Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Kembalikan Fungsi Saluran dan Bahu Jalan, Pemkot Surabaya Tertibkan PKL di Kawasan Gembong Tebasan
  • Gubernur Khofifah Kukuhkan Forum Jasa Konstruksi Jatim 2026–2029, Perkuat SDM dan Inovasi Infrastruktur Berkelanjutan
  • Mahasiswa FPK UNAIR Kembangkan Aquaspiral Nexus untuk Optimalkan Budidaya Ikan Nila dan Lele
  • Mahasiswa FIKKIA UNAIR Bawa Isu Keselamatan Pendaki Kawah Ijen ke Forum Internasional di Belanda
  • Pemkot Surabaya Pastikan Warisan Pemikiran Johan Silas Terus Hidup dalam Pembangunan Kota
  • Kenang Johan Silas, Pemkot Surabaya Lanjutkan Jejak Gagasan Sang Arsitek Kota
  • Pakar UNAIR Tekankan Budaya K3 dan Kesiapsiagaan Bencana sebagai Fondasi Rumah Sakit Aman
  • Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Wiskul Gladak Serang Probolinggo, Perkuat Daya Beli Masyarakat dan Kendalikan Inflasi
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Mahasiswa FPK UNAIR Kembangkan Aquaspiral Nexus untuk Optimalkan Budidaya Ikan Nila dan Lele

Mahasiswa FPK UNAIR Kembangkan Aquaspiral Nexus untuk Optimalkan Budidaya Ikan Nila dan Lele

PERISTIWA Ita Nasyi’ah10/06/2026 - 13:09 WIB
Tim INARISE, Tim PKM UNAIR dengan inovasi Aquaspiral Nexus dan berhasil lolos pendanaan (Foto: istimewa).

Keterbatasan lahan budidaya dan kebutuhan akan efisiensi produksi menjadi tantangan yang terus dihadapi sektor akuakultur air tawar. Di sisi lain, permintaan pasar terhadap komoditas ikan nila dan lele terus menunjukkan tren yang tinggi. Kondisi tersebut mendorong sekelompok mahasiswa Fakultas Perikanan dan Kelautan (FPK) Universitas Airlangga (UNAIR) mengembangkan teknologi budidaya yang lebih efisien melalui sistem bernama Aquaspiral Nexus.

Inovasi tersebut dikembangkan oleh tim mahasiswa yang tergabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Riset Eksakta (RE) Tahun 2026. Gagasan mereka berhasil memperoleh pendanaan dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) melalui penelitian berjudul Efektivitas Sistem RAS dan IMTA melalui Aquaspiral Nexus pada Budidaya Nila-Lele.

Tim yang mengusung penelitian tersebut adalah INARISE yang terdiri atas Muhammad Iqbal Ferdhiansyach Kharits, Muhammad Ganiknow Tranadi, Fikri Syufi Ramadhan, Dania Martini, dan Sabiyla Azzahra. Penelitian itu dilaksanakan di bawah bimbingan dosen FPK UNAIR, Muhammad Hanif Azhar, S.Pi., M.Si., Ph.D.

Ketua tim, Muhammad Iqbal Ferdhiansyach Kharits, menjelaskan bahwa penelitian tersebut lahir dari kebutuhan akan sistem budidaya yang mampu menghasilkan produktivitas tinggi meskipun dilakukan pada area yang terbatas. Menurutnya, pengembangan teknologi budidaya menjadi penting untuk menjawab tantangan peningkatan kebutuhan pangan berbasis perikanan di masa mendatang.

Untuk mencapai tujuan tersebut, tim mengombinasikan dua pendekatan budidaya yang selama ini dikenal efektif, yaitu Recirculating Aquaculture System (RAS) dan Integrated Multi-Trophic Aquaculture (IMTA). Integrasi kedua sistem tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi penggunaan sumber daya sekaligus menjaga kualitas lingkungan budidaya.

“Kami ingin menciptakan sistem budidaya yang lebih ekonomis dan efektif, khususnya untuk komoditas nila dan lele yang memiliki permintaan pasar tinggi. Melalui kombinasi RAS dan IMTA, kami berharap dapat mengoptimalkan penggunaan air sekaligus meningkatkan kualitas budidaya,” ujar Iqbal.

RAS merupakan sistem budidaya yang memanfaatkan sirkulasi ulang air sehingga kebutuhan pergantian air dapat ditekan. Teknologi ini dikenal mampu meningkatkan efisiensi penggunaan air sekaligus menjaga kondisi lingkungan budidaya tetap stabil.

Namun demikian, menurut tim peneliti, sistem RAS konvensional masih memiliki sejumlah keterbatasan, terutama pada aspek filtrasi yang berpengaruh terhadap kualitas air. Oleh karena itu, mereka mengembangkan Aquaspiral Nexus sebagai inovasi yang dirancang untuk menyempurnakan proses penyaringan dalam sistem budidaya.

Muhammad Ganiknow Tranadi atau yang akrab disapa Nino menjelaskan bahwa Aquaspiral Nexus bekerja dengan memanfaatkan aliran air berbasis gravitasi yang membentuk pola spiral. Mekanisme tersebut memungkinkan proses filtrasi berlangsung lebih efektif sekaligus meningkatkan efisiensi penggunaan air selama proses budidaya berlangsung.

