Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Protein Hewani Jadi Fokus Edukasi FKH dan FKM UNAIR untuk Cegah Stunting
  • Parkir Liar Jadi Sorotan, Wali Kota Eri Cahyadi Instruksikan Camat-Lurah Turun ke Lapangan
  • Cegah Stunting, FKH dan FK UNAIR Edukasi Ibu Hamil di Bojonegoro tentang Pentingnya Nutrisi Optimal
  • Stunting Bojonegoro Jadi Fokus Kolaborasi FKH UNAIR dan Pemkab melalui Edukasi Protein Hewani
  • Program Satu Keluarga Satu Sarjana Perluas Akses Pendidikan Tinggi di Surabaya
  • Gerakan Pasar Murah Kedung Cowek Diserbu Warga, Pemkot Surabaya Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok
  • Bank Jatim Raih Bisnis Indonesia Award 2026 sebagai BPD Beraset di Atas Rp40 Triliun
  • Iuran Warga Pindahan: Pemkot Surabaya Tegaskan Tak Boleh Dipaksakan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KESEHATAN»Protein Hewani Jadi Fokus Edukasi FKH dan FKM UNAIR untuk Cegah Stunting

Protein Hewani Jadi Fokus Edukasi FKH dan FKM UNAIR untuk Cegah Stunting

KESEHATAN Ita Nasyi’ah09/07/2026 - 16:21 WIB
Prof. Dr. Ir. Annis Catur Adi, M.Si. memaparkan pentingnya protein hewani dan inovasi pangan lokal dalam upaya pencegahan stunting di Bojonegoro.

Protein hewani menjadi salah satu fokus utama dalam upaya percepatan pencegahan stunting yang dilakukan Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Melalui kolaborasi dengan Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) UNAIR, edukasi mengenai pentingnya konsumsi protein hewani dan inovasi pangan lokal diberikan kepada masyarakat dalam rangkaian pengabdian kepada masyarakat yang berlangsung di Pendopo Malowopati, Bojonegoro, Selasa (7/7/2026).

Sarasehan bertajuk “Membangun Generasi Unggul Dimulai dari Keluarga dengan Konsumsi Protein Asal Hewani untuk Mencegah Stunting” menjadi penutup rangkaian kegiatan pengabdian masyarakat selama dua hari. Kegiatan tersebut menghadirkan akademisi lintas fakultas sebagai bentuk sinergi multidisiplin dalam mendukung peningkatan kualitas gizi keluarga melalui konsumsi protein hewani.

Salah satu narasumber, dosen FKM UNAIR, Prof. Dr. Ir. Annis Catur Adi, M.Si., menegaskan bahwa konsumsi protein hewani masyarakat Indonesia, khususnya pada balita, masih perlu ditingkatkan. Menurutnya, tantangan yang dihadapi bukan hanya terkait ketersediaan pangan bergizi, tetapi juga bagaimana menghadirkan makanan yang menarik, mudah dikonsumsi, terjangkau, dan sesuai dengan selera anak.

“Konsumsi protein hewani di Indonesia masih kurang. Tantangannya adalah bagaimana memasukkan unsur protein hewani ke dalam makanan anak-anak balita dengan cara yang mereka sukai. Anak memiliki selera makan, sehingga kita perlu menghadirkan makanan yang menarik sekaligus bergizi,” ujarnya.

Prof. Annis menjelaskan bahwa protein hewani tetap dapat diserap tubuh secara optimal meskipun telah diolah menjadi tepung maupun pasta. Bentuk olahan tersebut dinilai dapat menjadi solusi bagi anak yang mengalami kesulitan makan karena lebih mudah dicampurkan ke berbagai jenis makanan.

Meski demikian, ia mengingatkan bahwa konsumsi protein harus tetap memperhatikan kebutuhan gizi yang seimbang. Menurutnya, asupan protein yang berlebihan juga dapat memberikan dampak terhadap kesehatan.

“Protein memang sangat baik, tetapi jika dikonsumsi secara berlebihan dapat mengganggu fungsi ginjal. Karena itu, pemenuhan gizi harus tetap seimbang,” tegasnya.

Dalam kesempatan tersebut, Prof. Annis juga memperkenalkan Le Mori, produk biskuit berbahan tepung ikan lele dan tepung daun kelor yang dikembangkan sebagai alternatif camilan tinggi protein dan kaya zat gizi. Produk tersebut merupakan contoh pemanfaatan bahan pangan lokal menjadi makanan bergizi yang praktis serta mudah diterima anak-anak.

