Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan
  • Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin
  • Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan
  • Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan
  • PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers
  • Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia
  • DJP Jatim I Gandeng GP Ansor Perluas Edukasi Perpajakan dan Tingkatkan Kepatuhan Wajib Pajak
  • Sinergi UNAIR dan ILO Siapkan Generasi Muda Hadapi Transisi Energi Berkeadilan
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»PERISTIWA»Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Mulai SD, Dosen UNAIR Soroti Pentingnya Exposure dan Kesiapan Guru

Bahasa Inggris Jadi Mapel Wajib Mulai SD, Dosen UNAIR Soroti Pentingnya Exposure dan Kesiapan Guru

PERISTIWA Ita Nasyi’ah20/05/2026 - 16:15 WIB
Dosen UNAIR menilai kebijakan bahasa Inggris wajib di SD positif, namun perlu didukung kurikulum adaptif dan pemerataan akses digital.

Kebijakan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) yang menetapkan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib mulai kelas tiga sekolah dasar pada tahun ajaran 2027/2028 mendapat perhatian dari kalangan akademisi. Kebijakan tersebut dinilai menjadi langkah strategis untuk memperkuat kemampuan komunikasi bahasa asing siswa sejak usia dini di tengah perkembangan global dan era digital yang semakin kompetitif.

Dosen Bahasa dan Sastra Inggris Fakultas Ilmu Budaya Universitas Airlangga (UNAIR), Noerhayati Ika Putri SS MA PhD, menilai kebijakan tersebut memiliki dampak positif bagi penguatan kualitas pendidikan nasional, khususnya dalam mempersiapkan generasi muda menghadapi tantangan global di masa mendatang.

Menurut Ika, pembelajaran bahasa Inggris sejak sekolah dasar dapat membantu siswa lebih terbiasa dengan penggunaan bahasa asing dalam kehidupan sehari-hari. Selain itu, kebijakan tersebut juga mendorong sekolah untuk mulai menyiapkan sistem pembelajaran yang lebih terstruktur.

“Kebijakan ini dapat menjadi langkah positif karena sekolah mulai terdorong untuk menyiapkan pembelajaran bahasa Inggris secara lebih matang, baik dari sisi kurikulum maupun kesiapan tenaga pengajarnya,” ujar Ika, Senin (19/5/2026).

Ia menjelaskan bahwa penerapan bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib tidak cukup hanya dengan menambahkan jam pelajaran di sekolah. Menurutnya, pemerintah juga perlu memastikan kesiapan kurikulum dan kualitas tenaga pendidik agar proses pembelajaran dapat berjalan efektif.

Ika menilai penyusunan kurikulum bahasa Inggris untuk siswa sekolah dasar harus dilakukan secara adaptif dengan mempertimbangkan usia, kemampuan, dan perkembangan psikologis anak. Materi pembelajaran, kata dia, perlu dibuat bertahap dan relevan dengan kehidupan sehari-hari siswa agar lebih mudah dipahami.

“Pembelajaran bahasa untuk anak-anak tidak bisa disamakan dengan orang dewasa. Tema dan metode belajar harus disesuaikan dengan karakteristik usia mereka agar proses belajar terasa menyenangkan,” jelasnya.

Selain kurikulum, peran guru dinilai menjadi faktor penting dalam keberhasilan kebijakan tersebut. Menurut Ika, guru perlu diberikan ruang untuk mengembangkan metode pembelajaran yang sesuai dengan kondisi dan karakter siswa di masing-masing sekolah.

Ia mengatakan setiap sekolah memiliki tantangan yang berbeda sehingga pendekatan pembelajaran tidak dapat diseragamkan sepenuhnya. Karena itu, kreativitas guru dalam menyampaikan materi menjadi hal yang sangat penting.

“Guru perlu memiliki fleksibilitas dalam mengadaptasi metode pembelajaran sesuai kebutuhan siswa di kelasnya masing-masing,” katanya.

