Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Pemkot Surabaya Pastikan Warisan Pemikiran Johan Silas Terus Hidup dalam Pembangunan Kota
  • Kenang Johan Silas, Pemkot Surabaya Lanjutkan Jejak Gagasan Sang Arsitek Kota
  • Pakar UNAIR Tekankan Budaya K3 dan Kesiapsiagaan Bencana sebagai Fondasi Rumah Sakit Aman
  • Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Wiskul Gladak Serang Probolinggo, Perkuat Daya Beli Masyarakat dan Kendalikan Inflasi
  • Resmi Dibuka! Rektor UNAIR: ONMIPA Wadahi Pengembangan Gagasan, Kolaborasi, dan Inovasi Mahasiswa
  • Refleksi Hari Persahabatan Nasional di Era Media Sosial: Komunikasi adalah Kunci
  • Bunda PAUD Jatim Tekankan Kolaborasi dan Inovasi untuk Perkuat Penyelenggaraan PAUD Berkualitas
  • Jejak Bung Karno di Kota Pahlawan, Surabaya Hadirkan Pameran “Aku Arek Suroboyo” dan Luncurkan Buku Sejarah
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Kenang Johan Silas, Pemkot Surabaya Lanjutkan Jejak Gagasan Sang Arsitek Kota

Kenang Johan Silas, Pemkot Surabaya Lanjutkan Jejak Gagasan Sang Arsitek Kota

PERISTIWA Ita Nasyi’ah09/06/2026 - 18:00 WIB
Kepala Bappeda Kota Surabaya Maria Theresia Ekawati Rahayu mengenang kontribusi Prof. Johan Silas dalam pembangunan Kota Surabaya yang mencakup tata ruang, perumahan, hingga pelestarian cagar budaya.

Kepergian Prof. Ir. Johan Silas meninggalkan duka mendalam bagi Kota Surabaya. Pakar tata kota dan akademisi senior Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tersebut meninggal dunia pada usia 90 tahun di RS Kemenkes Surabaya, Senin (8/6/2026) pukul 03.24 WIB.

Bagi Surabaya, nama Johan Silas tidak hanya dikenal sebagai seorang akademisi dan arsitek terkemuka. Selama puluhan tahun, ia menjadi salah satu tokoh yang turut memberi arah bagi pembangunan Kota Pahlawan melalui berbagai gagasan yang menempatkan masyarakat sebagai pusat pembangunan.

Kontribusinya tidak hanya tercermin dalam berbagai proyek fisik yang masih dapat disaksikan hingga saat ini, tetapi juga melalui pemikiran-pemikiran strategis yang memengaruhi kebijakan tata ruang, pengembangan kawasan permukiman, hingga pelestarian identitas kota.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Surabaya, Maria Theresia Ekawati Rahayu, mengatakan bahwa Prof. Johan Silas merupakan salah satu figur yang memiliki peran besar dalam perjalanan pembangunan Surabaya. Menurutnya, berbagai gagasan yang lahir dari pemikiran Johan Silas telah memberikan fondasi penting bagi perkembangan kota hingga saat ini.

“Beliau memiliki kontribusi besar dalam perjalanan pembangunan Kota Surabaya. Sebagai arsitek dan akademisi, Prof. Johan tidak hanya dikenal karena keilmuannya, tetapi juga karena dedikasinya yang panjang dalam memberikan pemikiran dan arah bagi penataan kota yang lebih baik,” kata Maria Theresia Ekawati Rahayu atau yang akrab disapa Yayuk, Selasa (9/6/2026).

Salah satu karya yang paling dikenal dari pemikiran Johan Silas adalah Rumah Susun Sederhana Sewa (Rusunawa) Sombo. Kawasan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam penataan permukiman perkotaan di Surabaya.

Konsep yang dikembangkan Johan Silas pada masanya tidak hanya berfokus pada penyediaan hunian, tetapi juga memperhatikan aspek sosial dan peningkatan kualitas hidup masyarakat. Gagasan tersebut menjadi salah satu contoh pendekatan pembangunan yang mengedepankan keberlanjutan di tengah meningkatnya tantangan urbanisasi.

