Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Iuran Warga Pindahan: Pemkot Surabaya Tegaskan Tak Boleh Dipaksakan
  • Penataan Kawasan Kali Tebu Tingkatkan Keamanan Warga Bulak Benteng dari Ancaman Gengster
  • Skrining Status Gizi Digelar FKH dan FK UNAIR di Delapan SD Bojonegoro
  • FKH UNAIR Dorong Deteksi Dini Stunting pada Usia Pra-Pubertas di Bojonegoro
  • FKH UNAIR Pimpin Pengabdian Masyarakat Cegah Stunting di Delapan SD Bojonegoro
  • Strategi Pengentasan Kemiskinan Surabaya Dipaparkan Eri Cahyadi di Hadapan Tim PPD Bappenas
  • Relokasi Bengkel Jalan Nias, Pemkot Surabaya Siapkan Lokasi Usaha Baru
  • 440 Titik Genangan Tuntas, Pemkot Surabaya Target Tangani 120 Lokasi pada 2026
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»FKH UNAIR Dorong Deteksi Dini Stunting pada Usia Pra-Pubertas di Bojonegoro

FKH UNAIR Dorong Deteksi Dini Stunting pada Usia Pra-Pubertas di Bojonegoro

KESEHATAN Ita Nasyi’ah07/07/2026 - 19:39 WIB
Tim FKH UNAIR melakukan pemeriksaan antropometri terhadap siswa sekolah dasar di Bojonegoro sebagai bagian dari program deteksi dini stunting.

Deteksi Dini Stunting menjadi fokus Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) dalam program pengabdian masyarakat berkelanjutan di Kabupaten Bojonegoro. Melalui pemeriksaan antropometri terhadap 295 siswa kelas IV, V, dan VI dari delapan sekolah dasar, FKH UNAIR menegaskan bahwa perhatian terhadap pertumbuhan anak tidak boleh berhenti pada masa 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK), tetapi juga harus berlanjut hingga usia pra-pubertas sebagai fase penting untuk mencegah stunting.

Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/7/2026) tersebut melibatkan Fakultas Kedokteran (FK) dan Fakultas Vokasi (FV) Universitas Airlangga. Kolaborasi lintas disiplin dilakukan agar proses pemeriksaan, analisis hasil, serta penyusunan rekomendasi penanganan dapat berjalan secara komprehensif sesuai kompetensi masing-masing bidang.

Ketua Pengabdian Masyarakat FKH UNAIR, Prof. Dr. Widjiati, drh., M.Si., PAVet.(K)., menjelaskan bahwa pemilihan siswa usia pra-pubertas didasarkan pada pertimbangan ilmiah. Menurutnya, fase tersebut masih memberikan kesempatan bagi anak untuk mengejar pertumbuhan apabila ditemukan gangguan status gizi sehingga intervensi dapat dilakukan sebelum memasuki masa remaja.

“Masa pra-pubertas sangat penting karena merupakan periode pertumbuhan anak. Jika pada fase ini ditemukan indikasi stunting, kebutuhan gizinya masih bisa dikejar. Kalau kita gagal di fase ini, kita bisa kehilangan satu generasi,” ujarnya.

Dalam program Deteksi Dini Stunting tersebut, tim melakukan pemeriksaan antropometri secara menyeluruh. Pemeriksaan meliputi pengukuran tinggi badan, berat badan, lingkar kepala, lingkar lengan atas, lingkar pinggang, dan lingkar pinggul. Dari seluruh indikator tersebut, tinggi badan dibandingkan dengan usia dan jenis kelamin menjadi parameter utama dalam proses skrining stunting menggunakan kurva pertumbuhan yang mengacu pada standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan Centers for Disease Control and Prevention (CDC).

Prof. Widjiati menjelaskan, hasil pemeriksaan tidak berhenti pada proses pengukuran semata. Seluruh data akan dihimpun, diverifikasi, dan dianalisis secara komprehensif sebelum disampaikan kepada Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta Pemerintah Kabupaten Bojonegoro sebagai dasar penyusunan kebijakan dan intervensi yang lebih tepat sasaran.

Menurutnya, pendekatan berbasis data menjadi salah satu faktor penting agar penanganan stunting dapat dilakukan secara efektif sesuai kondisi riil di lapangan. Dengan demikian, pemerintah daerah memiliki gambaran yang lebih akurat mengenai status pertumbuhan anak di setiap wilayah.

