Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Gubernur Khofifah Dorong JMSI Jatim Perkuat Ekosistem Media Berkualitas
  • Kepala DJP Jatim Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Lembaga untuk Menjaga Ketahanan Ekonomi
  • Perkuat Sistem Kebijakan Gizi Nasional, FKM UNAIR Pelajari Program Makan Siang Sekolah di Jepang
  • Gubernur Khofifah Bangga RSUD Dr. Soetomo Raih Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan, Bukti Layanan Kesehatan Jatim Diakui Internasional
  • Gubernur Khofifah Bersama LLDIKTI VII Luncurkan Program “Kakak Tangguh”, Perluas Akses Pendidikan Tinggi Berkualitas dan Perkuat Ekosistem SDM Jawa Timur
  • Gerakan Basuh Kaki Orang Tua di Surabaya Dinilai Jadi Terobosan Pendidikan Karakter, LPA Jatim: Layak Menginspirasi Daerah Lain
  • Kembalikan Fungsi Jalan dan Saluran, Pemkot Surabaya Tertibkan 39 Bangunan Liar di Kawasan Asemrowo
  • Lampung Ukir Sejarah, Pertama Kali Menjadi Tuan Rumah Hari Pers Nasional 2027
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Gubernur Khofifah Bersama LLDIKTI VII Luncurkan Program “Kakak Tangguh”, Perluas Akses Pendidikan Tinggi Berkualitas dan Perkuat Ekosistem SDM Jawa Timur

Gubernur Khofifah Bersama LLDIKTI VII Luncurkan Program “Kakak Tangguh”, Perluas Akses Pendidikan Tinggi Berkualitas dan Perkuat Ekosistem SDM Jawa Timur

PERISTIWA Tiara AS22/06/2026 - 17:48 WIB
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajaran LLDIKTI Wilayah VII dan pemangku kepentingan pendidikan tinggi meluncurkan Program Kampus Berdampak untuk Komunitas Lebih Tangguh (Kakak Tangguh) di Surabaya, Senin (22/6/2026). Program ini dihadirkan untuk memperluas akses pendidikan tinggi berkualitas sekaligus memperkuat pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII meluncurkan Program Kampus Berdampak untuk Komunitas Lebih Tangguh (Kakak Tangguh) di Hotel Morazen, Jalan Kayoon, Surabaya, Senin (22/6/2026).

Peluncuran program tersebut dilaksanakan bersamaan dengan pembukaan Rapat Kerja Pimpinan Perguruan Tinggi serta Anugerah Kampus Unggulan LLDIKTI Wilayah VII Tahun 2026. Turut mendampingi dalam kegiatan tersebut Direktur Kelembagaan Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek Prof. Mukhamad Najib, Plt. Kepala Pusat Pembiayaan dan Asesmen Pendidikan Tinggi Kemendiktisaintek Prof. Sandro Mihradi, Kepala LLDIKTI Wilayah VII Prof. Dyah Sawitri, serta Direktur UI GreenMetric Vishnu Juwono.

Dalam sambutannya, Gubernur Khofifah menegaskan bahwa Program Kakak Tangguh dirancang sebagai langkah memperluas akses pendidikan tinggi yang berkualitas sekaligus memperkuat ekosistem pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia di Jawa Timur.

Menurutnya, penguatan pendidikan tinggi memiliki posisi strategis karena tidak hanya berdampak pada peningkatan kualitas individu, tetapi juga menjadi penggerak percepatan pembangunan di berbagai sektor.

“Program Kakak Tangguh memperluas akses pendidikan berkualitas bagi pelajar Jawa Timur sekaligus menjadi penguat ekosistem pendidikan, ekosistem sumber daya manusia, dan proses pemajuan berbagai sektor pembangunan di Jawa Timur,” ujar Khofifah.

Ia menjelaskan bahwa program tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur, LLDIKTI Wilayah VII, dan perguruan tinggi yang bertujuan membuka kesempatan pendidikan yang lebih luas serta menciptakan perubahan sosial yang berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada LLDIKTI Wilayah VII dan perguruan tinggi swasta di Jawa Timur atas dukungan pemberian kuota beasiswa yang mencapai 62.000 penerima pada tahun ini.

“Terima kasih kepada Ketua LLDIKTI yang telah mengoordinasikan seluruh perguruan tinggi swasta dan menyiapkan total 62 ribu beasiswa bagi anak-anak Jawa Timur. Ini merupakan langkah yang sangat besar dan berarti,” ungkapnya.

