Skrining Status Gizi menjadi fokus pengabdian masyarakat yang dilaksanakan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) bersama Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) di Kabupaten Bojonegoro. Program tersebut menyasar siswa sekolah dasar melalui pemeriksaan antropometri, analisis status gizi, edukasi kesehatan, serta pemberian protein hewani sebagai upaya mendukung pencegahan stunting sejak dini.
Kegiatan yang berlangsung pada Senin (6/7/2026) itu melibatkan delapan sekolah dasar di Kabupaten Bojonegoro. Sebanyak 80 siswa mengikuti pelaksanaan hari pertama yang terdiri atas 40 siswa kelas III–IV dan 40 siswa kelas V–VI. Seluruh peserta menjalani Skrining Status Gizi melalui pengukuran tinggi badan dan berat badan sebagai dasar penentuan kondisi gizi masing-masing siswa.
Selain pemeriksaan antropometri, para siswa juga mendapatkan edukasi mengenai pentingnya konsumsi makanan bergizi seimbang, penerapan pola hidup sehat, serta manfaat protein hewani bagi proses pertumbuhan dan perkembangan anak. Sebagai bentuk dukungan terhadap pemenuhan gizi, peserta menerima susu, telur, dan biskuit yang dibagikan oleh tim pengabdian masyarakat.
Delapan sekolah yang menjadi lokasi kegiatan meliputi SDN Banjarejo II, SDN Pacul III, SDN Mayangrejo, SDN Pungpungan, SDN Talok, SDN Bakalan II, SDN Bendo, dan SDN Sambiroto.
Penanggung Jawab Kegiatan Pengabdian Masyarakat, Prof. Dr. Widjiati, drh., M.Si., PAVet.(K)., menjelaskan bahwa Skrining Status Gizi tersebut merupakan bagian dari rangkaian program pengabdian masyarakat berkelanjutan yang telah dijalankan Universitas Airlangga sepanjang tahun 2026.
Menurutnya, sebelum kegiatan pemeriksaan status gizi dilaksanakan, tim telah menginisiasi program peternakan bebek petelur di Desa Palembon pada Januari 2026. Program tersebut kemudian dilanjutkan dengan bimbingan teknis pengelolaan hasil ternak pada Mei 2026 sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat berbasis ketahanan pangan.
“Kegiatan ini merupakan rangkaian pengabdian masyarakat yang berdampak dan berkelanjutan. Setelah program peternakan bebek petelur dan bimbingan teknis pengelolaan hasil ternak, kali ini kami melaksanakan skrining stunting serta pemberian protein hewani bergizi kepada siswa. Program ini menjadi implementasi kolaborasi FKH dan FK UNAIR untuk terjun langsung ke masyarakat dan memberikan dampak sesuai keilmuan yang kami miliki,” jelas Prof. Widjiati.
Ia menambahkan bahwa kolaborasi lintas fakultas menjadi kekuatan utama dalam pelaksanaan program tersebut. Kompetensi FKH pada bidang kesehatan hewan dan pangan asal hewan dipadukan dengan keahlian FK pada bidang kesehatan masyarakat sehingga menghasilkan pendekatan yang lebih komprehensif dalam mendukung upaya pencegahan stunting.
Melalui Skrining Status Gizi, tim tidak hanya memetakan kondisi kesehatan peserta didik, tetapi juga mengumpulkan data yang dapat digunakan sebagai dasar penyusunan rekomendasi tindak lanjut bagi sekolah maupun pemerintah daerah. Pendekatan berbasis data tersebut diharapkan mampu mendukung program peningkatan kualitas gizi anak secara berkelanjutan.
Kepala SDN Mayangrejo, Gito, S.Pd., mengapresiasi pelaksanaan kegiatan yang menjadikan sekolahnya sebagai salah satu lokasi pengabdian masyarakat Universitas Airlangga. Menurutnya, program tersebut memberikan manfaat langsung bagi siswa dalam memahami pentingnya menjaga kesehatan sejak usia dini.
“Alhamdulillah saya selaku kepala sekolah mengapresiasi kedatangan tim UNAIR karena SDN Mayangrejo terpilih sebagai lokasi kegiatan ini. Harapannya, setelah mengikuti kegiatan ini anak-anak dapat mengetahui pentingnya pola hidup sehat, menjaga lingkungan, serta memahami menu makanan bergizi. Ke depan kami berharap akan semakin banyak penyuluhan dan sosialisasi seperti ini karena pengetahuan mengenai gizi masih perlu diperkuat di kalangan anak-anak,” ujarnya.
Ia menilai edukasi yang diberikan kepada siswa merupakan pelengkap penting dari proses Skrining Status Gizi. Dengan memahami manfaat makanan bergizi dan pola hidup sehat, siswa diharapkan mampu menerapkan kebiasaan tersebut dalam kehidupan sehari-hari bersama keluarga.
Program ini juga memperkuat komitmen Universitas Airlangga dalam menghadirkan pengabdian masyarakat yang berkelanjutan dan berbasis kebutuhan masyarakat. Melalui sinergi antara FKH, FK, pemerintah daerah, sekolah, serta masyarakat, kegiatan tidak hanya berfokus pada pemeriksaan kesehatan, tetapi juga membangun kesadaran mengenai pentingnya pemenuhan gizi seimbang bagi anak usia sekolah.
Ke depan, hasil Skrining Status Gizi diharapkan menjadi dasar bagi berbagai pihak dalam merancang langkah lanjutan yang lebih tepat sasaran. Dengan pemeriksaan berkala, edukasi yang berkesinambungan, serta dukungan pemenuhan protein hewani, upaya pencegahan stunting dapat dilakukan lebih optimal sehingga mendukung lahirnya generasi yang sehat, produktif, dan berkualitas. (ita)