Ika juga menyoroti pentingnya pengembangan kompetensi tenaga pendidik atau professional development secara berkelanjutan. Ia berharap pemerintah tidak hanya menerapkan kebijakan secara top down, tetapi juga mendengarkan kebutuhan para guru di lapangan melalui pendekatan yang lebih partisipatif.

Menurutnya, guru merupakan pihak yang memahami kondisi riil proses belajar mengajar sehingga masukan dari tenaga pendidik perlu menjadi bagian dalam penyusunan kebijakan pendidikan.

Selain membahas kesiapan kurikulum dan guru, Ika menilai tantangan utama dalam pembelajaran bahasa Inggris selama ini adalah kurangnya exposure atau paparan penggunaan bahasa asing di luar ruang kelas.

Ia menjelaskan kemampuan berbahasa tidak akan berkembang optimal apabila siswa hanya belajar saat jam pelajaran berlangsung. Penggunaan bahasa secara rutin dalam kehidupan sehari-hari menjadi faktor penting dalam meningkatkan kemampuan komunikasi.

“Bahasa harus digunakan secara terus-menerus. Semakin sering seseorang terpapar bahasa tersebut, maka kemampuan komunikasinya akan berkembang lebih cepat,” tuturnya.

Di era digital saat ini, menurut Ika, peluang untuk meningkatkan exposure bahasa Inggris sebenarnya semakin terbuka luas. Kehadiran media sosial, aplikasi pembelajaran, game online, hingga teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence dapat dimanfaatkan sebagai media belajar yang lebih interaktif.

Ia menyebut berbagai platform digital seperti aplikasi pembelajaran bahasa hingga fitur percakapan berbasis AI dapat membantu siswa berlatih komunikasi secara mandiri tanpa harus mengeluarkan biaya besar.

“Teknologi digital saat ini membuka banyak peluang belajar bahasa Inggris secara mandiri dan lebih fleksibel,” ujarnya.

Meski demikian, Ika mengingatkan bahwa pemanfaatan teknologi dalam pendidikan harus diiringi pemerataan akses infrastruktur digital, terutama di daerah terpencil. Menurutnya, akses internet dan perangkat pembelajaran yang memadai menjadi faktor penting agar kebijakan tersebut dapat dirasakan secara merata oleh seluruh siswa di Indonesia.

Ia berharap implementasi bahasa Inggris sebagai mata pelajaran wajib nantinya tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga mampu membangun kemampuan komunikasi siswa secara nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Pemerataan akses pendidikan digital menjadi penting agar semua siswa memiliki kesempatan belajar yang sama, termasuk dalam penguasaan bahasa asing,” pungkasnya. (ita)

Bahasa Inggris wajib digital learning exposure bahasa Inggris FIB Unair guru bahasa Inggris Kemendikdasmen kurikulum SD pendidikan Indonesia Unair
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB

Comments are closed.

Telusuri Dugaan Pungli PKL CFD, Wali Kota Eri Pastikan Pedagang Gratis Berjualan

19/07/2026 - 19:19 WIB

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir Tempat Usaha, Pastikan Tarif Transparan dan Berizin

19/07/2026 - 19:03 WIB

Surabaya Siap Jadi Tuan Rumah Piala Presiden 2026, Stadion GBT dan Fasilitas Latihan Telah Dipersiapkan

19/07/2026 - 18:56 WIB

Gubernur Khofifah Terkesan Fasilitas Sekolah Rakyat Terintegrasi 1 Banyuwangi, Bukti Nyata Negara Siapkan Generasi Emas dan Putus Mata Rantai Kemiskinan

19/07/2026 - 18:47 WIB

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Tegaskan Wartawan Dilindungi UU Pers

19/07/2026 - 18:29 WIB

Fundamental Ekonomi dan Reformasi Transparansi Perkuat Daya Tarik Investasi Indonesia

17/07/2026 - 19:50 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.