Khofifah menekankan bahwa Program Kakak Tangguh dibangun atas semangat menghadirkan satu pahlawan intelektual di setiap keluarga. Menurutnya, kehadiran satu lulusan perguruan tinggi dalam keluarga berpotensi menjadi pengungkit kesejahteraan serta membuka peluang ekonomi yang lebih baik.

“Kita percaya bahwa hadirnya satu sarjana dalam sebuah keluarga bukan hanya menghadirkan kebanggaan, tetapi juga menjadi pengungkit kesejahteraan, pembuka akses ekonomi yang lebih baik, sekaligus harapan baru bagi masa depan keluarga tersebut,” katanya.

Ia juga menilai program tersebut dapat menjadi salah satu instrumen strategis dalam mendukung upaya pengentasan kemiskinan di Jawa Timur.

Menurut Khofifah, masih banyak generasi muda yang memiliki kemampuan dan potensi besar, tetapi menghadapi hambatan ekonomi untuk melanjutkan pendidikan. Karena itu, pendidikan harus dipastikan tetap dapat diakses secara lebih merata.

“Pendidikan merupakan instrumen yang efektif untuk meningkatkan kualitas hidup, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan mobilitas sosial, sekaligus memutus rantai kemiskinan antargenerasi,” tuturnya.

Khofifah menyebut bahwa persoalan kemiskinan bersifat multidimensi dan membutuhkan kerja sama lintas sektor. Pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, serta masyarakat perlu membangun kolaborasi yang berkelanjutan untuk menciptakan dampak yang lebih luas.

Selain memperluas akses pendidikan, ia juga menyoroti tantangan ketenagakerjaan di Jawa Timur. Berdasarkan data yang disampaikan dalam forum tersebut, tingkat pengangguran terbuka masih cukup tinggi pada kelompok lulusan Strata 1 (S1).

Karena itu, perguruan tinggi didorong memperkuat pendekatan ilmu terapan yang selaras dengan kebutuhan dunia usaha, dunia industri, dan dunia kerja (DUDIKA).

“Link and match menjadi kebutuhan yang harus benar-benar diperhatikan oleh perguruan tinggi agar lulusan memiliki daya saing dan relevansi dengan kebutuhan pasar kerja,” tegasnya.

Khofifah mengajak seluruh perguruan tinggi di Jawa Timur memperkuat perannya sebagai pusat pengembangan talenta, pusat inovasi, dan mitra strategis pemerintah daerah dalam mempercepat pembangunan.

Menurutnya, pendidikan tinggi tidak cukup hanya menghasilkan lulusan akademis, tetapi juga harus mampu menghadirkan solusi nyata melalui penerapan ilmu pengetahuan.

Lebih lanjut, Khofifah menjelaskan bahwa Program Kakak Tangguh tidak hanya berfokus pada bantuan pembiayaan pendidikan, tetapi juga menyediakan sistem pendampingan agar mahasiswa mampu menjadi agen perubahan di lingkungan sekitarnya.

“Program ini dirancang tidak hanya memberikan dukungan pembiayaan pendidikan, tetapi juga membangun ekosistem pendampingan yang mendorong mahasiswa menjadi agen perubahan bagi keluarga dan masyarakat,” jelasnya.

Pendampingan tersebut diharapkan membantu mahasiswa mengenal dunia kerja, dunia usaha, serta meningkatkan kesiapan menghadapi tantangan sosial dan ekonomi di masa depan.

Melalui pendekatan tersebut, investasi pendidikan diharapkan tidak berhenti pada peningkatan angka partisipasi pendidikan tinggi, tetapi juga mampu menghasilkan manfaat ekonomi dan sosial secara berkelanjutan.

Khofifah menambahkan bahwa mahasiswa penerima program nantinya tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga menjadi mentor, pendamping, inspirator, sekaligus penggerak perubahan sosial.

Para mahasiswa diharapkan mampu mendorong peningkatan kualitas hidup keluarga melalui penguatan pendidikan, literasi keuangan, pengembangan usaha keluarga, serta aspek kesejahteraan lainnya.

Ia menilai pendekatan tersebut merupakan bentuk penguatan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi yang selama ini menjadi fondasi pendidikan tinggi di Indonesia.

