Close Menu
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
Facebook X (Twitter) Instagram
Terbaru
  • Jejak Bung Karno di Kota Pahlawan, Surabaya Hadirkan Pameran “Aku Arek Suroboyo” dan Luncurkan Buku Sejarah
  • Pemkot Surabaya Imbau Warga Perbarui Data Aset untuk Perlinsos Digital
  • Kiprah Alumnus FKM Menjaga Asa Masyarakat, Menggapai Ilmu Lintas Negara
  • Gubernur Khofifah Pantau Langsung Proses Verifikasi SPMB di Madiun, Pastikan Verifikasi Terjadwal, Perlancar Proses Pengambilan PIN SPMB Tahun 2026
  • Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program Indonesia–Norwegia Angkat Satu Ton Sampah Plastik dari Sungai Setiap Hari
  • Perekaman KTP Elektronik Tembus 99,68 Persen, Surabaya Percepat Transformasi Digital
  • Peringati Hari Lingkungan Hidup, Pakar UNAIR Serukan Aksi Iklim Nyata
  • Surabaya Jalankan Pilot Project Perlinsos Digital, Libatkan Lebih dari 12 Ribu Agen Pendamping
Facebook X (Twitter) Instagram
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
  • BERANDA
  • PERISTIWA
  • EKONOMI BISNIS
  • OLAHRAGA
  • GAYA HIDUP
  • KESEHATAN
  • RUBRIK LAIN
    • TEKNOLOGI
    • KOMUNITAS
    • PROFIL
    • JALAN-JALAN
    • SENI BUDAYA
jurnalindonesia.netjurnalindonesia.net
Home»KOMUNITAS»Cara Eri Cegah Radikalisme – Intoleransi

Cara Eri Cegah Radikalisme – Intoleransi

KOMUNITAS redaksi22/09/2022 - 14:00 WIB

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meresmikan Balai RW 5 Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng sebagai Pusat Pembelajaran Keluarga (Puspaga), Sinau dan Mengaji untuk anak-anak, Selasa (20/09). Dalam peresmian itu, juga dihadiri oleh perwakilan dari DPRD Kota Surabaya, Sekretaris Daerah (Sekda), jajaran Asisten dan Kepala PD.

Eri Cahyadi menjelaskan, Puspaga, Sinau dan Mengaji untuk keluarga dan anak itu bukan hanya ada di Balai RW 5, Kelurahan Genteng, Kecamatan Genteng saja. Akan tetapi ada juga di 19 balai RW lain yang tersebar di 15 Kelurahan, 12 Kecamatan se-Surabaya.

“Jadi di sini itu ada tempat untuk semua agama lengkap fasilitas serta tenaga pengajarnya. Begitu pula dengan belajarnya, ada pelajaran matematika, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris dan sebagainya,” kata Eri.

Eri menjelaskan, sejatinya Balai RW itu adalah tempatnya bersosialisasi dan komunikasi warga. Biasanya, yang kumpul di Balai RW itu bapak – bapak untuk rapat dan membicarakan berbagai hal untuk kampungnya. Berangkat dari fungsi Balai RW itu, ia berinisiatif menjadikan tempat tersebut berkumpulnya anak – anak.

“Ketika anak – anak itu kumpul, otomatis orang tuanya ikut serta keluar. Sehingga apa? Surabaya yang penuh dengan toleransi, tolong menolong yang tinggi itu bisa diwujudkan kembali. Sehingga kampung itu terjaga dan terhindar dari radikalisme bahkan intoleransi,” sebut Eri.

Selain itu, Eri melanjutkan, dengan adanya Puspaga, Sinau dan Ngaji bareng di Balai RW, tindak kekerasan terhadap perempuan dan anak akan berkurang di Kota Surabaya. Dengan ada kebersamaan warga, kampung di Kota Pahlawan akan semakin aman serta nyaman, terutama bagi perempuan dan anak.

“Nanti di akhir Desember, seluruh Balai RW di Surabaya sudah harus berfungsi untuk kegiatan ini dan harus layak dan memiliki 2 lantai, karena ini ciri khasnya Budaya Arek Suroboyo,” ucap Eri.

Sementara itu, tenaga pengajarnya akan didatangkan dari berbagai pemuka agama dan perguruan tinggi di Surabaya. Kolaborasi dengan pemuka agama dan perguruan tinggi itu adalah wujud dari kebersamaan dan gotong royong yang diinginkan Eri dalam membangun sebuah kota.

“Misal, ada mahasiswa yang pintar nanti ngajar di balai RW, ngajari arek cilik – cilik (mengajari anak – anak), kemudian ada hafidz Al-Quran, dia bisa menyampaikan ilmu agamanya di sini. Ini lah yang namanya gerak bersama,” pungkasnya. (ita)

Cara Eri Cegah Radikalisme - Intoleransi
Share. Facebook Twitter LinkedIn Email WhatsApp

Related Posts

Jejak Bung Karno di Kota Pahlawan, Surabaya Hadirkan Pameran “Aku Arek Suroboyo” dan Luncurkan Buku Sejarah

07/06/2026 - 18:20 WIB

Pemkot Surabaya Imbau Warga Perbarui Data Aset untuk Perlinsos Digital

07/06/2026 - 18:09 WIB

Kiprah Alumnus FKM Menjaga Asa Masyarakat, Menggapai Ilmu Lintas Negara

07/06/2026 - 17:50 WIB

Gubernur Khofifah Pantau Langsung Proses Verifikasi SPMB di Madiun, Pastikan Verifikasi Terjadwal, Perlancar Proses Pengambilan PIN SPMB Tahun 2026

07/06/2026 - 17:45 WIB

Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program Indonesia–Norwegia Angkat Satu Ton Sampah Plastik dari Sungai Setiap Hari

06/06/2026 - 12:27 WIB

Perekaman KTP Elektronik Tembus 99,68 Persen, Surabaya Percepat Transformasi Digital

06/06/2026 - 12:14 WIB

Comments are closed.

Jejak Bung Karno di Kota Pahlawan, Surabaya Hadirkan Pameran “Aku Arek Suroboyo” dan Luncurkan Buku Sejarah

07/06/2026 - 18:20 WIB

Pemkot Surabaya Imbau Warga Perbarui Data Aset untuk Perlinsos Digital

07/06/2026 - 18:09 WIB

Kiprah Alumnus FKM Menjaga Asa Masyarakat, Menggapai Ilmu Lintas Negara

07/06/2026 - 17:50 WIB

Gubernur Khofifah Pantau Langsung Proses Verifikasi SPMB di Madiun, Pastikan Verifikasi Terjadwal, Perlancar Proses Pengambilan PIN SPMB Tahun 2026

07/06/2026 - 17:45 WIB

Surabaya Jadi Percontohan Nasional, Program Indonesia–Norwegia Angkat Satu Ton Sampah Plastik dari Sungai Setiap Hari

06/06/2026 - 12:27 WIB

Perekaman KTP Elektronik Tembus 99,68 Persen, Surabaya Percepat Transformasi Digital

06/06/2026 - 12:14 WIB
© 2026 jurnalindonesia.net | kabar baik untuk Indonesia
  • TENTANG KAMI
  • IKLAN
  • DISCLAIMER
  • KONTAK
  • INDEKS

Type above and press Enter to search. Press Esc to cancel.