Menurut Yayuk, pemikiran Johan Silas selalu menempatkan manusia sebagai fokus utama pembangunan. Karena itu, setiap konsep yang ia tawarkan tidak sekadar menghasilkan bangunan fisik, tetapi juga berupaya menciptakan lingkungan yang lebih layak dan nyaman bagi masyarakat.

Selain dikenal melalui gagasan terkait perumahan rakyat, Johan Silas juga memiliki peran penting dalam berbagai kebijakan tata ruang Kota Surabaya. Pengaruh pemikirannya terus hadir dalam berbagai proses pembangunan yang dilakukan selama bertahun-tahun.

Bahkan hingga akhir hayatnya, ia masih aktif memberikan masukan terkait pembangunan kota. Sebagai penasihat Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Surabaya, Johan Silas turut berperan dalam mendorong upaya pelestarian bangunan dan kawasan bersejarah agar identitas Kota Surabaya tetap terjaga di tengah perkembangan kota yang semakin modern.

Peran tersebut menunjukkan konsistensinya dalam menjaga keseimbangan antara pembangunan dan pelestarian warisan sejarah. Baginya, kemajuan kota tidak boleh menghilangkan identitas yang telah terbentuk selama puluhan bahkan ratusan tahun.

Kontribusi Johan Silas juga berlanjut di sektor perumahan melalui perannya sebagai Komisaris PT Yekape (YKP). Melalui posisi tersebut, ia terus mengawal pengembangan kawasan hunian yang memperhatikan aspek lingkungan sekaligus kebutuhan masyarakat.

Beberapa kawasan seperti Eco Medayu dan Eco Wonosakti menjadi bagian dari implementasi konsep pembangunan yang selama ini ia dorong. Kawasan tersebut dikembangkan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara fungsi hunian, lingkungan, dan keberlanjutan pembangunan jangka panjang.

Yayuk menilai bahwa warisan terbesar yang ditinggalkan Johan Silas bukan hanya berupa bangunan atau kawasan yang berdiri hingga saat ini. Lebih dari itu, ia mewariskan nilai-nilai perencanaan yang mengedepankan kedisiplinan, kepatuhan terhadap aturan, serta pentingnya pembangunan yang terarah dan berkelanjutan.

“Beliau selalu mengingatkan bahwa pembangunan harus dilakukan sesuai ketentuan dan perencanaan yang baik. Prinsip-prinsip itu yang terus beliau pegang dan ajarkan kepada banyak pihak,” ujarnya.

Sebagai seorang akademisi, Johan Silas juga dikenal berhasil menjembatani dunia pendidikan dengan praktik pembangunan di lapangan. Berbagai ilmu dan pengalaman yang dimilikinya tidak berhenti sebagai kajian akademik semata, melainkan diterapkan untuk menjawab berbagai persoalan perkotaan yang dihadapi masyarakat.

Melalui pengabdiannya di ITS, Johan Silas turut melahirkan banyak generasi penerus yang kini berkiprah di berbagai bidang, mulai dari dunia akademik, sektor swasta, hingga pemerintahan. Sejumlah alumninya juga terlibat langsung dalam proses pembangunan dan perencanaan Kota Surabaya.

Bagi jajaran Pemerintah Kota Surabaya, Johan Silas dikenal sebagai sosok yang memiliki semangat pengabdian luar biasa. Di usia yang sangat senior, ia tetap aktif menyampaikan gagasan, masukan, dan pandangan mengenai masa depan kota.

Bahkan menjelang akhir hayatnya, Johan Silas masih menunjukkan kepeduliannya terhadap Surabaya melalui berbagai pemikiran yang disampaikan kepada pemerintah maupun berbagai pihak yang terlibat dalam pembangunan kota.

“Beliau adalah salah satu putra terbaik Surabaya yang mendedikasikan hidupnya untuk kemajuan kota ini. Kontribusinya menjangkau banyak aspek, mulai dari tata ruang, perumahan, pelestarian cagar budaya hingga pengembangan sumber daya manusia,” ungkap Yayuk.