“Aquaspiral Nexus merupakan sistem yang memanfaatkan aliran air berbasis gravitasi yang membentuk pola spiral sehingga penggunaan air menjadi lebih efisien. Sistem ini juga dilengkapi filter yang mampu menyerap zat-zat toksik sehingga pembuangan air dapat diminimalkan,” jelasnya.

Keunggulan lain dari inovasi tersebut terletak pada integrasi filtrasi mekanis dan biologis dalam satu sistem. Jika filtrasi mekanis berfungsi menyaring partikel dan limbah padat, filtrasi biologis berperan menjaga keseimbangan kualitas air melalui proses alami yang mendukung kesehatan lingkungan budidaya.

Dalam penerapannya, tim juga mengintegrasikan konsep IMTA dengan memanfaatkan tanaman kangkung sebagai komponen biologis yang membantu menyerap nutrien sisa budidaya. Pendekatan ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas air sekaligus mendukung pemanfaatan sumber daya secara lebih berkelanjutan.

Untuk mengukur efektivitas sistem yang dikembangkan, penelitian akan mengevaluasi berbagai parameter, mulai dari kualitas air, tingkat pertumbuhan ikan, hingga efisiensi penggunaan sumber daya selama proses budidaya berlangsung. Hasil pengukuran tersebut akan menjadi dasar dalam menilai sejauh mana Aquaspiral Nexus mampu meningkatkan performa budidaya dibandingkan metode konvensional.

Selain menawarkan solusi teknis, penelitian ini juga diarahkan untuk memberikan manfaat praktis bagi para pembudidaya ikan air tawar. Tim berharap teknologi yang dikembangkan dapat membantu menekan biaya operasional sekaligus mempermudah proses pemantauan kondisi budidaya.

Menurut tim peneliti, peningkatan efisiensi produksi menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga daya saing sektor akuakultur nasional. Oleh karena itu, inovasi yang mampu mengoptimalkan penggunaan lahan dan air berpotensi menjadi solusi yang relevan bagi pembudidaya, khususnya skala kecil dan menengah.

Melalui penelitian ini, tim INARISE berharap hasil yang diperoleh tidak hanya memberikan kontribusi akademik, tetapi juga dapat diterapkan secara nyata di lapangan untuk mendukung pengembangan budidaya perikanan yang lebih produktif dan berkelanjutan.

“Kami berharap hasil penelitian ini dapat memberikan manfaat nyata bagi para pembudidaya, khususnya dalam menekan biaya produksi dan mempermudah proses monitoring budidaya. Harapannya, inovasi ini tidak hanya lolos hingga Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS), tetapi juga menarik perhatian berbagai pihak agar bisa berkembang lebih luas,” pungkasnya. (ita) 

Akuakultur Air Tawar Aquaspiral Nexus Budidaya Lele Budidaya Nila FPK UNAIR IMTA INARISE PIMNAS PKM RE 2026 RAS
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Kembalikan Fungsi Saluran dan Bahu Jalan, Pemkot Surabaya Tertibkan PKL di Kawasan Gembong Tebasan

10/06/2026 - 13:29 WIB

Gubernur Khofifah Kukuhkan Forum Jasa Konstruksi Jatim 2026–2029, Perkuat SDM dan Inovasi Infrastruktur Berkelanjutan

10/06/2026 - 13:20 WIB

Mahasiswa FIKKIA UNAIR Bawa Isu Keselamatan Pendaki Kawah Ijen ke Forum Internasional di Belanda

10/06/2026 - 13:01 WIB

Pemkot Surabaya Pastikan Warisan Pemikiran Johan Silas Terus Hidup dalam Pembangunan Kota

09/06/2026 - 18:15 WIB

Kenang Johan Silas, Pemkot Surabaya Lanjutkan Jejak Gagasan Sang Arsitek Kota

09/06/2026 - 18:00 WIB

Pakar UNAIR Tekankan Budaya K3 dan Kesiapsiagaan Bencana sebagai Fondasi Rumah Sakit Aman

09/06/2026 - 17:44 WIB

Comments are closed.

Kembalikan Fungsi Saluran dan Bahu Jalan, Pemkot Surabaya Tertibkan PKL di Kawasan Gembong Tebasan

10/06/2026 - 13:29 WIB

Gubernur Khofifah Kukuhkan Forum Jasa Konstruksi Jatim 2026–2029, Perkuat SDM dan Inovasi Infrastruktur Berkelanjutan

10/06/2026 - 13:20 WIB

Mahasiswa FPK UNAIR Kembangkan Aquaspiral Nexus untuk Optimalkan Budidaya Ikan Nila dan Lele

10/06/2026 - 13:09 WIB

Mahasiswa FIKKIA UNAIR Bawa Isu Keselamatan Pendaki Kawah Ijen ke Forum Internasional di Belanda

10/06/2026 - 13:01 WIB

Pemkot Surabaya Pastikan Warisan Pemikiran Johan Silas Terus Hidup dalam Pembangunan Kota

09/06/2026 - 18:15 WIB

Kenang Johan Silas, Pemkot Surabaya Lanjutkan Jejak Gagasan Sang Arsitek Kota

09/06/2026 - 18:00 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.