Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memantau langsung proses pengambilan PIN dan verifikasi data Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di SMKN 1 Madiun dan SMAN 4 Madiun, Jumat (5/6). Peninjauan tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh tahapan berjalan lancar serta memberikan kemudahan bagi calon murid yang mengikuti proses penerimaan peserta didik tahun ajaran 2026.
Setibanya di lokasi, Gubernur Khofifah menyempatkan diri menyapa para calon murid yang sedang melakukan verifikasi data. Ia juga memberikan motivasi kepada mereka agar tetap semangat dalam mengikuti seluruh tahapan seleksi dan dapat diterima di sekolah yang diinginkan.
“Rencana mau ambil jurusan apa. Semangat dan sukses ya untuk kalian, semoga diterima,” ujarnya saat menyapa salah satu calon murid.
Usai meninjau ruang layanan dan berdialog dengan calon murid, Khofifah memastikan pelaksanaan SPMB berlangsung lancar dan terukur. Menurutnya, sistem pembatasan kuota layanan setiap hari membuat proses verifikasi lebih tertib sehingga tidak terjadi penumpukan maupun antrean panjang.
“Ketika memantau SPMB kita bisa melihat suasana yang insya Allah nyaman. Artinya ruang-ruang SPMB rata-rata ber-AC sehingga kita bisa memastikan layanan ini semakin hari memberikan kepastian bahwa mereka yang akan mendaftar di sekolah yang mereka tuju semuanya bisa terlayani dengan baik karena secara online mereka bisa mendapatkan kepastian tanggal dan jam verifikasi di sekolah yang mereka tuju,” jelas Khofifah.
Ia menambahkan, selama melakukan peninjauan proses SPMB, khususnya pada tahapan verifikasi, tidak ditemukan kendala yang berarti. Proses verifikasi dilakukan dengan mencocokkan data nilai yang telah masuk secara daring dari SMP atau sederajat dengan dokumen fisik yang dibawa oleh calon murid.
Menurutnya, proses tersebut bertujuan memastikan nilai yang tercantum sesuai dengan hasil rapor setiap semester yang menjadi dasar seleksi.
“Mereka memastikan bahwa memang nilai sesuai dengan yang tercantum di dalam hasil rapor per semesternya. Selain itu, ada 10 operator di SMA/SMK Negeri untuk verifikasi,” tuturnya.
Kemudahan layanan yang diberikan dalam proses SPMB juga dirasakan oleh para wali murid. Salah satu wali murid, Tyas, mengaku proses verifikasi berjalan mudah dan tidak rumit. Selain itu, tersedia layanan informasi yang membantu orang tua maupun calon murid ketika membutuhkan penjelasan terkait tahapan SPMB.
“Sangat mudah sekali dan itu membantu calon murid serta orang tua,” ungkapnya.
Hal serupa disampaikan wali murid lainnya, Ana. Ia menilai proses verifikasi berjalan lancar tanpa kendala berarti dan berharap anaknya dapat diterima di sekolah yang dituju.
“Saya berharap anak saya bisa diterima di sekolah unggulan di Madiun,” katanya.
Sementara itu, Kepala SMAN 4 Madiun, Nunung Nurlaela, menyampaikan bahwa pelaksanaan SPMB sejak dibuka hingga saat ini berjalan lancar dan sesuai dengan petunjuk teknis yang berlaku.
“Alhamdulillah berjalan lancar dan terima kasih Ibu Gubernur Khofifah berkenan meninjau proses SPMB di SMAN 4 Madiun,” ungkapnya.
Senada dengan itu, Kepala SMKN 1 Madiun, Septa Krisdiyanto, mengatakan minat calon murid untuk mendaftar di sekolahnya cukup tinggi. Hingga saat ini, kurang lebih 200 siswa telah mendaftar dan jumlah tersebut mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya.
“Jurusan paling tinggi ada di jurusan teknik permesinan,” ujarnya.
Setelah melakukan peninjauan, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan pendidikan kepada masing-masing 10 murid di SMKN 1 Madiun dan SMAN 4 Madiun. Setiap penerima memperoleh bantuan senilai Rp1 juta.
Selain bantuan pendidikan, Gubernur Khofifah turut menyerahkan santunan dan paket sembako kepada petugas kebersihan serta penjaga sekolah sebagai bentuk perhatian dan dukungan kepada mereka yang turut berperan dalam mendukung lingkungan pendidikan. (tas)

