Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Provinsi Jawa Timur, Arumi Bachsin Emil Dardak, mendorong generasi muda, khususnya pelaku industri fashion dan kriya, untuk mengadopsi konsep desain berkelanjutan sebagai strategi menghadapi persaingan global.
Hal tersebut disampaikan saat membuka sekaligus menjadi panelis dalam acara Inagurasi 10 Kartini Muda Penggiat Kriya dan Fashion Jawa Timur 2026 yang digelar di Kogu Space, Surabaya, Kamis (24/4). Kegiatan ini menjadi bagian dari peringatan Hari Kartini sekaligus wadah pemberdayaan perempuan kreatif di Jawa Timur.
Ruang Kolaborasi dan Penguatan Industri Kreatif
Dalam forum tersebut, Arumi menekankan bahwa ajang ini tidak sekadar kompetisi, melainkan platform strategis untuk membangun jejaring, meningkatkan kapasitas pelaku usaha, serta memperluas akses pasar bagi produk kreatif berbasis lokal.
Ia mengapresiasi proses seleksi ketat yang telah dilalui peserta, mulai dari puluhan kandidat hingga terpilih 10 finalis terbaik dari berbagai daerah di Jawa Timur. Para finalis dinilai berhasil menghadirkan karya inovatif yang tidak hanya menonjolkan estetika, tetapi juga nilai keberlanjutan.
Keterlibatan akademisi dan praktisi, termasuk dari Universitas Ciputra, turut memperkuat kualitas pembinaan dalam program ini. Pendekatan tersebut diharapkan mampu menciptakan pelaku industri kreatif yang adaptif terhadap tren global sekaligus tetap berakar pada budaya lokal.
Inovasi Berbasis Lingkungan dan Pemberdayaan
Sepuluh finalis Kartini Muda menampilkan beragam produk kreatif dengan pendekatan ramah lingkungan. Inovasi yang dihadirkan mencakup pemanfaatan limbah plastik menjadi aksesori, pengolahan serat alami untuk produk dekorasi rumah, hingga pengembangan material alternatif seperti serat nanas dalam produk tekstil.
Selain itu, beberapa karya juga mengangkat wastra tradisional dengan sentuhan modern, seperti tenun ikat dan batik yang dikembangkan menjadi produk fashion kontemporer. Produk-produk tersebut tidak hanya menonjolkan kreativitas, tetapi juga berkontribusi dalam pemberdayaan pengrajin lokal, khususnya perempuan.
Arumi menilai bahwa integrasi antara inovasi desain dan pemberdayaan masyarakat menjadi nilai tambah yang signifikan dalam meningkatkan daya saing produk di pasar nasional maupun internasional.
Akses Lebih Luas ke Pasar Global
Sebagai bentuk dukungan konkret, Dekranasda Jawa Timur membuka peluang bagi para finalis untuk tampil dalam ajang pameran “Batik & Bordir Affairs”. Pameran ini menjadi salah satu etalase penting bagi produk unggulan daerah untuk menjangkau pasar yang lebih luas.
Menurut Arumi, partisipasi dalam pameran berskala besar akan mempertemukan pelaku usaha dengan jaringan bisnis yang lebih luas, termasuk buyer potensial dan pelaku industri besar.
Ia juga menegaskan bahwa Jawa Timur memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang pengembangan industri kreatif di kawasan Indonesia timur, sehingga perlu dimanfaatkan secara optimal oleh para pelaku usaha.
Sustainable Design sebagai Kebutuhan, Bukan Tren
Dalam sesi diskusi, Arumi menyoroti bahwa konsep keberlanjutan bukan lagi sekadar tren, melainkan kebutuhan mendesak dalam industri kreatif. Ia menekankan pentingnya tanggung jawab pelaku usaha terhadap lingkungan dan keberlanjutan sumber daya.
Menurutnya, peran Dekranasda tidak hanya sebatas fasilitator, tetapi juga sebagai penggerak kebijakan yang mendorong praktik usaha yang lebih bertanggung jawab secara sosial dan ekologis.
Pendekatan sustainable design dinilai mampu menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi, pelestarian budaya, dan perlindungan lingkungan.
Dorongan bagi UMKM Berbasis Budaya
Arumi juga mengajak pelaku UMKM untuk terus berinovasi tanpa meninggalkan nilai-nilai budaya lokal. Ia menilai bahwa kekuatan utama produk Indonesia terletak pada keunikan budaya yang tidak dimiliki negara lain.
Melalui dukungan berkelanjutan, termasuk pelatihan, pendampingan, dan akses pasar, Dekranasda berupaya menciptakan ekosistem yang kondusif bagi pertumbuhan industri kreatif berbasis budaya dan lingkungan.
Rangkaian kegiatan ditutup dengan kunjungan Arumi ke sejumlah stan pameran dalam acara “Bangga Membumi”. Dalam kesempatan tersebut, ia berinteraksi langsung dengan pelaku usaha serta meninjau berbagai produk kreatif berbasis daur ulang.
Kegiatan ini mempertegas komitmen Jawa Timur dalam mendorong lahirnya generasi kreatif yang tidak hanya inovatif, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keberlanjutan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. (tas)