Selain dikenal karena keilmuan dan pengabdiannya, Johan Silas juga memiliki kemampuan menjembatani komunikasi lintas generasi. Dengan pendekatan yang sederhana dan wawasan yang luas, ia mampu menyampaikan gagasan-gagasan kompleks secara mudah dipahami oleh berbagai kalangan.

Kemampuan tersebut membuat pemikiran-pemikirannya tidak hanya diterima di lingkungan akademik, tetapi juga dapat diterapkan dalam kebijakan dan program pembangunan yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Sosok yang selama puluhan tahun menjadi salah satu penjaga arah pembangunan Surabaya itu telah berpulang. Namun, jejak pemikirannya tetap hidup dalam wajah kota yang terus berkembang,” tutur Yayuk.

Pemerintah Kota Surabaya memastikan berbagai nilai dan prinsip yang selama ini diperjuangkan Johan Silas akan terus menjadi bagian dari arah pembangunan kota. Mulai dari penataan ruang, pembangunan kawasan permukiman, pelestarian cagar budaya, hingga pembangunan yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat akan tetap menjadi perhatian dalam perencanaan kota ke depan.

Dengan berbagai kontribusi yang telah diberikan selama puluhan tahun, nama Johan Silas menjadi bagian penting dalam sejarah pembangunan Surabaya. Warisan pemikiran yang ditinggalkannya tidak hanya menjadi catatan masa lalu, tetapi juga menjadi pijakan bagi pembangunan kota di masa mendatang.

“Jejak pemikiran yang diwariskan beliau akan tetap menjadi bagian penting dalam arah pembangunan Surabaya dari generasi ke generasi,” pungkasnya. (ita)

Bappeda Surabaya Cagar Budaya Surabaya ITS Surabaya johan silas Maria Theresia Ekawati Rahayu Pembangunan Kota Surabaya. Pemkot Surabaya Prof Johan Silas Rusunawa Sombo Tata Kota Surabaya
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Pemkot Surabaya Pastikan Warisan Pemikiran Johan Silas Terus Hidup dalam Pembangunan Kota

09/06/2026 - 18:15 WIB

Pakar UNAIR Tekankan Budaya K3 dan Kesiapsiagaan Bencana sebagai Fondasi Rumah Sakit Aman

09/06/2026 - 17:44 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Wiskul Gladak Serang Probolinggo, Perkuat Daya Beli Masyarakat dan Kendalikan Inflasi

09/06/2026 - 17:31 WIB

Resmi Dibuka! Rektor UNAIR: ONMIPA Wadahi Pengembangan Gagasan, Kolaborasi, dan Inovasi Mahasiswa

08/06/2026 - 18:21 WIB

Refleksi Hari Persahabatan Nasional di Era Media Sosial: Komunikasi adalah Kunci

08/06/2026 - 18:17 WIB

Bunda PAUD Jatim Tekankan Kolaborasi dan Inovasi untuk Perkuat Penyelenggaraan PAUD Berkualitas

08/06/2026 - 18:03 WIB

Comments are closed.

Pemkot Surabaya Pastikan Warisan Pemikiran Johan Silas Terus Hidup dalam Pembangunan Kota

09/06/2026 - 18:15 WIB

Kenang Johan Silas, Pemkot Surabaya Lanjutkan Jejak Gagasan Sang Arsitek Kota

09/06/2026 - 18:00 WIB

Pakar UNAIR Tekankan Budaya K3 dan Kesiapsiagaan Bencana sebagai Fondasi Rumah Sakit Aman

09/06/2026 - 17:44 WIB

Gubernur Khofifah Gelar Pasar Murah di Wiskul Gladak Serang Probolinggo, Perkuat Daya Beli Masyarakat dan Kendalikan Inflasi

09/06/2026 - 17:31 WIB

Resmi Dibuka! Rektor UNAIR: ONMIPA Wadahi Pengembangan Gagasan, Kolaborasi, dan Inovasi Mahasiswa

08/06/2026 - 18:21 WIB

Refleksi Hari Persahabatan Nasional di Era Media Sosial: Komunikasi adalah Kunci

08/06/2026 - 18:17 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.