Anggota Watimpres Siap Pasang Badan Bagi Pedagang Pasar Turi
KOMUNITAS PERISTIWA

Anggota Watimpres Siap Pasang Badan Bagi Pedagang Pasar Turi

Prihatin melihat belasan tahun pedagang pasar Turi berjualan di Tempat Penampungan Sementara (TPS) Muhamad Mardiono bertekad jadi bemper agar bisa berjualan di dalam gedung pasar Turi Baru.

Tekad itu disampaikan anggota Dewan Pertimbangan Presiden RI (Wantipres) saat mengunjungi bedak dan stand mereka, Sabtu (06/03) sore. Mardiono hadir didampingi Habib Hasan Mulachela asal Solo. “Saya berharap, pasar Turi jadi ikon bangkitnya perekonomian Surabaya dan Indonesia timur seperti dulu,” tegas Mardiono pada awak media.

Sebagai pelaku UMKM selama 40 tahun, Mardiono mengaku paham betul dengan potensi usaha UMKM yang harus dimaksimalkan karena merupakan tulang punggung perekonomian nasional yang tidak boleh diabaikan.

Tanpa mengabaikan konflik yang ada, Mardiono akan menyelamatkan pedagang terlebih dahulu agar bisa melayani konsumen dengan nyaman. “Saya siap pasang badan buat kalian,” kata Mardiono saat meninjau stand penampungan yang kondisinya sangat memprihatinkan.

Karenanya, kata Mardiono, pemerintah harus memfasilitasi agar pasar Turi kembali jadi icon Surabaya dan Jawa Timur. Dia sering menjumpai orang Papua, Makasar, Kalimantan belanja di Tanah Abang. Padahal lebih dekat ke Surabaya.

Mardiono mengaku berterima kasih pada Habib Hasan Mulachela yang melibatkannya dalam ladang amal ibadahnya dalam memperjuangkan bangkitkan Pasar Turi sebagai jendela emonomi di Indonesia timur. “Dakwah Habib Hasan itu dengan cara kerja sosial seperti ini,” tambahnya.

Disisi lain, Habib Hasan yakin jika kehadiran anggota Watimpres akan mempercepat terwujudnya Pasar Turi seperti era keemasannya. “Saya ini sedih, ada pengusaha jadi ngojek. Dulu baik berdagang sekarang stroke karena mikir,” tambah pengusaha Solo yang viral bagi-bagi sembako dengan mobil mewahnya itu.

Sebelumnya, belasan pedagang yang tergabung dalam Paguyuban Pasar Turi datang ke Solo minta bantuan Habib Hasan agar bisa kembali berjualan di Pasar Turi. Muhammad Taufik Al Djufri selaku ketua paguyuban mengatakan jika ada 6.000 pedagang yang belum bisa berjualan di dalam Pasar Turi baru. Padahal, sudah membayar ratusan juta hingga miliaran rupiah. (ita)