Upaya Pemerintah Kota Surabaya memperkuat konektivitas wilayah barat kota terus dikebut. Salah satunya melalui pembangunan Radial Road Lontar yang ditargetkan rampung pada Maret 2026 dan mulai dapat dilalui kendaraan pada April mendatang.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan bahwa saat ini pengaspalan telah dilakukan di dua sisi Radial Road Lontar. Sementara itu, kendala pembebasan lahan di bagian tengah jalan yang sempat menghambat pengerjaan kini telah diselesaikan.
“Pembebasan lahan di tengah itu baru tuntas Desember 2025. Tanah tersebut milik Kementerian Agama dan sudah clear, sehingga sekarang tinggal fokus ke pembangunan fisik,” kata Eri Cahyadi, Senin (26/1/2026).
Ia menjelaskan, tahapan lanjutan proyek ini adalah pembangunan jembatan di atas bozem yang berada di tengah jalur. Bozem tersebut tetap dipertahankan karena berfungsi sebagai pengendali banjir bagi kawasan Lontar dan sekitarnya.
“Jalannya tetap ada, tapi posisinya di atas bozem. Bozem ini sangat penting untuk mencegah banjir, jadi fungsinya tidak boleh hilang,” jelasnya.
Setelah pembangunan jembatan dan penataan kawasan bozem rampung, Radial Road Lontar diharapkan dapat segera digunakan masyarakat. Jalan ini akan menjadi salah satu akses strategis yang memperlancar mobilitas warga Surabaya Barat.
Cak Eri mengakui, proyek Radial Road Lontar sejatinya ditargetkan selesai pada akhir 2025. Namun proses tukar guling lahan milik Kementerian Agama yang baru rampung di penghujung tahun menyebabkan jadwal penyelesaian bergeser.
“Tahun ini insyaallah selesai. Target Maret, dan April sudah bisa dilewati,” pungkasnya. (tas)
