Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Iuran Warga Pindahan: Pemkot Surabaya Tegaskan Tak Boleh Dipaksakan
  • Penataan Kawasan Kali Tebu Tingkatkan Keamanan Warga Bulak Benteng dari Ancaman Gengster
  • Skrining Status Gizi Digelar FKH dan FK UNAIR di Delapan SD Bojonegoro
  • FKH UNAIR Dorong Deteksi Dini Stunting pada Usia Pra-Pubertas di Bojonegoro
  • FKH UNAIR Pimpin Pengabdian Masyarakat Cegah Stunting di Delapan SD Bojonegoro
  • Strategi Pengentasan Kemiskinan Surabaya Dipaparkan Eri Cahyadi di Hadapan Tim PPD Bappenas
  • Relokasi Bengkel Jalan Nias, Pemkot Surabaya Siapkan Lokasi Usaha Baru
  • 440 Titik Genangan Tuntas, Pemkot Surabaya Target Tangani 120 Lokasi pada 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»FKH UNAIR Pimpin Pengabdian Masyarakat Cegah Stunting di Delapan SD Bojonegoro

FKH UNAIR Pimpin Pengabdian Masyarakat Cegah Stunting di Delapan SD Bojonegoro

KESEHATAN Ita Nasyi’ah07/07/2026 - 19:32 WIB
Tim FKH UNAIR bersama FK, FV, dan pemerintah daerah melakukan pemeriksaan antropometri kepada siswa SD dalam program FKH UNAIR Cegah Stunting di Kabupaten Bojonegoro.

FKH UNAIR Cegah Stunting melalui program pengabdian masyarakat kolaboratif yang menyasar 295 siswa dari delapan sekolah dasar di Kabupaten Bojonegoro. Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/7/2026) tersebut dipimpin Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) dengan melibatkan Fakultas Kedokteran (FK), Fakultas Vokasi (FV), Dinas Peternakan dan Perikanan Kabupaten Bojonegoro, serta Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro sebagai bagian dari upaya deteksi dini risiko stunting sejak usia sekolah.

Program FKH UNAIR Cegah Stunting dilakukan melalui pemeriksaan antropometri terhadap siswa untuk mengetahui status gizi dan mendeteksi potensi gangguan pertumbuhan secara lebih dini. Pemeriksaan tersebut menjadi langkah awal dalam memberikan rekomendasi intervensi yang tepat guna mendukung tumbuh kembang anak secara optimal.

Dekan FKH UNAIR, Prof. Dr. Lilik Maslachah, drh., M.Kes., mengatakan tema stunting dipilih karena selaras dengan program Pemerintah Kabupaten Bojonegoro dalam percepatan penurunan angka stunting. Menurutnya, pemeriksaan antropometri memiliki peran penting dalam memetakan kondisi gizi anak sehingga potensi gangguan pertumbuhan dapat diketahui lebih awal.

“Pemeriksaan antropometri menjadi langkah penting untuk mengetahui status gizi anak sehingga apabila terdapat indikasi stunting dapat diketahui lebih awal,” ujarnya.

Prof. Lilik menjelaskan bahwa FKH UNAIR tidak hanya berkontribusi pada bidang kesehatan hewan, tetapi juga memiliki tanggung jawab dalam mendukung peningkatan kesehatan masyarakat. Salah satu bentuk kontribusi tersebut diwujudkan melalui edukasi dan upaya pemenuhan gizi, khususnya protein hewani berkualitas yang berperan penting dalam mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.

Menurutnya, kolaborasi lintas disiplin ilmu bersama FK, FV, serta pemerintah daerah menjadi strategi penting agar program pencegahan stunting dapat berjalan secara terpadu, efektif, dan berkelanjutan. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas kesehatan generasi muda sejak usia sekolah.

Sementara itu, Ketua Pengabdian Masyarakat FKH UNAIR, Prof. Dr. Widjiati, drh., M.Si., PAVet.(K)., menjelaskan bahwa pemeriksaan difokuskan kepada siswa kelas IV, V, dan VI yang sedang memasuki masa pra-pubertas. Pada fase tersebut, anak masih memiliki kesempatan mengejar pertumbuhan apabila ditemukan gangguan status gizi sehingga intervensi dapat dilakukan lebih cepat.

Menurut Prof. Widjiati, penanganan stunting tidak dapat dilakukan hanya oleh satu bidang keilmuan. Oleh sebab itu, FKH UNAIR menggandeng Fakultas Kedokteran dan Fakultas Vokasi agar proses pemeriksaan, analisis hasil, hingga penyusunan rekomendasi tindak lanjut dilakukan sesuai kompetensi masing-masing.

“Kami berharap hasil pemeriksaan ini dapat menjadi dasar untuk menentukan langkah intervensi yang tepat sehingga potensi gangguan pertumbuhan dapat ditangani sedini mungkin,” jelasnya.