Menurutnya, inovasi pangan seperti Le Mori dapat menjadi solusi dalam menghadirkan makanan yang sehat, lezat, dan terjangkau sehingga mampu meningkatkan konsumsi protein hewani di tingkat keluarga.

“Kita masih sering menjumpai makanan yang murah dan enak, tetapi belum tentu sehat. Le Mori menunjukkan bahwa bahan pangan lokal dapat diolah menjadi produk yang berkualitas, kaya protein, dan disukai anak. Dengan cara ini, kebutuhan protein hewani dapat dipenuhi tanpa mengabaikan cita rasa,” jelasnya.

Sarasehan tersebut sekaligus menutup rangkaian pengabdian masyarakat FKH UNAIR di Kabupaten Bojonegoro yang selama dua hari menghadirkan berbagai kegiatan edukatif. Program tersebut meliputi penyuluhan gizi, skrining status kesehatan dan status gizi, hingga kampanye konsumsi protein hewani sebagai salah satu strategi pencegahan stunting.

Kehadiran narasumber dari FKM UNAIR melengkapi kolaborasi multidisiplin yang sebelumnya juga melibatkan Fakultas Kedokteran (FK) UNAIR. Sinergi tersebut menjadi bagian dari komitmen Universitas Airlangga dalam menghadirkan solusi berbasis ilmu pengetahuan untuk menjawab persoalan kesehatan masyarakat.

Melalui kolaborasi bersama Pemerintah Kabupaten Bojonegoro, FKH UNAIR berharap edukasi gizi dan inovasi pangan lokal yang telah diperkenalkan dapat menjadi solusi berkelanjutan dalam meningkatkan kualitas gizi keluarga. Selain memperkuat konsumsi protein hewani, program tersebut diharapkan mampu mendukung lahirnya generasi Indonesia yang lebih sehat, cerdas, unggul, dan bebas stunting. (ita) 

bojonegoro Edukasi Gizi FKH Unair FKM Unair Gizi Anak Le Mori Pencegahan Stunting pengabdian masyarakat Protein Hewani Stunting
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Cegah Stunting, FKH dan FK UNAIR Edukasi Ibu Hamil di Bojonegoro tentang Pentingnya Nutrisi Optimal

09/07/2026 - 16:10 WIB

Stunting Bojonegoro Jadi Fokus Kolaborasi FKH UNAIR dan Pemkab melalui Edukasi Protein Hewani

09/07/2026 - 16:03 WIB

Skrining Status Gizi Digelar FKH dan FK UNAIR di Delapan SD Bojonegoro

07/07/2026 - 19:47 WIB

FKH UNAIR Dorong Deteksi Dini Stunting pada Usia Pra-Pubertas di Bojonegoro

07/07/2026 - 19:39 WIB

FKH UNAIR Pimpin Pengabdian Masyarakat Cegah Stunting di Delapan SD Bojonegoro

07/07/2026 - 19:32 WIB

Strategi Pengentasan Kemiskinan Surabaya Dipaparkan Eri Cahyadi di Hadapan Tim PPD Bappenas

06/07/2026 - 20:11 WIB

Comments are closed.

Protein Hewani Jadi Fokus Edukasi FKH dan FKM UNAIR untuk Cegah Stunting

09/07/2026 - 16:21 WIB

Parkir Liar Jadi Sorotan, Wali Kota Eri Cahyadi Instruksikan Camat-Lurah Turun ke Lapangan

09/07/2026 - 16:15 WIB

Cegah Stunting, FKH dan FK UNAIR Edukasi Ibu Hamil di Bojonegoro tentang Pentingnya Nutrisi Optimal

09/07/2026 - 16:10 WIB

Stunting Bojonegoro Jadi Fokus Kolaborasi FKH UNAIR dan Pemkab melalui Edukasi Protein Hewani

09/07/2026 - 16:03 WIB

Program Satu Keluarga Satu Sarjana Perluas Akses Pendidikan Tinggi di Surabaya

09/07/2026 - 15:51 WIB

Gerakan Pasar Murah Kedung Cowek Diserbu Warga, Pemkot Surabaya Jaga Stabilitas Harga Bahan Pokok

09/07/2026 - 15:44 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.