Selain melibatkan perguruan tinggi, upaya Deteksi Dini Stunting juga mendapat dukungan dari pihak sekolah. Wali Kelas SDN Banjarjo II, Kiki Novandari, mengatakan sekolah selama ini memberikan perhatian terhadap pemenuhan gizi peserta didik melalui berbagai program pembinaan kesehatan.

Ia menjelaskan bahwa para guru telah mengikuti pelatihan mengenai makanan bergizi yang difasilitasi Dinas Kesehatan. Selain itu, kantin sekolah juga dipantau secara berkala agar hanya menyediakan makanan yang memenuhi standar kesehatan bagi siswa.

Kiki menambahkan, puskesmas secara rutin melakukan kunjungan ke sekolah setiap dua bulan sekali untuk memantau kondisi kesehatan peserta didik, termasuk pemeriksaan yang berkaitan dengan status gizi dan potensi stunting. Hasil pemantauan tersebut kemudian dilaporkan kepada Dinas Kesehatan sebagai bagian dari sistem monitoring kesehatan anak di Kabupaten Bojonegoro.

Melalui sinergi antara perguruan tinggi, sekolah, tenaga kesehatan, dan pemerintah daerah, FKH UNAIR berharap kesadaran mengenai pentingnya Deteksi Dini Stunting semakin meningkat. Perhatian terhadap pertumbuhan anak diharapkan tidak hanya difokuskan pada masa balita, tetapi juga terus dilakukan ketika anak memasuki usia sekolah hingga pra-pubertas.

FKH UNAIR menilai bahwa deteksi dini pada fase tersebut memberikan peluang lebih besar untuk melakukan intervensi gizi dan pendampingan secara tepat sebelum pertumbuhan anak memasuki fase akhir. Dengan kolaborasi lintas sektor, pemanfaatan data hasil pemeriksaan antropometri, serta tindak lanjut yang berkesinambungan, upaya pencegahan stunting diharapkan mampu melahirkan generasi yang lebih sehat, berkualitas, dan memiliki daya saing di masa depan. (ita) 

Antropometri bojonegoro CDC Deteksi Dini Stunting FKH Unair Kesehatan Anak pengabdian masyarakat Stunting Universitas Airlangga who
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Skrining Status Gizi Digelar FKH dan FK UNAIR di Delapan SD Bojonegoro

07/07/2026 - 19:47 WIB

FKH UNAIR Pimpin Pengabdian Masyarakat Cegah Stunting di Delapan SD Bojonegoro

07/07/2026 - 19:32 WIB

Strategi Pengentasan Kemiskinan Surabaya Dipaparkan Eri Cahyadi di Hadapan Tim PPD Bappenas

06/07/2026 - 20:11 WIB

Prevalensi Stunting Jatim Turun Jadi 14,7 Persen, Khofifah Raih Penghargaan Persagi atas Percepatan Penanganan

04/07/2026 - 23:12 WIB

UNAIR Gandeng RSUD Blambangan dan RSUD Genteng, Perkuat Layanan Kesehatan serta SDM Medis di Banyuwangi

04/07/2026 - 22:55 WIB

Alumni D3 Perpajakan UNAIR Salsabila Silsilia Sukses Berkarier sebagai Konsultan Pajak Muda Berprestasi

03/07/2026 - 17:55 WIB

Comments are closed.

Iuran Warga Pindahan: Pemkot Surabaya Tegaskan Tak Boleh Dipaksakan

07/07/2026 - 20:02 WIB

Penataan Kawasan Kali Tebu Tingkatkan Keamanan Warga Bulak Benteng dari Ancaman Gengster

07/07/2026 - 19:52 WIB

Skrining Status Gizi Digelar FKH dan FK UNAIR di Delapan SD Bojonegoro

07/07/2026 - 19:47 WIB

FKH UNAIR Dorong Deteksi Dini Stunting pada Usia Pra-Pubertas di Bojonegoro

07/07/2026 - 19:39 WIB

FKH UNAIR Pimpin Pengabdian Masyarakat Cegah Stunting di Delapan SD Bojonegoro

07/07/2026 - 19:32 WIB

Strategi Pengentasan Kemiskinan Surabaya Dipaparkan Eri Cahyadi di Hadapan Tim PPD Bappenas

06/07/2026 - 20:11 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.