Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, media, organisasi masyarakat, akademisi, dan dunia usaha dalam membangun ruang publik yang sehat dan berkualitas di era digital.
Pesan tersebut disampaikan Emil saat mewakili Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa dalam Rapat Koordinasi Wilayah (Rakorwil) Lembaga Hikmah dan Kebijakan Publik (LHKP) Muhammadiyah Jawa Timur yang dirangkai dengan Resepsi Milad ke-3 Maklumat.id di Hotel Santika Premiere Gubeng Surabaya, Minggu (14/6/2026).
Menurut Emil, derasnya arus informasi digital menuntut seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama agar masyarakat memperoleh informasi yang akurat, mudah dipahami, serta bermanfaat bagi kehidupan publik. Ia menilai kualitas ruang publik saat ini sangat dipengaruhi oleh kualitas informasi yang beredar dan kualitas gagasan yang lahir dari berbagai elemen masyarakat.
Dalam pandangannya, media memiliki tanggung jawab strategis tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga kualitas informasi yang diterima masyarakat. Peran tersebut menjadi semakin penting di tengah tantangan disinformasi dan beragam narasi yang berpotensi menimbulkan kesalahpahaman di ruang publik.
Emil juga memberikan apresiasi kepada Maklumat.id yang telah memasuki usia tiga tahun. Media tersebut dinilai konsisten menghadirkan informasi yang edukatif, berimbang, dan berkontribusi terhadap peningkatan literasi publik di Jawa Timur.
Selain media, organisasi kemasyarakatan dinilai memiliki peran penting dalam memperkuat demokrasi dan pembangunan daerah. Ormas tidak hanya menjadi saluran aspirasi masyarakat, tetapi juga berfungsi memberikan masukan, kritik, dan perspektif yang konstruktif terhadap berbagai kebijakan pemerintah.
Karena itu, Emil menilai LHKP Muhammadiyah Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai ruang pengembangan gagasan dan dialog kebijakan publik. Keberadaan lembaga tersebut diharapkan mampu memperkuat partisipasi masyarakat dalam proses perumusan kebijakan yang lebih responsif terhadap kebutuhan warga.
Ia menegaskan bahwa pembangunan Jawa Timur tidak hanya bertumpu pada pembangunan fisik, investasi, maupun pertumbuhan ekonomi. Kualitas ruang informasi dan ruang gagasan juga menjadi faktor penting dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang inklusif dan berpihak kepada masyarakat.
Melalui sinergi yang kuat antara pemerintah, media, organisasi masyarakat, akademisi, dan pelaku usaha, Emil optimistis Jawa Timur dapat semakin tangguh dalam menyongsong visi Gerbang Baru Nusantara. Menurutnya, ekosistem kolaboratif yang didukung informasi berkualitas dan dialog kebijakan yang sehat akan menghasilkan kebijakan publik yang lebih tepat sasaran, inklusif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat. (ita)

