. Di antaranya PT Elang Rajawali Mandiri, PT Intihuma Elang Perkasa, PT Intivesta Elang Perkasa, serta PT Elang Inti Medcos, dengan posisi sebagai komisaris.
Meski telah merambah dunia bisnis yang luas, Indryati menilai bahwa ilmu kimia tetap menjadi fondasi utama dalam perjalanan kariernya. Terutama dalam industri kosmetik, pemahaman terhadap bahan dan formulasi produk menjadi nilai tambah yang signifikan dalam membangun kredibilitas di hadapan mitra maupun konsumen.
Ia juga menekankan bahwa dinamika industri menuntut pembelajaran yang berkelanjutan. Dalam praktiknya, Indryati aktif mengikuti pelatihan dan perkembangan terbaru terkait bahan baku dan inovasi produk, termasuk dari mitra internasional. Hal ini dinilai penting untuk menjaga relevansi kompetensi di tengah perkembangan teknologi dan pasar.
Selain itu, Indryati turut memberikan perhatian pada pentingnya kesiapan generasi muda dalam menghadapi dunia kerja. Menurutnya, mahasiswa tidak cukup hanya mengandalkan capaian akademik, tetapi juga perlu memperkuat keterampilan pendukung seperti komunikasi dan penguasaan bahasa asing.
Pendekatan tersebut dinilai penting agar lulusan memiliki daya saing yang lebih tinggi serta mampu beradaptasi di berbagai sektor industri. Ia juga menyoroti pentingnya membangun pemahaman yang mendalam terhadap bidang yang dipelajari sebagai bekal utama dalam meniti karier.
Kisah Indryati Widjasena menjadi contoh konkret bahwa disiplin ilmu seperti kimia memiliki spektrum peluang yang luas. Tidak hanya terbatas pada penelitian atau laboratorium, tetapi juga dapat menjadi landasan kuat dalam membangun bisnis dan kepemimpinan di berbagai sektor.
Dengan kombinasi antara keilmuan, pengalaman, dan kemampuan beradaptasi, perjalanan karier ini menunjukkan bahwa integrasi antara sains dan bisnis mampu menciptakan peluang yang berkelanjutan di tengah perubahan zaman. (ita)

