PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk (Bank Jatim) memperkuat komitmennya dalam mendukung transformasi sektor pendidikan melalui peluncuran aplikasi JConnect Edu. Inisiatif ini sekaligus dirangkaikan dengan penandatanganan perjanjian kerja sama bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur terkait penyaluran Dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS).
Acara yang berlangsung di Hotel Platinum Surabaya tersebut dihadiri oleh Direktur Utama Bank Jatim Winardi Legowo, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai, serta jajaran direksi Bank Jatim. Kehadiran para pemangku kepentingan menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam mendorong modernisasi layanan pendidikan.
Winardi Legowo menjelaskan bahwa JConnect Edu dirancang sebagai platform digital terintegrasi yang dapat digunakan oleh satuan pendidikan mulai dari tingkat dasar hingga perguruan tinggi. Aplikasi ini tidak hanya memfasilitasi transaksi pembayaran biaya pendidikan melalui virtual account dan QRIS, tetapi juga mengakomodasi pengelolaan administrasi serta keuangan secara lebih sistematis.
Lebih dari sekadar alat pembayaran, JConnect Edu juga menyediakan fitur yang mendukung komunikasi antara sekolah dan wali murid. Orang tua dapat memantau berbagai informasi penting seperti jadwal pelajaran, absensi siswa, hingga aktivitas akademik lainnya dalam satu sistem terpadu. Hal ini dinilai mampu meningkatkan keterbukaan informasi sekaligus efisiensi operasional di lingkungan pendidikan.
Winardi menegaskan bahwa pengembangan platform ini dilatarbelakangi oleh kebutuhan akan sistem yang praktis dan mudah diakses. Dengan integrasi yang ditawarkan, sekolah tidak perlu lagi membangun sistem sendiri untuk mengelola administrasi maupun transaksi keuangan. Di sisi lain, wali murid mendapatkan kemudahan dalam melakukan pembayaran secara fleksibel melalui berbagai kanal perbankan.
Dalam kesempatan yang sama, Bank Jatim kembali dipercaya sebagai mitra penyalur Dana BOS untuk jenjang Sekolah Luar Biasa (SLB), Sekolah Menengah Atas (SMA), dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK), baik negeri maupun swasta di Jawa Timur. Penyaluran dana ini akan didukung oleh jaringan layanan Bank Jatim yang tersebar luas guna memastikan distribusi berjalan optimal dan tepat sasaran.
Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyampaikan bahwa langkah ini menjadi bagian dari transformasi pendidikan yang harus selaras dengan perkembangan teknologi. Ia menilai digitalisasi sistem pengelolaan keuangan sekolah merupakan kebutuhan mendesak untuk meningkatkan efektivitas dan akuntabilitas.
Menurut Aries, implementasi sistem non-tunai dalam pengelolaan dana pendidikan dapat memperkuat transparansi serta meminimalkan potensi penyalahgunaan anggaran. Selain itu, integrasi data secara real-time memungkinkan pengawasan yang lebih akurat sekaligus meningkatkan kepercayaan publik terhadap tata kelola pendidikan.
Kerja sama ini juga mencakup dukungan terhadap elektronifikasi transaksi pemerintah daerah, yang menjadi salah satu agenda strategis dalam reformasi birokrasi. Dengan sistem yang lebih modern dan terintegrasi, diharapkan pengelolaan dana pendidikan dapat berjalan lebih efisien, aman, dan akuntabel.
Peluncuran JConnect Edu menandai langkah konkret dalam mempercepat digitalisasi sektor pendidikan di Jawa Timur. Sinergi antara perbankan dan pemerintah daerah diharapkan mampu menciptakan ekosistem pendidikan yang adaptif, transparan, serta berorientasi pada peningkatan kualitas layanan bagi seluruh pemangku kepentingan. (tas)