Menurutnya, pendidikan tinggi harus menghasilkan lulusan yang adaptif, berkarakter, unggul, dan mampu menjawab tantangan pembangunan.

“Penelitian yang dilakukan harus melahirkan solusi atas persoalan masyarakat dan pengabdian kepada masyarakat harus memberikan manfaat yang nyata,” ujarnya.

Khofifah juga menjelaskan bahwa Program Kakak Tangguh merupakan bentuk integrasi model Tri-Helix yang melibatkan pemerintah, perguruan tinggi, dan pelaku industri.

Pemerintah daerah berperan dalam pemetaan keluarga rentan dan memastikan distribusi beasiswa berjalan tepat sasaran. Perguruan tinggi menghadirkan dukungan akademik melalui pendidikan, riset, dan pengabdian kepada masyarakat. Sementara LLDIKTI Wilayah VII berfungsi sebagai penguat tata kelola dan penjamin mutu pelaksanaan program.

Ia mengajak seluruh pihak untuk memandang Program Kakak Tangguh sebagai gerakan sosial yang mampu menciptakan perubahan berkelanjutan melalui pendidikan.

Ke depan, apabila implementasi program menunjukkan hasil yang positif, Pemerintah Provinsi Jawa Timur membuka peluang untuk memperluas cakupan dan menambah kuota penerima manfaat.

Di akhir sambutannya, Khofifah menyampaikan apresiasi kepada seluruh rektor dan pimpinan perguruan tinggi di Jawa Timur yang selama ini menjadi mitra strategis pemerintah dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia.

“Mari jadikan Program Kakak Tangguh sebagai gerakan sosial. Satu keluarga, satu sarjana berkualitas. Dari sanalah perubahan dimulai untuk membangun Jawa Timur yang lebih maju, mandiri, dan sejahtera,” pungkasnya. (tas) 

Beasiswa Jawa Timur Kakak Tangguh Khofifah LLDIKTI VII pendidikan tinggi Perguruan Tinggi SDM Jawa Timur
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Gubernur Khofifah Dorong JMSI Jatim Perkuat Ekosistem Media Berkualitas

22/06/2026 - 20:49 WIB

Kepala DJP Jatim Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Lembaga untuk Menjaga Ketahanan Ekonomi

22/06/2026 - 20:44 WIB

Perkuat Sistem Kebijakan Gizi Nasional, FKM UNAIR Pelajari Program Makan Siang Sekolah di Jepang

22/06/2026 - 17:59 WIB

Gubernur Khofifah Bangga RSUD Dr. Soetomo Raih Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan, Bukti Layanan Kesehatan Jatim Diakui Internasional

22/06/2026 - 17:55 WIB

Gerakan Basuh Kaki Orang Tua di Surabaya Dinilai Jadi Terobosan Pendidikan Karakter, LPA Jatim: Layak Menginspirasi Daerah Lain

22/06/2026 - 17:41 WIB

Kembalikan Fungsi Jalan dan Saluran, Pemkot Surabaya Tertibkan 39 Bangunan Liar di Kawasan Asemrowo

22/06/2026 - 17:37 WIB

Comments are closed.

Gubernur Khofifah Dorong JMSI Jatim Perkuat Ekosistem Media Berkualitas

22/06/2026 - 20:49 WIB

Kepala DJP Jatim Tekankan Pentingnya Sinergi Lintas Lembaga untuk Menjaga Ketahanan Ekonomi

22/06/2026 - 20:44 WIB

Perkuat Sistem Kebijakan Gizi Nasional, FKM UNAIR Pelajari Program Makan Siang Sekolah di Jepang

22/06/2026 - 17:59 WIB

Gubernur Khofifah Bangga RSUD Dr. Soetomo Raih Peringkat Pertama Nasional SCImago International Rankings 2026 Sektor Kesehatan, Bukti Layanan Kesehatan Jatim Diakui Internasional

22/06/2026 - 17:55 WIB

Gubernur Khofifah Bersama LLDIKTI VII Luncurkan Program “Kakak Tangguh”, Perluas Akses Pendidikan Tinggi Berkualitas dan Perkuat Ekosistem SDM Jawa Timur

22/06/2026 - 17:48 WIB

Gerakan Basuh Kaki Orang Tua di Surabaya Dinilai Jadi Terobosan Pendidikan Karakter, LPA Jatim: Layak Menginspirasi Daerah Lain

22/06/2026 - 17:41 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.