Upaya menjaga kebersihan kawasan wisata terus digencarkan Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Salah satunya melalui Aksi Kurve Sampah Pantai yang dipimpin langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Pantai Tambak Wedi, Kenjeran, Surabaya, Jumat (6/2).
Kegiatan ini melibatkan ribuan peserta dari berbagai unsur, mulai dari TNI, Polri, pemerintah daerah, akademisi, komunitas lingkungan, hingga masyarakat sekitar. Aksi bersih pantai tersebut menjadi simbol kolaborasi lintas sektor dalam menjaga kelestarian kawasan pesisir Jawa Timur.
“Bersama-sama kita ingin mewujudkan pantai dan kawasan wisata di Jawa Timur yang bersih, asri, nyaman, dan menarik bagi wisatawan,” ujar Khofifah di hadapan peserta apel.
Menurutnya, gerakan bersih pantai ini tidak hanya dilakukan di wilayah pesisir, tetapi akan diperluas ke sungai-sungai dan lingkungan permukiman. Ia menyoroti masih banyaknya sampah dan enceng gondok di aliran sungai yang berpotensi mencemari lingkungan dan laut.
Khofifah menjelaskan, persoalan sampah tidak dapat diselesaikan secara parsial. Diperlukan perubahan perilaku masyarakat, penguatan sistem pengelolaan sampah dari hulu ke hilir, serta dukungan regulasi yang konsisten.
“Ini bukan tujuan akhir, tetapi langkah awal membangun kesadaran kolektif. Kita harus mengurangi sampah dari sumbernya, memilah, dan mengembangkan ekonomi sirkular,” katanya.
Ia juga menyebutkan bahwa Jawa Timur telah memulai pengelolaan lingkungan berkelanjutan sejak 2012 melalui program Desa/Kelurahan Berseri (Bersih dan Lestari). Hingga 2025, tercatat 1.306 desa/kelurahan Berseri dan 5.170 bank sampah telah terbentuk, jumlah terbanyak di Indonesia.
Berdasarkan data Dinas Lingkungan Hidup Jatim, dari aksi bersih pantai di Tambak Wedi berhasil dikumpulkan hampir 2,8 ton sampah, mayoritas berupa plastik. Fakta ini menunjukkan pentingnya peningkatan kesadaran masyarakat terhadap penggunaan plastik sekali pakai.
Gubernur Khofifah mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dan berharap aksi ini menjadi budaya bersama, bukan sekadar kegiatan seremonial.
“Kepedulian terhadap lingkungan harus menjadi gaya hidup. Dengan gotong royong, kita bisa menjaga Jawa Timur tetap bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (tas)
