Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (UNAIR) meluncurkan Buku 55 Tahun FKH UNAIR dalam rangkaian kegiatan SAGAVET 2026 yang digelar di Rama Ballroom Lantai 1 Hotel Wyndham Surabaya, Sabtu (23/5/2026). Peluncuran buku tersebut menjadi bagian dari refleksi perjalanan panjang FKH UNAIR dalam bidang pendidikan, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat selama lebih dari lima dekade.
Buku tersebut memuat perjalanan sejarah FKH UNAIR sejak awal berdiri hingga perkembangannya saat ini sebagai salah satu institusi pendidikan kedokteran hewan di Indonesia. Selain mendokumentasikan perjalanan institusi, buku itu juga merekam berbagai kontribusi akademik yang telah diberikan fakultas terhadap perkembangan ilmu kesehatan hewan dan dunia veteriner nasional.
Dalam pemaparannya, Dr. Rizky Fajar Meirawan, SKH, MVet menjelaskan bahwa buku 55 tahun FKH UNAIR disusun sebagai bentuk dokumentasi perjalanan fakultas sekaligus upaya menjaga memori institusi agar tetap dapat dikenang oleh generasi berikutnya.
“Buku ini tidak hanya mencatat sejarah fakultas, tetapi juga menjadi refleksi bagaimana FKH UNAIR berkembang dan berkontribusi di bidang pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat,” ujar Rizky.
Menurutnya, buku tersebut memuat berbagai fase perkembangan FKH UNAIR dalam menghadapi tantangan pendidikan veteriner, pengembangan riset kesehatan hewan, hingga kontribusi akademik bagi masyarakat luas. Dokumentasi itu juga mencakup kiprah dosen, mahasiswa, alumni, dan tenaga kependidikan yang menjadi bagian dari perjalanan fakultas selama 55 tahun.
Rizky menambahkan, perjalanan panjang FKH UNAIR menunjukkan pentingnya peran institusi pendidikan dalam mendukung pengembangan ilmu kesehatan hewan dan ketahanan pangan nasional. Berbagai penelitian dan inovasi yang dihasilkan civitas akademika dinilai turut memberikan kontribusi terhadap perkembangan dunia veteriner di Indonesia.
“Berbagai capaian akademik dan penelitian yang dilakukan menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan kesehatan hewan dan dunia veteriner nasional,” katanya.
Selain sebagai dokumentasi sejarah, buku tersebut diharapkan dapat menjadi sumber pembelajaran bagi mahasiswa dan generasi muda yang ingin memahami perkembangan pendidikan kedokteran hewan di Indonesia. Peluncuran buku juga disebut sebagai momentum refleksi terhadap perjalanan institusi dalam membangun pendidikan veteriner yang berkelanjutan.
Menurut Rizky, berbagai capaian yang telah diraih FKH UNAIR selama ini diharapkan dapat menjadi motivasi untuk terus mengembangkan inovasi dan kontribusi di bidang kesehatan hewan pada masa mendatang.
“Buku ini bukan hanya tentang sejarah masa lalu, tetapi juga tentang bagaimana FKH UNAIR terus tumbuh, beradaptasi, dan menjawab tantangan di masa depan,” jelasnya.
Melalui kegiatan SAGAVET 2026, FKH UNAIR berharap peluncuran buku tersebut dapat memperkuat rasa kebersamaan civitas akademika sekaligus memperkenalkan perjalanan serta kontribusi fakultas kepada masyarakat luas. (ita)