Kepala Bidang Dinas Pendidikan Kabupaten Bojonegoro, Agus Anshori, mengapresiasi pelaksanaan program FKH UNAIR Cegah Stunting tersebut. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah memberikan manfaat besar bagi dunia pendidikan karena kondisi kesehatan fisik anak turut memengaruhi prestasi belajar.

“Selama ini sekolah lebih banyak mengukur potensi akademik siswa. Pemeriksaan antropometri menjadi masukan penting bagi kami karena kondisi fisik anak juga memengaruhi pencapaian akademik maupun nonakademik,” katanya.

Apresiasi serupa disampaikan Kepala SDN Banjarjo II, Juwono. Sekolah yang dipimpinnya menjadi salah satu lokasi pelaksanaan kegiatan pemeriksaan antropometri. Ia menyampaikan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepada sekolahnya dan memastikan seluruh hasil pemeriksaan akan diteruskan kepada orang tua sebagai bahan evaluasi serta tindak lanjut bersama.

Dalam pelaksanaan kegiatan tersebut, sebanyak 58 dosen diterjunkan ke lapangan. Tim terdiri atas 48 dosen Fakultas Kedokteran Hewan, sembilan dosen Fakultas Kedokteran, serta satu dosen Fakultas Vokasi. Seluruh tenaga akademik dibagi ke delapan sekolah dasar yang menjadi lokasi pemeriksaan.

Delapan sekolah tersebut meliputi SDN Banjarjo II, SDN Pacul III, SDN Mayangrejo, SDN Pungpungan, SDN Talok, SDN Bakalan II, SDN Bendo, dan SDN Sambiroto yang tersebar di Kecamatan Bojonegoro, Kalitidu, serta Kapas.

Program FKH UNAIR Cegah Stunting merupakan bagian dari pengabdian masyarakat berkelanjutan yang telah memasuki tahap ketiga di Kabupaten Bojonegoro. Sebelumnya, FKH UNAIR telah membentuk desa binaan peternakan bebek dan ayam petelur di Kecamatan Kanor sebagai bagian dari upaya pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan.

Program tersebut kemudian dilanjutkan dengan berbagai kegiatan pendampingan, mulai dari bimbingan teknis, penyuluhan, hingga penguatan kapasitas masyarakat dalam mengembangkan sektor peternakan. Melalui rangkaian program yang saling terintegrasi tersebut, FKH UNAIR berharap dapat memberikan kontribusi nyata terhadap peningkatan kualitas kesehatan masyarakat, ketahanan pangan, serta percepatan penurunan angka stunting di Kabupaten Bojonegoro. (ita)

Antropometri bojonegoro Cegah Stunting Fakultas Kedokteran Hewan Fakultas Kedokteran Unair FKH Unair pendidikan pengabdian masyarakat Stunting Universitas Airlangga
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Skrining Status Gizi Digelar FKH dan FK UNAIR di Delapan SD Bojonegoro

07/07/2026 - 19:47 WIB

FKH UNAIR Dorong Deteksi Dini Stunting pada Usia Pra-Pubertas di Bojonegoro

07/07/2026 - 19:39 WIB

Strategi Pengentasan Kemiskinan Surabaya Dipaparkan Eri Cahyadi di Hadapan Tim PPD Bappenas

06/07/2026 - 20:11 WIB

Prevalensi Stunting Jatim Turun Jadi 14,7 Persen, Khofifah Raih Penghargaan Persagi atas Percepatan Penanganan

04/07/2026 - 23:12 WIB

UNAIR Gandeng RSUD Blambangan dan RSUD Genteng, Perkuat Layanan Kesehatan serta SDM Medis di Banyuwangi

04/07/2026 - 22:55 WIB

Alumni D3 Perpajakan UNAIR Salsabila Silsilia Sukses Berkarier sebagai Konsultan Pajak Muda Berprestasi

03/07/2026 - 17:55 WIB

Comments are closed.

Iuran Warga Pindahan: Pemkot Surabaya Tegaskan Tak Boleh Dipaksakan

07/07/2026 - 20:02 WIB

Penataan Kawasan Kali Tebu Tingkatkan Keamanan Warga Bulak Benteng dari Ancaman Gengster

07/07/2026 - 19:52 WIB

Skrining Status Gizi Digelar FKH dan FK UNAIR di Delapan SD Bojonegoro

07/07/2026 - 19:47 WIB

FKH UNAIR Dorong Deteksi Dini Stunting pada Usia Pra-Pubertas di Bojonegoro

07/07/2026 - 19:39 WIB

FKH UNAIR Pimpin Pengabdian Masyarakat Cegah Stunting di Delapan SD Bojonegoro

07/07/2026 - 19:32 WIB

Strategi Pengentasan Kemiskinan Surabaya Dipaparkan Eri Cahyadi di Hadapan Tim PPD Bappenas

06/07/2026 - 20:11 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.