Prestasi membanggakan kembali ditorehkan mahasiswa Universitas Airlangga (UNAIR) di kancah internasional. Raffy Ilham Zakiyantono, mahasiswa Program Studi Kimia Fakultas Sains dan Teknologi (FST) angkatan 2024, berhasil meraih juara dua kategori Kumite Senior -75 Kg Putra pada ajang International Karate Open Championship.
Kejuaraan tersebut digelar di Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta pada 31 Oktober hingga 2 November 2025 dan diikuti oleh atlet karate dari berbagai daerah di Indonesia serta sejumlah negara, menjadikannya kompetisi dengan tingkat persaingan tinggi.
Raffy menilai ajang ini sebagai pengalaman penting dalam perjalanan kariernya sebagai atlet. Menurutnya, capaian tersebut merupakan hasil dari disiplin latihan dan kesiapan menghadapi kompetisi berlevel internasional.
“Kejuaraan ini diikuti atlet dari berbagai daerah dan negara. Pencapaian ini menjadi bukti bahwa disiplin latihan dan konsistensi mampu membawa daya saing di level yang lebih tinggi,” ujarnya.
Persiapan Intensif Bersama UKM Karate UNAIR
Menjelang kejuaraan, Raffy menjalani persiapan intensif bersama UKM Karate UNAIR. Latihan teknik kumite dilakukan secara rutin setiap malam dengan fokus pada serangan, pertahanan, pengaturan jarak, serta simulasi pertandingan. Sementara itu, latihan fisik dijalani secara mandiri setiap pagi guna menjaga kekuatan, kecepatan, kelincahan, dan daya tahan tubuh.
“Latihan kumite dilakukan untuk membangun konsistensi teknik dan kesiapan menghadapi berbagai karakter lawan,” jelasnya. Pola latihan dua kali sehari tersebut dijalani selama beberapa pekan dengan intensitas yang terus ditingkatkan menjelang hari pertandingan.
Dalam arena kompetisi, tantangan utama yang dihadapi Raffy adalah menjaga kondisi fisik dan fokus mental di tengah jadwal pertandingan yang padat serta menghadapi lawan-lawan berpengalaman.
“Kelelahan fisik dan tekanan mental menjadi ujian tersendiri. Namun, disiplin latihan dan manajemen energi sangat membantu saya tetap tampil maksimal hingga pertandingan terakhir,” ungkapnya.
Menjaga Keseimbangan Akademik dan Prestasi Nonakademik
Keikutsertaan Raffy dalam kejuaraan karate tingkat internasional juga menjadi sarana untuk menguji kapasitas diri di tengah kesibukan akademik sebagai mahasiswa kimia. Ia menegaskan bahwa manajemen waktu menjadi kunci utama agar prestasi olahraga tidak mengganggu kewajiban perkuliahan.
“Kegiatan akademik tetap menjadi tanggung jawab utama. Saya selalu menyelesaikan kewajiban kuliah dan praktikum terlebih dahulu, baru kemudian menyesuaikan jadwal latihan,” katanya.
Selain membawa nama pribadi, Raffy juga mengusung motivasi untuk mengharumkan nama UKM Karate UNAIR dan Universitas Airlangga di tingkat internasional.
Pesan Inspiratif untuk Mahasiswa UNAIR
Pengalaman bertanding di kejuaraan internasional memberikan pelajaran berharga bagi Raffy, khususnya dalam mengelola tekanan dan menjaga komitmen terhadap proses yang dijalani.
“Di kompetisi tingkat internasional, kesalahan kecil bisa berdampak besar. Saya belajar untuk tetap tenang, fokus, dan bertanggung jawab penuh terhadap setiap proses,” tuturnya.
Ia pun berpesan kepada mahasiswa Universitas Airlangga agar tidak ragu mengembangkan potensi dan berprestasi di bidang nonakademik.
“Berprestasi berarti berani melawan rasa ragu dan lelah. Jangan menunggu kondisi ideal, karena pertumbuhan dimulai dari keputusan untuk bertanggung jawab pada pilihan sendiri dan tetap berjalan meski berat,” pungkasnya. (tas)

